Thursday, May 9, 2013

Serupa Kristus Dalam Kemenangan Atas Maut


Lukas 23:56b-24:12, Ketika Yesus mati Ia masuk kedalam maut, yaitu kematian (Musuh Manusia). Masuk kedalam kekuasan musuh menghancurkan tembok pertahanan Mereka lalu menggantikan dengan panji kemenangan. Lalu bangkit dari kematian. Itu membuktikan Dia menang atas kematian. Sejak kebangkitan, Yesus menjamin kehidupan kita setelah kematian.

Kisah kematian Yesus tidak mendadak. Sudah lama di nubuatkan di kitab Musa, kitab Daud, dan Para Nabi dan Yesus sendiri tiga kali menceritakan kepada para murid. Sebenarnya Yesus pernah berkata pada murid-murid-Nya bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya, namun kenapa pada hari ketiga Mereka masih datang membawa rempah-rempah untuk orang meninggal?

Didalam benak murid Yesus, Yesus masih dalam keadaan mati di kuburan tersebut. Mereka masih pergi dengan perasaan duka cita. Ketika tiba disana, kubur-Nya sudah terbuka (Lukas 4:4) Mereka kaget, cemas, kuatir, bingung. Mayat Yesus ada dimana? Maria Magdalena lari kepada Petrus, mengatakan ada seseorang yang mengambil mayat Yesus. Mengapa Mereka berkata seperti itu? Karena di dalam benak Mereka, Yesus tidak bangkit dari kematian tetapi mayat Yesus hilang diambil orang. Walaupun Yesus bangkit pada hari itu, tidak memberikan pengaruh apapun.

Lukas 24:17, Para murid berjalan ke Emaus dengan muka muram. Mereka tidak tahu dan tidak merasakan kebangkitan Yesus. Sekarang apakah anda juga tidak merasakan? Bertahun-tahun merayakan Paskah, apakah peristiwa tersebut menyentuh pada diri kita? Harus kita akui hingga saat ini, kebangkitan Yesus belum berarti pada diri kita, karena ada kesedihan dan kecemasan ketika ada pergumulan. Seringkali berpikir berpikir tidak ada harapan bila menghadapi masalah. Mengapa kebangkitan Yesus tidak berdampak apa-apa pada hidup kita? Karena :

1. Lupa (ayat 6). Sesuai yang dikatakan Malaikat, mengapa mencari Dia yang hidup ditengah orang mati? Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kami. Kita diingatkan Yesus bangkit ketika dalam perayaan paskah saja, kenyataan kita sering lupa bahwa Yesus menjamin hidup kita.

2. Tidak percaya (ayat 11). Perkataan itu cuma omong kosong. Kalau kita tidak percaya maka makna kebangkitan, maka Yesus tidak ada pada kita.

Serupa Kristus atas kemenangan-Nya atas maut akan bisa kita alami ketika percaya dan tidak lupa atas peristiwa ini. Itu sangat berbahaya karena menentukan hidup dan mati kita.

Lalu setengah-setengahkah kita percaya dan ingatkah dalam kehidupan sehari-hari? Ketika Para Wanita dan Murid-Nya percaya, kehidupan Mereka berubah. Terjadi transformasi, yaitu :

1. Berubah dari penakut menjadi pemberani. Yesus ditangkap Murid-murid lari. Dan Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Ketika Yesus bangkit dan naik ke Surga, para Murid kembali ke Yerusalem dan berubah.

2. Mereka merubah hidupnya dari dukacita jadi sukacita. Ketika Maria melihat mayat Yesus hilang Ia menangis. Namun ketika Malaikat mengabarkan Yesus bangkit, sukacitalah Ia, lalu mengabarkan berita itu kepada para Murid. Haruslah dapat juga merubah kita, ketika dulu kita suka bersungut-sungut hidup dalam kesedihan, tanpa harapan. Haruslah kebangkitan Yesus menjadi sesuatu yang berbeda, karena didalam hidupnya ada pertolongan dan harapan.

3. Duniawi menjadi Surgawi. Matius 24;56b, Murid Yesus kembali menjadi sebagai nelayan. Pekerjaan lama Mereka sebagai orang duniawi. Ketika Yesus menampakan dirinya kembali, fokus Mereka langsung menjadi pada kerajaan Allah. Harus mementingkan mencari kerajaan Allah dahulu.

4. Mengubah konsep atas kematian. Ketika Murid-murid melihat Yesus bangkit. Sejak itulah Mereka tidak ‎​​‎​​takut akan kematian siksaan, karena Mereka tahu apa yang Mereka pekerjakan di dunia untuk kekekalan di Surga. Hidup menderita atau tidak itu tidak masalah yang penting untuk kekekalan Tuhan.

Kalau benar masuk Surga hidupnya enak, kenapa orang Kristen ‎​​‎​​takut mati? Kalau dalam Yesus ada keselamatan mengapa orang Kristen takut mati? Kenyataan memang seperti itu, kita tahu ada Surga, tapi kita ‎​​‎​​takut mati. Padahal ketika Yesus bangkit murid-Nya berani menghadapi itu.  Yesus bangkit bermakna kekalan dan berdampak pada kekinian.

Roma 6:4;9-11, kita melihat Yesus bangkit tidak kembali mati lagi, sejak itu maut tidak berkuasa lagi pada kita. Serupa kristus dalam kemenangan atas maut harus di mulai dengan percaya. Perubahan itu harus dapat secara riil dan dapat dilihat oleh lingkungan. Ubahlah fokus kita tidak untuk dunia ini tapi untuk kerajaan Surga. Kebangkitan Yesus harus berdampak pada segala aspek hidup.