Thursday, January 24, 2013

Menjadi Manusia Misioner


            Sering kali mendengarkan tentang misi, apakah kita memberanikan diri menjadi missioner? Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru dengan berkatnya menugaskan untuk keluar memberitakan Injil ke seluruh pelosok. Contoh : Abraham Kejadian 12: 1-3. Tuhan dating dan berkata, “ Pergilah dari negrimu dan sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ke negri yang akan kutunjukan kepadamu; aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu mashsyur; dan engkau akan menjadi berkat.”. Kemudian Abraham dan keturunan-Nya menjadi bangsa yang besar. Kita sebagai orang Kristiani sudah mendapatkan BERKAT, oleh karena itu harus menjadi dan membawa berkat untuk orang lain.

               1 Korintus 5: 16-21. Paulus melalui Firman ini menantang setiap anak Tuhan, untuk tidak hanya diam menerima berkat tetapi juga harus membagikan berkat tersebut kepada mereka yang belum mengenal Tuhan. Bagaimanakah dengan anda?

Ada Tiga Hal yang dikemukakan Paulus melalui tulisannya di 1 Korintus 5: 16-21. Yaitu: 

1.        Paradigma dan Penilaian (ayat 16).  
Sebelum mengenal Tuhan, Kita fokus pada diri sendiri, materi, egois, dan tidak pernah melihat kebutuhan orang lain. Setelah mengenal Yesus, paradigma kita harus berubah, kita tidak hidup sendiri di dunia ini, mungkin ketika melihat kesusahan orang lain hati kita terasa berat. Apakah Yesus dengan Salib-nya membuat hati anda bergetar? Kita juga harus memperhatikan dan melihat orang lain.

Contoh : Ada seorang mahasiswa bernama Jimmy Eliot. Dia seorang mahasiswa terbaik dan terkenal di Universitas Terbaik pula. Banyak Perusahaan menjanjikan kedudukan dan kekayaan kepadanya, tetapi dia lebih memilih mengabdikan diri melayani suku Oka (indian) untuk mengabarkan Injil. Banyak orang-orang terheran-heran mengapa? Kata Jimmy? “Sesuatu yang terbatas bisa habis, apa yang terjadi padaku hanya sementara, namun saya memakai semua ini untuk jiwa-jiwa baru.”

2.      Konsep Hidup kita harus diperbaharui (ayat 17)
Yang lama berlalu, yang baru datang, perilaku dan konsep hidup kita harus berubah ketika sudah mengenal Yesus. Seringkali kita hanya menjadi anak Tuhan di lingkungan Gereja. Setelah itu, peduli amat. Begitulah kebanyakan iman kita. Hidup kita yang baru harus dapat menjadi berkat bagi orang-orang di dunia. Harus membawa Yesus dalam setiap aspek kehidupan, jadi bila orang lain melihat maka berkat itu akan tersalurkan. Orang lain melihat dulu bagaimana kehidupan kita, baru mau ikut bersama dengan kita yang sudah terberkati.

3.      Mempunyai Tujuan Hidup yang baik (ayat 18-21)
Menjadi saksi bagi Kristus, dan menjadi utusannya. Yesuslah raja, utusanNya mengabarkan berita kepada orang yang belum mengenalNya. Cara mudah, melalui kehidupan sehari-hari membawa kasih bagi orang lain. Yesus mengasihi anda, apakah kita mengasihiNya? Jalan satu-satunya adalah menyebarkan kasihNya.

Apakah itu KASIH? Melihat kebutuhan orang lain dan hadir di tengah-tengah mereka. Di Indonesia dengan total jumlah penduduk 250 juta jiuwa, ada 200 suku terabaikan dengan jumlah 130 juta jiwa. Mereka hidup menderita, diabaikan, tidak terdidik, itulah tugas kita di Indonesia menjadi orang Kristen yang misionaris.

  Pendeta Joshua Ting


Friday, January 11, 2013

Pancasila dan Kekristenan


Pancasila Mempunyai Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Jawa Kuna berarti "macam". Kata tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun beraneka-ragam bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini menggambarkan kemajemukkan Bangsa Indonesia. Semboyan ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin (Syair dalam bahasa Jawa Kuno) Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.


Apakah kita berkompromi dengan kemajemukan itu? Alkitab, ditulis selama kurang lebih 1500 tahun. Ditulis dengan banyak bahasa, arab, ibrani, yunani kuno, dan aram. Mengandung unsur dari berbagai daerah dan budaya.


Bukti Alkitab bersifat majemuk. Pelayanan Yesus di Galilea merupakan pelayanan unuk segala Bangsa, nama-NYA dan reputasi-NYA terdengar di seluruh negri. Yesus tidak hanya dapat berkata ibrani, tetapi aram, dan Yunani. Nama Yesus mempunyai banyak nama dengan berbagai bahasa semasa dia di dunia, contoh: Yeshua Hamasiah (Aram), Yesus kristus (Latin). Yohanes 19:19-20 “(19) Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: ”Yesus, orang Nazret, raja orang Yahudi. (20) Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat dimana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin, dan bahasa Yunani”. 


Srimad Valmiki Ramayana seorang tokoh terkenal pada 300SM menyatakan bahwa Indonesia mempunyai banyak etnis dan suku. Dari barat sampai timur ada berbagai perbedaan warna kulit, bahasa, budaya, dan kepercayaan. Oleh karena itu Gereja harus majemuk, tidak hanya identik dengan bangsa dan suku tertentu. Sekarang, budaya Gereja Barat mempengaruhi cara beribadah umat Kristiani di Indonesia. Di Timur tengah tempat mula-mula munculnya umat Kristen mempunyai cara beribadah yang berbeda. Walaupun budaya berbeda tetapi ESENSINYA harus benar.  

              
Sebagai orang Kristiani, mungkin berpikir kenapa banyak di musuhi di Indonesia? Apakah Pancasila gagal? Anggapan tersebut salah. Justru ketika tidak adanya Pancasila tambah mengakibatkan kekacauan. Ketika Pancasila ditinggalkan, maka Indonesia di tinggalkan. Karena itu sebagai umat Kristiani tidak boleh memusuhi terhadap mereka yang beragama dan suku lain, tetapi bersama membangun Indonesia.


"Bambang Nursena, Pendiri Lembaga Kristen Sinia dan pengajar Cipta Wacana Malang."