Lukas 23:56b-24:12, Ketika Yesus mati Ia masuk kedalam
maut, yaitu kematian (Musuh Manusia). Masuk kedalam kekuasan musuh menghancurkan
tembok pertahanan Mereka lalu menggantikan dengan panji kemenangan. Lalu
bangkit dari kematian. Itu membuktikan Dia menang atas kematian. Sejak
kebangkitan, Yesus menjamin kehidupan kita setelah kematian.
Kisah kematian Yesus tidak mendadak. Sudah lama di
nubuatkan di kitab Musa, kitab Daud, dan Para Nabi dan Yesus sendiri tiga kali
menceritakan kepada para murid. Sebenarnya Yesus pernah berkata pada
murid-murid-Nya bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya,
namun kenapa pada hari ketiga Mereka masih datang membawa rempah-rempah untuk
orang meninggal?
Didalam benak murid Yesus, Yesus masih dalam keadaan
mati di kuburan tersebut. Mereka masih pergi dengan perasaan duka cita. Ketika
tiba disana, kubur-Nya sudah terbuka (Lukas 4:4) Mereka kaget, cemas, kuatir,
bingung. Mayat Yesus ada dimana? Maria Magdalena lari kepada Petrus, mengatakan
ada seseorang yang mengambil mayat Yesus. Mengapa Mereka berkata seperti itu?
Karena di dalam benak Mereka, Yesus tidak bangkit dari kematian tetapi mayat Yesus
hilang diambil orang. Walaupun Yesus bangkit pada hari itu, tidak memberikan
pengaruh apapun.
Lukas 24:17, Para murid berjalan ke Emaus dengan muka
muram. Mereka tidak tahu dan tidak merasakan kebangkitan Yesus. Sekarang apakah
anda juga tidak merasakan? Bertahun-tahun merayakan Paskah, apakah peristiwa
tersebut menyentuh pada diri kita? Harus kita akui hingga saat ini, kebangkitan
Yesus belum berarti pada diri kita, karena ada kesedihan dan kecemasan ketika
ada pergumulan. Seringkali berpikir berpikir tidak ada harapan bila menghadapi
masalah. Mengapa kebangkitan Yesus tidak berdampak apa-apa pada hidup kita?
Karena :
1. Lupa (ayat 6). Sesuai yang dikatakan Malaikat, mengapa
mencari Dia yang hidup ditengah orang mati? Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada
kami. Kita diingatkan Yesus bangkit ketika dalam perayaan paskah saja, kenyataan
kita sering lupa bahwa Yesus menjamin hidup kita.
2. Tidak percaya (ayat 11). Perkataan itu cuma omong
kosong. Kalau kita tidak percaya maka makna kebangkitan, maka Yesus tidak ada
pada kita.
Serupa Kristus atas kemenangan-Nya atas maut akan bisa
kita alami ketika percaya dan tidak lupa atas peristiwa ini. Itu sangat
berbahaya karena menentukan hidup dan mati kita.
Lalu setengah-setengahkah kita percaya dan ingatkah
dalam kehidupan sehari-hari? Ketika Para Wanita dan Murid-Nya percaya,
kehidupan Mereka berubah. Terjadi transformasi, yaitu :
1. Berubah dari penakut menjadi pemberani. Yesus
ditangkap Murid-murid lari. Dan Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Ketika Yesus
bangkit dan naik ke Surga, para Murid kembali ke Yerusalem dan berubah.
2. Mereka merubah hidupnya dari dukacita jadi
sukacita. Ketika Maria melihat mayat Yesus hilang Ia menangis. Namun ketika Malaikat
mengabarkan Yesus bangkit, sukacitalah Ia, lalu mengabarkan berita itu kepada
para Murid. Haruslah dapat juga merubah kita, ketika dulu kita suka
bersungut-sungut hidup dalam kesedihan, tanpa harapan. Haruslah kebangkitan Yesus
menjadi sesuatu yang berbeda, karena didalam hidupnya ada pertolongan dan
harapan.
3. Duniawi menjadi Surgawi. Matius 24;56b, Murid Yesus
kembali menjadi sebagai nelayan. Pekerjaan lama Mereka sebagai orang duniawi.
Ketika Yesus menampakan dirinya kembali, fokus Mereka langsung menjadi pada
kerajaan Allah. Harus mementingkan mencari kerajaan Allah dahulu.
4. Mengubah konsep atas kematian. Ketika Murid-murid
melihat Yesus bangkit. Sejak itulah Mereka tidak takut akan kematian siksaan, karena Mereka tahu apa
yang Mereka pekerjakan di dunia untuk kekekalan di Surga. Hidup menderita atau
tidak itu tidak masalah yang penting untuk kekekalan Tuhan.
Kalau benar masuk Surga hidupnya enak, kenapa orang
Kristen takut mati? Kalau dalam Yesus ada keselamatan mengapa orang Kristen
takut mati? Kenyataan memang seperti itu, kita tahu ada Surga, tapi kita takut mati. Padahal ketika Yesus bangkit murid-Nya
berani menghadapi itu. Yesus bangkit
bermakna kekalan dan berdampak pada kekinian.
Roma 6:4;9-11, kita melihat Yesus bangkit tidak
kembali mati lagi, sejak itu maut tidak berkuasa lagi pada kita. Serupa kristus
dalam kemenangan atas maut harus di mulai dengan percaya. Perubahan itu harus
dapat secara riil dan dapat dilihat oleh lingkungan. Ubahlah fokus kita tidak
untuk dunia ini tapi untuk kerajaan Surga. Kebangkitan Yesus harus berdampak
pada segala aspek hidup.