Saturday, February 23, 2013

Mengikuti Yesus Kristus


Yoh 6: 67, yang isinya  “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?””. Banyak dari kita mengidolakan Tuhan, tetapi banyak yang tidak mengerti. Manusia itu terbatas, sering menganggap diri kita baik dan benar, semua masalah dianggap mudah, padahal tidak seperti itu. Mengikuti Mesias bukan karena kenikmatan fisik, atau karena enak maka ikut Tuhan. Dari dulu hingga sekarang banyak yang datang untuk mencari kenikmatan rohani di Gereja. Firman Tuhan sering dinyatakan, tetapi tidak dilakukan akibatnya banyak orang yang meninggalkan Tuhan (Yoh 6: 66). “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”, Yoh 15: 5. Apakah kita akan pergi meninggalkan-Nya juga?

Arti hidup yang sebenarnya tidak ditemukan hanya dengan mengenal Yesus sebagai Juru selamat (seindah apapun hal itu). Makna hidup yang sebenarnya ditemukan ketika orang mulai berjalan mengikuti Kristus sebagai murid-Nya, belajar dari Dia, menggunakan waktu bersama dengan Dia dalam FirmanNya, Alkitab, bersekutu dengan Dia dalam doa, dan berjalan denganNya dalam ketaatan kepada perintah-perintah-Nya.

Singkat cerita di Tahun 1960, Russel dan Istrinya melakukan misionaris di tanah Papua. Mereka sudah melayani sekian lama dan berkeluarga disana. Suatu saat ketika Russel bersama istri dan keempat anaknya naik perahu menuju tempat untuk pelayanan, tiba-tiba ombak besar datang dan menyapu perahu Russel. Akibat kecelakaan itu Russel harus kehilangan dua anaknya. Walaupun kehilangan dan duka dia tetap melakukan pelayanan di tempat yang dituju dengan suka cita dan masih melayani di tanah papua dalam waktu yang lama. Inilah komitmen yang benar dihadapan Tuhan. Mengutamakan Bapa di Surga.

Siapakah yang paling anda cintai di dunia ini? 1 Yohanes 2:15 menjabarkan “janganlah kamu mengasihi Dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak akan ada di dalam orang itu”. Di ingatkan bahwa di dalam hidup kita harus mengutamakan Tuhan. Alasannya karena Bapa terlebih dahulu mengasihi kita dan Dia satu-satunya harta yang paling berharga (Mat 13: 44-46, Fil 3: 7-8).

Sunday, February 10, 2013

Kuatkan dan Teguhkan Hati


Kuatkan dan Teguhkan Hati pada Tuhan (Yosua 1:1-9). Ada dua peristiwa yang mengejutkan yang terjadi pada akhir tahun 2012. Pertama, SD Sandy Hook USA 14 Desember 2012, terjadi pembantaian yang dilakukan oleh Adam Lanza (22 Tahun). Pelaku membunuh Ibunya sendiri dan 26 korban lainnya, 20 diantaranya anak kecil (6-7 tahun). Akhirnya Adam bunuh diri.

               Kedua, New Delhi India 16 Januari 2012, terjadi pemerkosaan terhadap seorang wanita 23 tahun di dalam bis kota. Dia di pukuli dan dilempar ke luar kendaraan. Ironisnya, selama 45 menit tergeletak dijalan tidak ada orang yang menolong, bahkan polisi yang menemukan saling beradu mulut tentang kemana si gadis ini harus dibawa. Akhirnya dua minggu kemudian gadis ini meninggal dunia.

               Banyak peristiwa yang menakutkan pada tahun 2012 dan bagaimana kita menghadapinya di tahun 2013? Ketakutan, kekuatiran, dan apakah ada harapan untuk hari esok? Setiap memasuki tahun yang baru ada masa peralihan, takut dan tidak tahu harus bagaimana. Apalagi adanya prediksi di tahun 2013 akan menjadi tahun yang susah. Ditengah kekuatiran apakah ada harapan?

               Perjanjian Lama, peralihan masa kepemimpinan Musa kepada Yosua. Dari penggembaraan di padang gurun untuk masuk ke tanah kanaan, dari generasi yang lahir di Mesir ke generasi yang lahir selama masa penggembaraan. Tidak mengerti kesusahan yang terjadi dan karya keselamatan yang dilakukan Tuhan di Mesir. Tuhan berkata tiga kali, “Kuatlah dan Teguhkanlah hatimu”. Ini menandakan suatu tantangan yang besar bagi Yosua. Mengingat bangsa Israel adalah bangsa yang besar dan Musa pernah ditolak oleh mereka dan sekarang Yosua memimpin Israel untuk masuk tanah Kanaan. Dan berperang melawan bangsa-bangsa yang mendiami tanah tersebut.

               “BE STRONG and COURAGEOUS” ketika kita menyongsong tahun yang baru. Ditengah-tengah segala ketakutan dan kekuatiran jadilah kuat dan teguhkanlah hatimu. Perasaan takut bukanlah dari Tuhan. Tuhan mempimpin kita sama seperti memimpin Yosua. Tuhan mempimpin Yosua untuk melihat tiga hal yaitu :

1.      Melihat dan percaya janji Tuhan (Ayat 3). Jika kita bisa melewati tahun 2012 dan masuk pada tahun 2013, sadarlah itu semua bukan kekuatan kita, tetapi karena janji Tuhan yang memelihara hidup kita. Janji Tuhan ditepati (Yosua 21:45).

2.      Bertindaklah hati-hati (Ayat 7). Di dalam melakukan sesuatu hal kita harus ada perencanaan dan waspada agar tidak melakukan kesalahan. Hanya ada satu jalan untuk mencapai keberhasilan hidup, yakni taat terhadap firman Tuhan.

3.      Percaya bahwa Tuhan selalu menyertai (Ayat 5 dan 9). Musa boleh tiada tapi Aku akan tetap menyertai engkau. Jangan kecut dan tawar hati sebab Tuhan menyertai dimanapun kita berada.

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-01-05/saksi-pemerkosaan-india-tidak-ada-yang-menolong-kami-sampai-satu-jam/1070046