Di jaman sekarang ini manusia
mengalami krisis tiga hal, yaitu :
- Integritas
: Apa yang diperbuat di luar dan didalam harus sama. Contoh : di Gereja baik
dan sopan, di tempat kerja seperti “Iblis”. Ada survei di Inggris mengatakan
bahwa hanya 40% kepercayaan orang kepada Gereja, 70% kepada pengajar, dan 90%
kepada dokter.
- Kredibilitas
: Kepercayaan orang kepada kita. Apakah kita mempunyai nama baik?
- Civilitas
: Sebagai orang Kristiani harus dapat bekerjasama dengan baik antara sesama
pemeluk agama lain, ras lain dan bangsa lain.
Integritas
yang benar menurut Marcus Aurelius (Raja ke 16 dari Kerajaan Romawi), “Jika tindakan
itu tidak benar jangan lakukan. Jika berita itu tidak benar, jangan dikatakan”.
Memiliki integritas baik itu butuh proses yang tidak mudah. Contoh Tokoh
Alkitab yang gagal dalam integritas :
- Adam dan Hawa (Kejadian 3). Manusia jatuh dalam
dosa, dengan memakan buah apel yang dilarang Tuhan.
- Daud dan Batsyeba (2 Samuel 11 & 27). Daud
mengambil istri Uria orang Het.
- Gehazi, Elisa, dan Namaan (2 Raja-raja 5: 20-27).
Gehazi meminta perak kepada Namaan, padahal sebelumnya Elisa (Abdi Allah) telah
menolaknya.
- Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5: 1-11). Mendustai
roh kudus dengan menahan sebagian hasil penjualan tanah.
Contoh yang sukses dalam Integritas :
- Daniel di Gua Singa (Daniel 6), kepercayaan
Daniel kepada Tuhan sekalipun di lempar ke Gua Singa.
- Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Daniel 3). Mereka
tidak memuja dewa Nebukadnezar, walaupun dilempar kedalam perapian.
- Ayub (Ayub). Ayub di dalam pergumulan hidupnya
(Kehilangan keluarga dan seluruh hartanya) tetap kembali percaya kepada Tuhan.
- Yusuf (kejadian 39). Yusuf yang tidak tergoda
istri Potifar.
Integritas, Kredibilitas, dan
civilitas bergabung menjadi satu untuk mendukung tujuan utama dalam hidup kita yaitu, “Glory to The Lord”.
Tujuan
Hidup mengatur kehidupan kita. Ada tiga tujuan hidup manusia di dunia, untuk
uang, nilai dan Tuhan. Perbandingannya sebagai berikut :
Faktor
|
Uang
|
Nilai
|
Tuhan
|
Pusat
|
Diri Sendiri
|
Kesenangan
|
Tuhan
|
Sukses
|
Uang banyak
|
Hidup enak
|
Mengaplikasikan Iman
|
Boss
|
Orang yang punya uang. Menghambakan
diri kepadanya
|
Menyenangkan orang tidak peduli
baik atau tidak
|
Tuhan
|
Motivasi
|
Keuntungan
|
Proses
|
Manusia
|
Pekerja
|
Uang
|
Menyenangkan orang tidak peduli
baik atau tidak
|
Melayani (Bunda Theresa)
|
Prinsip
|
Terima baru berikan
|
Berikan supaya senang, supaya dapat
tenang
|
Memberi lebih baik daripada
menerima
|
Mulai
darimana kita dapat menerapkan tujuan hidup yang benar? Ciptakanlah itu mulai
dalam lingkungan keluarga. Ada fakta di dunia yang menyatakan bahwa kehidupan
keluarga yang didasari oleh iman akan menjadi warisan yang baik, begitu juga
bila kehidupan kita dilandasi dengan uang atau kesenangan maka akan mewariskan
kehidupan buruk.
1703,
Jonathan Edwards seorang ahli teologia dan intelektual di Amerika. Didalam
hidupnya dilandasi oleh iman, anak-anak dan keturunannya didik dengan baik.
Keturunannya banyak menjadi orang sukses di kemudian hari. Daftar keturunannya :
- Lebih dari 100 pengacara dan 30 hakim.
- 100 Pendeta, misionaris, dan professor teologia.
- 80 terpilih bekerja pada Pemerintahan.
- 75 bekerja di militer..
- 60 terkenal dengan menerbitkan 135 buku.
- 3 mayor.
- 3 gubernur.
- 3 senator.
- 1 vice president (Aaron Burr).
Tidak ada satupun dari keturunan
Jonathan Edwards yang merugikan. Warisan iman Kristus dari generasi ke generasi
jelas-jelas membentuk kehidupan yang benar.
Mark
Jukes lahir sekitar tahun 1720-1740, seorang ateis , pemabuk, tidak
berpendidikan, dan pelaku tindak kriminal. Ia menikah dengan Wanita tidak baik,
melarang anak-anaknya pergi ke Gereja, dan sering masuk penjara. Daftar
keturunannya :
- 310 Gelandangan.
- 440 Pemabuk.
- 130 Masuk penjara dengan rata-rata 13 tahun
penahanan.
- 60 Pencuri.
- 190 menjadi pekerja tuna susila.
- 300 Meninggal di usia awal.
- 67 terkena penyakit kelamin.
- 7
Pembunuh.
Keturunan Mark Jukes merugikan banyak orang dan Negara.
Dasar Iman yang tidak benar mempengaruhi kehidupan keluarga dan mewariskan
keburukan itu pada seluruh keturunannya.
Dari
sini kita melihat pentingnya membangun sebuah keluarga berlandaskan firman
Tuhan. Ingat dua bagian firman Tuhan ini, Amsal 13: 22, ”Orang baik
meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan
bagi orang benar”, dan Mazmur 37: 25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi
tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya
meminta-minta roti;”.
Kisah
nyata seorang pengusaha besar dari etnis Jerman, Oskar Schindler (1908-1974).
Ia mempunyai 1300 buruh pekerja dari orang Yahudi. Di masa awalnya Dia bekerja
Oskar hanya memikirkan uang, tetapi seiring perjalanan waktu dia lebih aktif
melindungi buruh-buruhnya dari kekejaman Nazi Jerman. Oskar dikejutkan dengan
pembantaian orang-orang Yahudi semasa perang dunia ke 2. Dia menggunakan semua
kekayaannya untuk menyuap para pejabat Nazi, kemudian memindahkan 1200 buruh
pabriknya dan menyuruh mereka bekerja di pabrik amunisi di Brunnlitz (Oktober
1944), yang sekarang menjadi daerah Polandia. Namun amunisi dibuat sangat jelek
dengan upaya merugikan militer Jerman.
Dia
meninggal tanpa uang sepeserpun, tapi dia mendapatkan ucapan terima kasih yang
kekal dari keturunan orang Yahudi yang Ia selamatkan. Sekarang namanya di
hormati sebagai salah satu orang benar diantara bangsa-bangsa dan sebagai
pahlawan. Jenasahnya di kuburkan di Pekuburan Kristen di Mount Zion di
Yerusalem. Sekarang lebih dari 7000 keturunan Yahudi yang diselamatkan Oskar
hidup di USA dan Eropa. Kisah hidupnya di terbitkan dalam banyak Buku dan di
filmkan oleh Seteven Speilberg dengan judul Schindler’s List.
Oskar merupakan
salah satu contoh yang mempunyai Integritas baik, Kredibilitas bagus dimata
banyak orang, bahkan berani rela bekorban untuk sesama tanpa memandang ras dan
kedudukan. Warisan kebaikan yang di tinggalkannya melekat pada keturunan
orang-orang yang Ia selamatkan. Bisakah kita seperti Oskar? Bisakah Tujuan
Hidupmu untuk memuliakan Tuhan? Berikanlah warisan yang baik untuk keluarga,
sahabat dan orang disekitar kita tanpa mengenal suku, kedudukan, dan kepercayaan
apapapun itu.
rolly Intan (Rektor Universitas Kristen Petra).
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Jukes_family
http://www.oskarschindler.dk/legacy/content1.html