Tuesday, December 24, 2013

Natal lagi Natal lagi


Lukas 2: 8-20, perayaan Natal sudah demikian bagus, lalu apakah masih merasakan Natal lagi Natal lagi? Bila seperti itu pasti akan mengalami stagnanisasi dalam hidupmu. Lalu apakah tahun depan tidak usah merayakan Natal? Karena merasa gitu-gitu aja, gak ada bedanya. Perasaan ini bisa dialami banyak orang dengan berbagai profesi hidup. Merasa eneg karena tidak ada perbedaaannya, mengulangi sebuah rutinitas. Contoh tiap hari bangun, mandi, makan, bekerja, makan, mandi, pulang, kemudian tidur lagi, sungguh rasanya hidup berputar disana. Ketika tidak ada sesuatu baru yang menyentuh hidup kita, itu pasti terjadi.

8 Juni 2008 di Chiyoda Tokyo Jepang ada sebuah tragedi tak terduga. Seorang pemuda berumur 28 tahun bernama Tomohiro Kato menabrakan truk yang dikemudikannya di tengah kerumunan orang, kemudian turun, dan menusuk orang yang ada di sekitarnya. Ketika tertangkap dan di wawancara, ia mempunyai motif yang mengherankan banyak orang. Katanya, “Hidup Cuma begitu-begitu saja, membosankan. Saya sangat lelah dalam menjalani hidup.”. Apakah kebosanan anda sudah mencapai pada titik si Kato? Bila terus menerus bekerja dalam kondisi seperti itu, dijamin akan mengalami kebosanan.

                     Tomohiro Kato

Coba dibandingkan apa yang kau lakukan saat ini dengan pekerjaan sebagai Gembala pada jaman Yesus, enak mana? Gembala merupakan profesi yang dianggap remeh, dan dipandang sebagai manusia kelas bawah. Setiap harinya mereka bangun subuh, melepaskan domba, mengatur, memberi makan, mengatur domba, kemudian menunggu sampai malam, dan pulang kembali. Bisa dibilang pekerjaan mereka hanya bertemu dengan domba, dan rumput. Tapi ketika para Gembala bertemu dengan bayi Yesus, sejak itu cara hidup mereka berubah, karena ada sukacita, suatu perjumpaan dengan Kristus yang sangat luar biasa. Apakah yang dapat dipelajari melalui peristiwa ini?

Pergilah dari tempat dimana anda sekarang berada. Bukan berarti berpindah lokasi atau profesi dimana anda sekarang berada. Kalaupun tinggal dan bekerja di tempat berbeda pasti juga akan mengalami kebosanan. Yang benar harus keluar dari hidupmu yang lama, dengan berjumpa dengan Kristus, engkau akan menikmati hidupmu. Sejak saat itu hidupmu pasti berubah.

Tak lupa juga menurut ayat 17, untuk membagikan pengalaman hidup pada orang lain. Kenapa kita mengalami perasaaan jenuh? Sering kali kita berpikir hanya kita saja yang merasa jenuh. Padahal semua pasti pernah merasakan. Kalau anda merasa hanya anda saja yang dapat merasa bosan, itu adalah masalah. Ceritakan permasalahanmu itu lebih baik. Hingga suatu saat akan mengalami suatu terobosan hidup seperti para Gembala, memberitakan kesukacitaan bertemu Juru Selamat.

Sesuai dengan ayat 20, penuhilah hidupmu dengan puji-pujian, dan perbuatan yang memuliakan Allah. Setiap kali engkau merayakan Natal, apa yang engkau lihat, dengar, dan lakukan akan mempengaruhi sikap, dan tujuan hidupmu ke depan. Lambat laun kedekatan pada Yesus akan semakin intim, dan akan mempengaruhi cara pandang kita terhadap kehidupan.

Memuliakan Allah itu bagaimana? Ketika engkau mempunyai opini yang baik kepada Tuhan. Itulah memuliakan. Contoh tidak mencurigai sesuatu yang buruk kepada Tuhan. Jadilah seperti Ayub, walaupun segala sesuatu yang ada pada dirinya diambil termasuk semua anak-anaknya, Ayub tidak pernah mencurigai Allah. Umumya kita berpendapat jelek, kalau doa tidak terkabulkan. Walaupun sesudah Gembala bertemu Yesus, profesi mereka ya tetap Gembala, namun tidak ada suatupun opini negatif yang keluar. Allah bekerja didalam segala sesuatu, diluar pemikiran manusia, dan tujuannya untuk kebaikan. Jangan pernah beropini negatif!

Apakah opini saudara tentang Tuhan? Bila engkau mempunyai opini yang baik maka tidak ada perasaan Natal lagi Natal lagi. Engkau datang ibadah Natal? Adakah engkau datang untuk berjumpa dengan Kristus. Perjumpaan dengan-Nya adalah satu satunya jalan untuk keluar dari rutinitas hidup. Tujuan utama perayaan kelahiran Kristus yang tiap tahun dirayakan bukan untuk mengulang, tetapi membuat perubahan kearah hidup yang lebih baik. (rob)