Saturday, June 22, 2013

Keluarga Beriman


Maleaki 4:4-6, banyak keluarga mengalami banyak masalah hingga terpecah.  Banyak pendeta bermasalah apalagi jemaatnya. Perkataan terakhir Tuhan untuk umatnya sebelum masa hening 400 tahun. Di dalam ayat terakhir pada perjanjian lama tuhan mengingatkan untuk pemulihan kondisi keluarga. Apabila keluarga itu retak maka hancurlah kerajaan Tuhan. Tuhan mengingatkan kita akan tiga hal, yaitu :

  1. Ayat 4, Mengingat Firman Tuhan. Jangan sekedar menghafal tetapi dengan otomatis melakukan firman Tuhan dalam Hidup kita. Kita mungkin lupa apa yang kita dengar apa yang kita baca, tetapi kelakuan kita haruslah berubah. Karena itu setiap kita diajarkan untuk membaca firman Tuhan, dan memakan itu tiap hari. Dengan melakukan hal itu akan membuat kerohanian kita bertumbuh.

  1. Ayat 5, Mengingat Hari Tuhan. Kedatangan Tuhan ada dua tahap. Kedatangan pertama yaitu Yesus di Perjanjian Baru. Dan kedatangan kedua yang sekarang di tunggu-tunggu. Kite tentu ingat Yesus datang pertama kali untuk menghapus dosa kita, tetapi Apakah kita tetap mengingat Yesus akan datang kedua kalinya? Sadarlah rumah kita yang asli di SURGA, jangan cari kenyamanan diri sendiri. Bekerja dan jadi pintar bukan untuk diri sendiri tetapi untuk melayani Tuhan dengan lebih baik. Itu artinya kita mengingat hari Tuhan. Apakah kita ingin di puji Tuhan atau manusia? Yang membedakan Tuhan kita dengan Tuhan agama lain yaitu apapun yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan.

  1. Ayat 6, Mengingat Perintah Tuhan. Para ayah dapat memiliki hati yang berpaling dari anakmu dengan engkau bekerja, melecehkan, membanding-bandingkan dan menganggap mereka bodoh. Sesungguhnya engkau tidak dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Kemudian anak-anak akan berpaling kepada engkau. Ayat 6, mengijinkan hati diubah oleh Tuhan. Sekarang mau tidak hati kita dibuka Tuhan? Berbaliklah pada Anak-anakmu sekarang. Dan kepada anak-anak, berbaliklah, ingatlah, dan pedulilah kepada nasihat ayah ibumu. Apapun yang diperbuat mereka janganlah kau dendam, haruslah kau lepas dendam itu walaupun sulit.

Apakah sudah kita Mengingat Firman, Hari, dan Perintah Tuhan? Ingatlah bahwa Tuhan sudah membalikkan hatinya di dalam Yesus kristus, karena itu janganlah menolak Tuhan, dan Ia tidak pernah menaruh dendam pada kita.

Hidup Seorang Ibu


Pekerjaaan seorang ibu merupakan pekerjaan paling berat didunia. Menjadi seorang istri dan menjadi ibu merupakan hal yang istimewa. Ketika mereka melakukan hal itu dengan tulus itu merupakan hal yang istimewa.

Kisah seorang wanita. Tempat tinggal dia ada masalah, sehingga harus pindah. Pindah negara, bukan hal yang mudah. Tau sulitnya pindah? Apalagi pindah negara? Bagi seorang ibu ini lebih sulit lagi. Karena seorang ibu ingin mendapatkan kestabilan hidup dan ketentraman. Ibu tersebut memerlukan harapan. Tetapi ketika tiba disana, harapannya tidak ada. Masalah demi masalah silih berganti datang. Habis tenaga, mental, materi, dll. Di negri yang asing itu ia mendapatkan suaminya meninggal. Lalu bagaimana dia hidup bersama anaknya di tanah asing? Tak hanya suaminya, kemudian kedua anaknya pun meninggal. Sehingga hanya tinggal dia bersama kedua menantunya. Kisah Rut dan Naomi pada kitab Rut Perjanjian Lama.

Persistiwa tersebut pun kadang terjadi di dunia ini. Bagaimanakah perasaan saudara? Rut 1: 20, Naomi menolak menyebut dirinya suka cita, tetapi Mara yang artinya pahit. Berangkat dengan tangan penuh, pulang dengan tangan hampa. Anda tahu didalam hidup ini memang berat untuk mendapatkan jawaban sesuai hidup kita. Itu bukan berarti di dalam hidup ini tidak ada pengharapan. Sekalipun ada banyak pertanyaan yang tidak dijawab, tetapi ada penjelasan yang ditawarkan oleh firman Allah. Kisah hidup Naomi memberitahukan pada kita bahwa hidup bersama Tuhan, tidak selalu enak, tetapi bergelombang.

Ibrani 11:36-37, mereka yang menderita merupakan orang yang beriman didalam Tuhan. Kemudian  apakah semua anak Tuhan mengalami hal tersebut? Tidak, baca Ibrani :10. Kenapa bila dalam jalur berkat kita tidak bertanya, kenapa aku yang kau berikan berkat melimpah ini? Tetapi dalam jalur tertekan justru banyak pertanyaan?  Hanya Tuhan yang bisa menjawab itu nanti.

Yang harus kita ingat adalah apakah kita orang kristen bisa mengalami hidup sebatang kara? Kehilangan semuanya? Bisakah? Sesungguhnya didalam saat itu Tuhan hadir di dekat kita. Tuhan hadir dan bekerja pada segala sesuatu, baik atau buruk hidup kita. Apa yang dilakukan Tuhan semata-mata untuk kebaikan hidup kita.

Lalu untuk kebaikan apa itu? Jika kita melihat kisah Naomi selanjutnya kita mulai melihat terang yang muncul pasal dua dan tiga. Dia kebetulan berada di tanah milik Boas. Sekalipun ia tidak menyadari dia berada di tanah milik Boas, tangan siapa yang membuat Rut berada di tanah Boas? Didalam kesulitan dan kepaitan ada tangan Tuhan yang menopang. Pasal 3, Boas menikahi Rut kemudian Ia mempunyai anak. Rut 4:14, lalu anak itu diasuh oleh Naomi. Taukah anda keturunan dari Rut tersebut turun menurun mulai dari Obed - isai - daud hingga lahirnya Yesus Kristus sang juru selamat. Siapa yang mengira bukan? Naomi pun tidak tahu kisah hidupnya dari anaknya yang diasuh, lahir seorang juru selamat. Naomi di masa hidupnya tidak tahu, tapi ketika disurga dia tahu dan bersukacita disana.

Dari paparan diatas, kita tahu mungkin jawaban tidak diberikan pada waktu kita hidup tetapi dijawab  pada pasal-pasal selanjutnya dari hidup kita. Lihatlah gambaran yang utuh itu ketika di Surga. Hidup kita cuma pasal pertama, masih banyak kisah hidup kita yang lain, Tuhan tidak menutup kisah hidup kita. Percayalah kasih Tuhan dan bapa yang menyertai hidup kita. Ketika yang jahat yang tidak baik terjadi pada hidupmu, percayalah dan kuatkan dirimu karena itu semua terjadi karena untuk suatu tujuan Baik

Monday, June 10, 2013

Pray Until Something Happen




Lukas 18:1-8 - Ketika berbicara tentang doa, apakah kita tempatkan doa itu seperti setir kemudi pada mobil, ataukah seperti ban serep. Ketika kita mengendarai sebuah kendaraan, mau tidak mau setir kemudi harus ada, dengan tujuan untuk menentukan arah. Sedangkan ban serep hanya untuk saat darurat. Ketika kita tidak butuh maka ban itu ditaruh di bawah mobil.

Doa harusnya seperti setir bukan seperti ban serep. Apakah kita sungguh-sungguh berdoa  benar-benar berharap Allah mendengar, atau nothing to lose, mendengar ya tidak apa-apa, tidak didengar ya tidak apa-apa.

Kalau kita datang pada Allah dengan sikap seperti itu, tidak ada ubahnya  doa seperti ban serep. Di ayat pertama Yesus mengatakan "mereka harus selalu". Ini bukan optional tetapi merupakan keharusan. Sadarkah Doa merupakan salah satu berkat terbesar, karena ketika kita ‎​berdoa Allah mengijinkan kita mendekati tahta-Nya. Doa merupakan pergumulan kita yang terbesar, dan menunggu jawaban berdasarkan Iman. Ketika kita menunggu jawaban, sering kali kita tawar hati.

Pada saat belajar berdoa ada dua sisi yang perlu kita lihat. Pertama, Allah berdaulat pada doa kita. Kedua, kita dituntut percaya kapada Allah yang tidak pernah mereka-reka yang jahat pada umat-Nya. Ingatlah Allah tidak perna berharap sesuatu yang buruk pada anak-Nya.

Injil ini melukiskan bagaimana jahatnya hakim ini, mengkontraskan sifatnya daripada Allah. Seorang janda ingin agar haknya dibela kemudian datang menemui Hakim terebut namun ditolak. Namun janda ini tidak berputus asa dan terus-menerus datang. Akhirnya hakim ini menolong agar si janda tidak mengganggunya lagi.

Dari perumpamaan ini mengingatkan bahwa setiap murid-murid Allah ‎​harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Mereka wajib terus berdoa terus sampai anak Allah datang (Ayat 8), Pray Until Something Happen sampai anak Allah datang. Lalu apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan ini?

  1. Berdoaa dengan keteguhan dan kegigihan (Ayat 3-5).  ‎​pada awalnya kita mendoakan, tetapi dalam proses perjalanan waktu, apa yang kita doakan sering kali lupa, akhirnya tidak didoakan lagi. Kita tidak menyadari doa itu dijawab atau tidak, seringkali hanya melewatkannya begitu saja. Kegigihan janda ini (Ayat 7) dihubungkan dengan keteguhan iman orang-orang pilihan Allah yang nyata dalam doa, yang tidak jemu-jemu siang malam berseru kepada Allah.
George Muller (1805-1898) penginjil yang mengabdikan dirinya untuk mendidik dan merawat 120000 anak yatim piatu di Bristol Inggris. Didalam setiap pelayanan dan pergumulannya tidak pernah dia bertanya kepada siapapun kecuali Allah melalui Doa. Goerge pernah berkata demikian, "kegagalan gereja masa kini terletak dari kegigihan dan ketekunan mereka berdoa". Ketika dalam ketekunan kitaa barulah kita tahu Doa itu dijawab.

  1. ‎​Berdoa dengan iman bahwa Allah akan mendengar dan segera menjawab doa tersebut. Ayat 7, “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” Ayat 8a, “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka”. Kita percaya ketika kita berdoa, sebagai umat tebusan Allah kita dapat bersandar kepada kemuliaan Allah.


Apakah ketika Anak Manusia datang kedua kali akan mendapati sikap iman (tercermin melalui doa yang tidak jemu-jemu) dalam diri anak-anak Allah? Ketika kita berdoa tanamkan hal ini, kita dapat bersandar pada janji Allah. Disinlah kita melihat kontrasnya hakim dengan Allah, hakim tidak menjajikan apapun sedangkan Ia menjanjikan keselamatan.

Sikap iman yang Allah inginkan seperti Janda yang terus menerus mengharapkan keadilan. Siapkah iman kita ketika Ia datang? apakah kita tetap tekun dalam berdoa? Ingatlah kesetiaan Allah tidak pernah berubah. Keyakinan, kesetiaan dan janji Allah jadikanlah sebagai tonggak iman doa.

Dalam proses hidup kita, tentunya kita banyak jawaban yang ada, atau ketika ‎​berdoa belum ada jawaban maka teruslah yakin dan Berdoa. Apalagi apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Allah, maka dari itu teruslah ‎​berdoa. Mari kita berdoa dengan satu keyakinan dan kegigihan, kita tahu akan kesetiaan dan janji Allah, berdoa terus sampai anak manusia datang. Ketika kita berdoa dengan kesetiaan dan ketekunan maka saya yakin dan pasti Allah mendengar dan mengkaruniakan yang baik bagi hidup kita.