Pertanyaan!
1. Pertama
kali mengenal Tuhan Yesus saya merasakan sukacita. Mengapa hari ini, hal
tersebut serasa menguap?
2. Saya
selalu bersaat teduh, tetapi makin lama makin membosankan, kenapa?
3. Ketika
dilahirkan baru, Tuhan serasa sangat dekat. Setelah melayani bertahun-tahun,
mengapa Tuhan terasa jauh?
Setiap anak Tuhan pasti mengalami
hal tersebut. Bukan di-akibatkan oleh dosa, tetapi JAUH
atas keinginan Tuhan untuk mendewasakan iman kita. Ketika kita menerima Tuhan
bukan berarti hidup kita selalu diatas terus, kadang berada di dalam lembah
kegelapan. Keduanya bertujuan untuk pertumbuhan iman kita.
St John Of the Cross (1542-1591).
Terjadi pada semua orang termasuk para imam imam besar. Tidak tergantung pada
tinggi rendahnya iman kita, bahkan Tuhan Yesus mengalami (Mazmur 22:2-3).
Bunda Teresha pernah mengalami hal tersebut.
Kenikmatan, biasanya diawal kita
mengalami lahir baru (Bayi Rohani). Diawal, Tuhan memberikan kenikmatan rohani
sehingga membuat kita sangat bersemangat. Ilustrasi,
bagaimana seorang bayi mengenal ibunya? Bukan melalui perkataan dan diskusi
melainkan, ketika sang bayi diberikan susu (Kenikmatan) agar dekat dengan
ibunya. Kenikmatan rohani diberikan terlebih dahulu agar kita mengenal Tuhan dan
dekat pada-Nya.
Ada tiga Kesalahan yang Umum
dilakukan. Yaitu :
- Keserakahan Rohani. Sebuah kondisi ketika melakukan kegiatan rohani dengan tujuan untuk mendapatkan kenikmatan rohani, bukan pencerahan dan pencerahan. Contoh : Pergi ke Gereja hanya untuk merasakan kedamaian.
- Kesombongan Rohani. Kedekatan, berkat, keindahan hubungan dengan Tuhan tergantung dari usaha manusia. Contoh semakin giat pelayanan semakin dekat dengan Tuhan. Kurang merasa dekat dengan Tuhan, sehingga melayani lebih hebat lagi.
- Kejengkelan Rohani. Sukacita dan kenikmatan Rohani memudar. Merasa Tuhan jauh, merasa kedekatan kurang dan semakin giat dalam pelayanan (Kseombongan Rohani).
Bagaimana Tuhan yang tau anaknya
bertumbuh dewasa, Tuhan akan menarik kenikmatan Rohani dengan tujuan memurnikan
motivasi kita. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap kenikmatan Rohani
dan motivasi kita untuk memuliakan Tuhan.
- Keserakahan Rohani. Kerinduan akan Tuhan. Apakah kita tetap mencintai Tuhan walaupun tuhan tidak memberikan kenikmatan Rohani?
- Kesombongan Rohani. Ingatlah, kedekatan, anugerah, keindahan pada Tuhan bukanlah tidak tergantung pada usaha kita. Tetap yakinah pada Tuhan dan buanglah perasaan bersalahmu.
- Kejengkelan Rohani. Ketenangan dan kedekatan dalam Tuhan haruslah tanpa membawa motivasi apapun kecuali untuk Tuhan.
Tujuan dari hal
itu semua untuk “Memurnikan diri kita, dengan tujuan hanya untuk mencintai
Tuhan, tidak ada yang lain”. Ada tujuh cara untuk membantu mengatasi hal ini
yaitu:
1.
Bereskan Dosa -> Intropeksi diri Yesaya 59:2
2.
Yakini Hatinya
3.
Percaya akan Tujuan-Nya
4.
Merataplah -> merindukan Tuhan
5.
Selidikilah hatimu -> apakah mengikuti Tuhan
dengan tujuan yang benar?
6.
Berbicara dengan mentor Rohani
7.
Tetap tekun.
No comments :
Post a Comment