Sunday, March 17, 2013

Malam yang Gelap Bagi Jiwa


Pertanyaan!
1.      Pertama kali mengenal Tuhan Yesus saya merasakan sukacita. Mengapa hari ini, hal tersebut serasa menguap?
2.      Saya selalu bersaat teduh, tetapi makin lama makin membosankan, kenapa?
3.      Ketika dilahirkan baru, Tuhan serasa sangat dekat. Setelah melayani bertahun-tahun, mengapa Tuhan terasa jauh?

Setiap anak Tuhan pasti mengalami hal tersebut. Bukan di-akibatkan oleh dosa, tetapi JAUH atas keinginan Tuhan untuk mendewasakan iman kita. Ketika kita menerima Tuhan bukan berarti hidup kita selalu diatas terus, kadang berada di dalam lembah kegelapan. Keduanya bertujuan untuk pertumbuhan iman kita.

St John Of the Cross (1542-1591). Terjadi pada semua orang termasuk para imam imam besar. Tidak tergantung pada tinggi rendahnya iman kita, bahkan Tuhan Yesus mengalami (Mazmur 22:2-3). Bunda Teresha pernah mengalami hal tersebut.

Kenikmatan, biasanya diawal kita mengalami lahir baru (Bayi Rohani). Diawal, Tuhan memberikan kenikmatan rohani sehingga membuat kita sangat bersemangat. Ilustrasi, bagaimana seorang bayi mengenal ibunya? Bukan melalui perkataan dan diskusi melainkan, ketika sang bayi diberikan susu (Kenikmatan) agar dekat dengan ibunya. Kenikmatan rohani diberikan terlebih dahulu agar kita mengenal Tuhan dan dekat pada-Nya.

Ada tiga Kesalahan yang Umum dilakukan. Yaitu :
  • Keserakahan Rohani. Sebuah kondisi ketika melakukan kegiatan rohani dengan tujuan untuk mendapatkan kenikmatan rohani, bukan pencerahan dan pencerahan. Contoh : Pergi ke Gereja hanya untuk merasakan kedamaian.
  • Kesombongan Rohani. Kedekatan, berkat, keindahan hubungan dengan Tuhan tergantung dari usaha manusia. Contoh semakin giat pelayanan semakin dekat dengan Tuhan. Kurang merasa dekat dengan Tuhan, sehingga melayani lebih hebat lagi.
  • Kejengkelan Rohani. Sukacita dan kenikmatan Rohani memudar. Merasa Tuhan jauh, merasa kedekatan kurang dan semakin giat dalam pelayanan (Kseombongan Rohani).
Bagaimana Tuhan yang tau anaknya bertumbuh dewasa, Tuhan akan menarik kenikmatan Rohani dengan tujuan memurnikan motivasi kita. Kita harus mengubah cara pandang kita terhadap kenikmatan Rohani dan motivasi kita untuk memuliakan Tuhan.

  • Keserakahan Rohani. Kerinduan akan Tuhan. Apakah kita tetap mencintai Tuhan walaupun tuhan tidak memberikan kenikmatan Rohani?
  • Kesombongan Rohani. Ingatlah, kedekatan, anugerah, keindahan pada Tuhan bukanlah tidak tergantung pada usaha kita. Tetap yakinah pada Tuhan dan buanglah perasaan bersalahmu.
  • Kejengkelan Rohani. Ketenangan dan kedekatan dalam Tuhan haruslah tanpa membawa motivasi apapun kecuali untuk Tuhan.
Tujuan dari hal itu semua untuk “Memurnikan diri kita, dengan tujuan hanya untuk mencintai Tuhan, tidak ada yang lain”. Ada tujuh cara untuk membantu mengatasi hal ini yaitu:
1.      Bereskan Dosa -> Intropeksi diri Yesaya 59:2
2.      Yakini Hatinya
3.      Percaya akan Tujuan-Nya
4.      Merataplah -> merindukan Tuhan
5.      Selidikilah hatimu -> apakah mengikuti Tuhan dengan tujuan yang benar?
6.      Berbicara dengan mentor Rohani
7.      Tetap tekun.




No comments :

Post a Comment