Sunday, March 31, 2013

Serupa Kristus Dalam Pergumulan


Di dalam hidup setiap manusia pasti mengalami pergumulan dalam hidupnya. Ketika lahir kita tidak peduli apapun itu, namun seiring perjalanan kehidupan banyak tantangan, hambatan, dan godaan. Yesus pun mengalami pergumulan terberat semasa hidup-Nya ketika berada di taman Getsemani. Akan tiba waktu-Nya untuk memikul Salib. 

Penderitaan terbesar dalam sejarah umat manusia tertimpa pada-Nya. Ketika itu dia berdoa hingga mengeluarkan keringat darah. Yesus berdoa (Mrk 14:36), "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.". Dia mau lahir menjadi hamba walaupun tahu bobroknya manusia. Ia terlahir sebagai orang miskin, tidak punya apa-apa, dihina, dan dipandang sebelah mata sehingga dia bisa melihat realita rusaknya manusia.

Doa Tuhan Yesus “Ambilah Cawan Ini”, cawan tersebut merupakan gambaran murka Allah atas dosa manusia dan kayu salib turun ke kerajaan maut. Cawan itu begitu pahit dan mengerikan, penderitaan ada didepannya, harus segera Ia mengambil keputusan. Pergumulan ego yang sangat berat. Maka ketika itu Yesus berdoa, “Janganlah apa yang aku Kehendaki”,  mematikan semua ego dan menyerahkan ego kepada bapa. Akhirnya dia memilih mati di kayu salib.

Lalu bagaimana ego kita dalam pergumulan? Manusia mempunyai super ego sehingga hidup kita di kuasai. Setiap dari kita mempunyai tuntutan kebutuhan untuk dilayani, dikasihi, dihormati, dihargai, dan disanjung. Jika dipenuhi akan bertumbuh dengan baik, tetapi kalau tidak terpenuhi akan merasa terancam. Siapakah yang ingin dihina, diejek, dipukul, direndahkan, diludahi, dicaci-maki, dan terlebih disalibkan? Tidak perlu jauh-jauh, cobalah lihat di lingkungan keluarga kita sendiri, bagaimana memperlakukan anak-anak dan orang tua kita.

Ketika kita mengalami pergumulan mulailah belajar berdoa seperti Yesus, “bukan kehendak-Ku tapi kehendak-Mu jadilah”. Belajarlah firman Tuhan dan lakukanlah dalam kehidupan sehari-hari.

Pdt.Nathanael Channing

Wednesday, March 27, 2013

Intregrity, Credibilty, Civility


Di jaman sekarang ini manusia mengalami krisis tiga hal, yaitu :
  • Integritas : Apa yang diperbuat di luar dan didalam harus sama. Contoh : di Gereja baik dan sopan, di tempat kerja seperti “Iblis”. Ada survei di Inggris mengatakan bahwa hanya 40% kepercayaan orang kepada Gereja, 70% kepada pengajar, dan 90% kepada dokter.
  • Kredibilitas : Kepercayaan orang kepada kita. Apakah kita mempunyai nama baik?
  • Civilitas : Sebagai orang Kristiani harus dapat bekerjasama dengan baik antara sesama pemeluk agama lain, ras lain dan bangsa lain.
              
Integritas yang benar menurut Marcus Aurelius (Raja ke 16 dari Kerajaan Romawi), “Jika tindakan itu tidak benar jangan lakukan. Jika berita itu tidak benar, jangan dikatakan”. Memiliki integritas baik itu butuh proses yang tidak mudah. Contoh Tokoh Alkitab yang gagal dalam integritas :
  • Adam dan Hawa (Kejadian 3). Manusia jatuh dalam dosa, dengan memakan buah apel yang dilarang Tuhan.
  • Daud dan Batsyeba (2 Samuel 11 & 27). Daud mengambil istri Uria orang Het.
  • Gehazi, Elisa, dan Namaan (2 Raja-raja 5: 20-27). Gehazi meminta perak kepada Namaan, padahal sebelumnya Elisa (Abdi Allah) telah menolaknya.
  • Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5: 1-11). Mendustai roh kudus dengan menahan sebagian hasil penjualan tanah.

Contoh yang sukses dalam Integritas :
  • Daniel di Gua Singa (Daniel 6), kepercayaan Daniel kepada Tuhan sekalipun di lempar ke Gua Singa.
  • Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Daniel 3). Mereka tidak memuja dewa Nebukadnezar, walaupun dilempar kedalam perapian.
  • Ayub (Ayub). Ayub di dalam pergumulan hidupnya (Kehilangan keluarga dan seluruh hartanya) tetap kembali percaya kepada Tuhan.
  • Yusuf (kejadian 39). Yusuf yang tidak tergoda istri Potifar.
Integritas, Kredibilitas, dan civilitas bergabung menjadi satu untuk mendukung tujuan utama dalam hidup kita yaitu, “Glory to The Lord”.
   
Tujuan Hidup mengatur kehidupan kita. Ada tiga tujuan hidup manusia di dunia, untuk uang, nilai dan Tuhan. Perbandingannya sebagai berikut : 

Faktor
Uang
Nilai
Tuhan
Pusat
Diri Sendiri
Kesenangan
Tuhan
Sukses
Uang banyak
Hidup enak
Mengaplikasikan Iman
Boss
Orang yang punya uang. Menghambakan diri kepadanya
Menyenangkan orang tidak peduli baik atau tidak
Tuhan
Motivasi
Keuntungan
Proses
Manusia
Pekerja
Uang
Menyenangkan orang tidak peduli baik atau tidak
Melayani (Bunda Theresa)
Prinsip
Terima baru berikan
Berikan supaya senang, supaya dapat tenang
Memberi lebih baik daripada menerima



Mulai darimana kita dapat menerapkan tujuan hidup yang benar? Ciptakanlah itu mulai dalam lingkungan keluarga. Ada fakta di dunia yang menyatakan bahwa kehidupan keluarga yang didasari oleh iman akan menjadi warisan yang baik, begitu juga bila kehidupan kita dilandasi dengan uang atau kesenangan maka akan mewariskan kehidupan buruk. 

1703, Jonathan Edwards seorang ahli teologia dan intelektual di Amerika. Didalam hidupnya dilandasi oleh iman, anak-anak dan keturunannya didik dengan baik. Keturunannya banyak menjadi orang sukses di kemudian hari. Daftar keturunannya :
  • Lebih dari 100 pengacara dan 30 hakim.
  • 100 Pendeta, misionaris, dan professor teologia.
  • 80 terpilih bekerja pada Pemerintahan.
  • 75 bekerja di militer..
  • 60 terkenal dengan menerbitkan 135 buku.
  • 3 mayor.
  • 3 gubernur.
  • 3 senator.
  • 1 vice president (Aaron Burr).
Tidak ada satupun dari keturunan Jonathan Edwards yang merugikan. Warisan iman Kristus dari generasi ke generasi jelas-jelas membentuk kehidupan yang benar.

Mark Jukes lahir sekitar tahun 1720-1740, seorang ateis , pemabuk, tidak berpendidikan, dan pelaku tindak kriminal. Ia menikah dengan Wanita tidak baik, melarang anak-anaknya pergi ke Gereja, dan sering masuk penjara. Daftar keturunannya :
  • 310 Gelandangan.
  • 440 Pemabuk.
  • 130 Masuk penjara dengan rata-rata 13 tahun penahanan.
  • 60 Pencuri.
  • 190 menjadi pekerja tuna susila.
  • 300 Meninggal di usia awal.
  • 67 terkena penyakit kelamin.
  • 7  Pembunuh.
Keturunan Mark Jukes merugikan banyak orang dan Negara. Dasar Iman yang tidak benar mempengaruhi kehidupan keluarga dan mewariskan keburukan itu pada seluruh keturunannya.


Dari sini kita melihat pentingnya membangun sebuah keluarga berlandaskan firman Tuhan. Ingat dua bagian firman Tuhan ini, Amsal 13: 22, ”Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar”, dan Mazmur 37: 25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”. 


Kisah nyata seorang pengusaha besar dari etnis Jerman, Oskar Schindler (1908-1974). Ia mempunyai 1300 buruh pekerja dari orang Yahudi. Di masa awalnya Dia bekerja Oskar hanya memikirkan uang, tetapi seiring perjalanan waktu dia lebih aktif melindungi buruh-buruhnya dari kekejaman Nazi Jerman. Oskar dikejutkan dengan pembantaian orang-orang Yahudi semasa perang dunia ke 2. Dia menggunakan semua kekayaannya untuk menyuap para pejabat Nazi, kemudian memindahkan 1200 buruh pabriknya dan menyuruh mereka bekerja di pabrik amunisi di Brunnlitz (Oktober 1944), yang sekarang menjadi daerah Polandia. Namun amunisi dibuat sangat jelek dengan upaya merugikan militer Jerman.
              
Dia meninggal tanpa uang sepeserpun, tapi dia mendapatkan ucapan terima kasih yang kekal dari keturunan orang Yahudi yang Ia selamatkan. Sekarang namanya di hormati sebagai salah satu orang benar diantara bangsa-bangsa dan sebagai pahlawan. Jenasahnya di kuburkan di Pekuburan Kristen di Mount Zion di Yerusalem. Sekarang lebih dari 7000 keturunan Yahudi yang diselamatkan Oskar hidup di USA dan Eropa. Kisah hidupnya di terbitkan dalam banyak Buku dan di filmkan oleh Seteven Speilberg dengan judul Schindler’s List.

Oskar merupakan salah satu contoh yang mempunyai Integritas baik, Kredibilitas bagus dimata banyak orang, bahkan berani rela bekorban untuk sesama tanpa memandang ras dan kedudukan. Warisan kebaikan yang di tinggalkannya melekat pada keturunan orang-orang yang Ia selamatkan. Bisakah kita seperti Oskar? Bisakah Tujuan Hidupmu untuk memuliakan Tuhan? Berikanlah warisan yang baik untuk keluarga, sahabat dan orang disekitar kita tanpa mengenal suku, kedudukan, dan kepercayaan apapapun itu. 

              

rolly Intan (Rektor Universitas Kristen Petra).
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Jukes_family
http://www.oskarschindler.dk/legacy/content1.html        


Sunday, March 17, 2013

Malam yang Gelap Bagi Jiwa


Pertanyaan!
1.      Pertama kali mengenal Tuhan Yesus saya merasakan sukacita. Mengapa hari ini, hal tersebut serasa menguap?
2.      Saya selalu bersaat teduh, tetapi makin lama makin membosankan, kenapa?
3.      Ketika dilahirkan baru, Tuhan serasa sangat dekat. Setelah melayani bertahun-tahun, mengapa Tuhan terasa jauh?

Setiap anak Tuhan pasti mengalami hal tersebut. Bukan di-akibatkan oleh dosa, tetapi JAUH atas keinginan Tuhan untuk mendewasakan iman kita. Ketika kita menerima Tuhan bukan berarti hidup kita selalu diatas terus, kadang berada di dalam lembah kegelapan. Keduanya bertujuan untuk pertumbuhan iman kita.

St John Of the Cross (1542-1591). Terjadi pada semua orang termasuk para imam imam besar. Tidak tergantung pada tinggi rendahnya iman kita, bahkan Tuhan Yesus mengalami (Mazmur 22:2-3). Bunda Teresha pernah mengalami hal tersebut.

Kenikmatan, biasanya diawal kita mengalami lahir baru (Bayi Rohani). Diawal, Tuhan memberikan kenikmatan rohani sehingga membuat kita sangat bersemangat. Ilustrasi, bagaimana seorang bayi mengenal ibunya? Bukan melalui perkataan dan diskusi melainkan, ketika sang bayi diberikan susu (Kenikmatan) agar dekat dengan ibunya. Kenikmatan rohani diberikan terlebih dahulu agar kita mengenal Tuhan dan dekat pada-Nya.

Ada tiga Kesalahan yang Umum dilakukan. Yaitu :
  • Keserakahan Rohani. Sebuah kondisi ketika melakukan kegiatan rohani dengan tujuan untuk mendapatkan kenikmatan rohani, bukan pencerahan dan pencerahan. Contoh : Pergi ke Gereja hanya untuk merasakan kedamaian.
  • Kesombongan Rohani. Kedekatan, berkat, keindahan hubungan dengan Tuhan tergantung dari usaha manusia. Contoh semakin giat pelayanan semakin dekat dengan Tuhan. Kurang merasa dekat dengan Tuhan, sehingga melayani lebih hebat lagi.
  • Kejengkelan Rohani. Sukacita dan kenikmatan Rohani memudar. Merasa Tuhan jauh, merasa kedekatan kurang dan semakin giat dalam pelayanan (Kseombongan Rohani).
Bagaimana Tuhan yang tau anaknya bertumbuh dewasa, Tuhan akan menarik kenikmatan Rohani dengan tujuan memurnikan motivasi kita. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap kenikmatan Rohani dan motivasi kita untuk memuliakan Tuhan.

  • Keserakahan Rohani. Kerinduan akan Tuhan. Apakah kita tetap mencintai Tuhan walaupun tuhan tidak memberikan kenikmatan Rohani?
  • Kesombongan Rohani. Ingatlah, kedekatan, anugerah, keindahan pada Tuhan bukanlah tidak tergantung pada usaha kita. Tetap yakinah pada Tuhan dan buanglah perasaan bersalahmu.
  • Kejengkelan Rohani. Ketenangan dan kedekatan dalam Tuhan haruslah tanpa membawa motivasi apapun kecuali untuk Tuhan.
Tujuan dari hal itu semua untuk “Memurnikan diri kita, dengan tujuan hanya untuk mencintai Tuhan, tidak ada yang lain”. Ada tujuh cara untuk membantu mengatasi hal ini yaitu:
1.      Bereskan Dosa -> Intropeksi diri Yesaya 59:2
2.      Yakini Hatinya
3.      Percaya akan Tujuan-Nya
4.      Merataplah -> merindukan Tuhan
5.      Selidikilah hatimu -> apakah mengikuti Tuhan dengan tujuan yang benar?
6.      Berbicara dengan mentor Rohani
7.      Tetap tekun.




Thursday, March 7, 2013

Ruang Kosong


Hidup manusia ada suatu ruangan kosong yang tak bisa diisi apapun. Ruangan kosong itu tidak bisa diisi dengan kekayaan, kepandaian, kecantikan atau apapun yang terlihat menarik di dunia ini. Ruangan kosong itu hanya bisa diisi oleh sang Pencipta kita sendiri, yaitu Allah. Ketika  ruang kosong itu tidak diisi oleh Allah, maka hidup manusia akan terasa sepi, hampa dan hopeless.


Apakah Anda tahu Michael Jackson?  Norma Jeane Mortenson atau yang dikenal dengan nama Marilyn Monroe? Britney Spears? Ketiga Artis tersebut sangatlah sukses, harta mereka sangat banyak. Tetapi dibalik kesuksesan mereka, rasa kesepian selalu menghampiri mereka. Michael Jackson selalu membutuhkan obat tidur bahkan ia meninggal karena overdosis, padahal dengan bakat, dan harta yang ia miliki, seharusnya ia dapat tidur nyenyak. Marilyn Monroe, artis yang terkenal dengan kecantikannya, meninggal dunia pada 5 Agustus 1962 karena overdosis. Hidup Britney Spears juga dipenuhi masalah, mulai dari kasus obat-obatan, asmara, dan lainnya. Apa yang menyebabkan hidup mereka terasa kesepian, hampa dan hopeless? Hal ini disebabkan ruangan kosong itu tidak ada Allah. Sesukses apapun kita di dunia ini, tapi jika hidup kita tidak ada Allah, hidup akan terasa hampa dan kosong. Berdasarkan Mazmur 63:1-9, kebahagiaan sesungguhnya bersumber dari Allah sendiri.


Bagaimana ruangan yang kosong itu diisi oleh Allah?  Untuk mengisi ruangan tersebut, kita harus mengalami kehadiran Allah secara pribadi. Bukan mengenal  Tuhan dari orang lain, tapi benar-benar mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita secara pribadi. Setelah mengalami kehadiranNya, kita mau bergaul dan mengenalNya dengan baik, apa yang Allah mau dalam hidup kita. Kita harus menjadikanNya prioritas dalam hidup kita. Setelah mengalami kehadiranNya, kita tidak boleh menjadi orang Kristen yang ”mandul” atau tidak berbuah. Kita harus melekat kepada sang Pencipta seperti ranting yang melekat pada pokoknya (Yoh 15:1-8), begitulah hidup kita, ketika hidup kita melekat pada Allah, kita akan berbuah. Efesus 2: 10, ”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamNya”. Tuhan sangat ingin kita hidup di dalamNya dan mengalami kasihNYA secara pribadi, bukan orang lain yang mengatakan kasihNYA kepada kita.