Wednesday, December 31, 2014

Bila Tuhan Menghendakinya

Bila Tuhan Menghendakinya

1 Yakobus 4:13-17

Di waktu tutup Tahun 2014, ada kejadian yang menyedihkan, yaitu hilangnya pesawat air asia. Mereka mungkin merencanakan untuk mrnghabiskan akhir tahun di Singapore, tapi Tuhan menghendaki yang lain.

Tentunya di tahun ini, kita mempunyai resolusi. Tapi kita harus memperhatikan beberapa hal.

Pertama, Jangan mengandalkan kemampuan sendiri (13-14). Seperti kalimat didalam Yeremia 17:5-7.  Yakobus ingin mengatakan bahwa hidup manusia tidak dapat di prediksi,  ini adalah rahasia Allah.  Lalu bagaimana kita meyakinkan diri kita dapat melalui semua itu? Bersandarlah pada Tuhan.

Kedua,  Berserah pada kehendak Tuhan (ayat15). Deo Valente (Jika Tuhan berkehandak), suatu bentuk penyerahan total kepada Tuhan. Mengisi hidup kita sesuai dengan yang Tuhan kehendaki.

Yakobus menegur perencanaan yang muncul dari kesombongan manusia dalam kemampuan untuk menentukan jalannya masa depan. Manusia tidak dapat menentukan hidupmu. Amsal 27:1, '' Jangan memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. ''.

Ketiga, jangan congkak(ayat 16). Seringkali ketika sudah punya harta,  menyelesaikan segala sesuatu dengan uang, mulai menyingkirkan Tuhan.

Apa yang harus kita lakukan? Kata-kata '' jadi sekarang'' menurut penafsir,  bahwa ini merugikan merupakan ungkapan yang menyuruh berhenti untuk berpikir dan merenung dihadapan Tuhan.



Saturday, September 27, 2014

Transformasi hidup dalam Ibadah

Mazmur 95:6-11
Bangsa israel adalah bangsa yg amat beribadah kepatada Tuhan.  Lalu mengapa mereka belum mengalami transformasi hidup?

Transformasi adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam hidup yang terjadi luar dan dalam.

Di Meriba orang israel mencobai Tuhan. Padahal sebelumnya mereka sudah pernah melihat muzizat Tuhan selama di Mesir.

Namun semua perbuatan Tuhan itu tidak mengubah hati Israel mengapa?  Mereka adalah bangsa yang sesat.

Mengapa?
1. Mereka mudah sekali melupakan segala kebaikan Tuhan.  Mazmur 103:2
Bila orang Kristen tiap hari di segala pergumulan hidup nya maka kehidupan rohani kita akan menjadi kuat sedikit demi sedikit.

2. Ibadah telah menjadi rutin dan mekanis. Sebuah tragedi besar ketika orang percaya yang beribadah, tidak mengalami perubahan hidup.


Dua langkah untuk mencegah ibadah menjadi rutinitas.
1. Setiap kali beribadah, rendahkan dirimu dan berserah total kepada Tuhan. Ayat 6. Konsep ibadah yg benar tidak terpusat pada apa yang kita dapatkan, tetapi apa yang dapat kita berikan kepada Tuhan.

Hal seperti apa yang dapat kita berikan sewaktu ibadah? Pujian yang meluap dari hati.

2. Berkonsentrasi mendengar suaranya. Ayat 7. Dalam ibadah, dimanakah kita dapat mendengarkan suara Tuhan?
1. Pembacaan Alkitab dalam ibadah.
2. Pemberitaan Firman Tuhan.

Kesaksian seorang Kristen bersaksi, sejak mempraktekkan ibadah sejati, tiga bulan kemudian ia merasakan perubahan di dalam dirinya. Alah menyatakan dirinya dalam pikiran alam bawah sadarnya, maka ia mengalami transformasi hidup luar biasa.

Saturday, September 6, 2014

Menghadapi Transformasi Hidup

Mazmur 95

Charels Spurgeon mengatakan Mazmur 95 sebagai lonceng gereja yang memanggil jemaat beribadah. Mengundang orang-orang untuk masuk ke hadirat Allah. Untuk mengalami transformasi Hidup. Bagaimana caranya?

Pertama, pengenalan terhadap Tuhan Allah (ayat 1-7a). Berisi pengakuan Allah yang kita sembah adalah Allah yang besar.  Pada waktu itu Yahwe bukan satu-satunya allah yang disembah. Namun pada ayat ini di katakan Allah kita mengatasi segala allah yang ada, bahkan bumi dan segala isinya adalah kepunyaan-Nya.

Pengenalan akan kebesaran karya Tuhan, menyebabkan pemazmur mengundang umat untuk : 1.bersorak - sorak untuk Tuhan yang empunya kehidupan (ay 1).

2. Menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur (ay2).

3.  Sujud menyembah di hadapan Tuhan (ay 6).

Kedua, respon kita akan jalan keselamatan dilihat oleh Tuhan. Perhatikan umat Israel mencobai Tuhan dengan mengatakan '' Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak? '' (Ayat 7). Apakah ketika dalam masa sulit engkau pernah berkata seperti itu? Perhatikan Ibrani 3:7.

Bagaimana dengan kita yang hidup masa kini? Apakah engkau meresponi firman Tuhan dengan lembut. Jangan keraskan hati, karena transformasi tidak akan terjadi. Selama masih ada kesempatan lembutkan hatimu, karena waktu hidupmu tidak ada yang tahu.

Saturday, August 30, 2014

Dari ujung bumi ke ujung bumi

Filipi 1:1-11

Kisah 1:8, merupakan pesan terakhir dari Yesus, tentang misi. Banyak orang ikut Tuhan, karena ingin sesuatu, seharusnya kita memberi pada orang lain.

Dalam kalimat itu ada kota Yerusalem, Yudea,  dan Samaria yang di sebutkan. Yerusalem tempat dimana Yesus di salibkan. Yudea dimana kristen di tolak. Sedanfkan orang Samaria sering kali dianggap kafir. Ini tidak mudah, tapi murid Yesus berjuang. Kemudian sampai ujung bumi, yaitu Filipi. Mengapa Filipi, karena jemaat disana memiliki budaya yang benar benar berbeda dibandingkan bangsa israel. Dan posisi kita ini sama seperti bangsa Filipi, berada di ujung bumi, memberitakan Injil sampai ujung bumi yang lain.

Filipi 1:5, Paulus mengajak untuk berpatisi pasi dalam Gospel. Lalu apa yang dilakukan jemaat di filipi?

1. Mendukung misi Paulus, dalam dana dan sarana. Bukan sekedar doa.

2. Membantu pelayanan Paulus di Yerusalem.  Gereja Filipi membantu Gereja Yerusalem, karena di sana miskin. Paulus memerintahkan mereka untuk mendukung.


Keadaan Gereja Filipi, terletak di makedonia, dan Paulus pernah menulis tentang Gereja makedonia, ditulis bahwa Gereja disana mengalami berbagai penderitaan dan miskin (2 Kor 8:1-3). Bukan karena mereka kaya, mereka membantu, justru ditengah penderitaan.

Saturday, August 16, 2014

Menjadi saksi di Yudea

Kis 8:1-3, 11:19

Penganiayaan pada pasal 8, masih tetap berlangsung sampai sekarang. Tidak ada situasi damai ditengah pemberitaan injil dari dulu sampai sekarang. Ditengah dunia seperti ini ada kabar baik yang diberitakan (Lukas 2). Hanya injil yang dapat menyelamatkan orang (Kis 4:12).

Karena itu perintah Tuhan Yesus (Mat 28:19).  Perintah bukanlah sebuah opsi, tetapi sesuatu yang harus dilakukan, walaupun di tengah dunia yang makin rusak. Para murid di perintahkan keluar dari yerusalem untuk menyebarkan injil ke seluruh dunia, yang pertama adalah Yudea.

Titus 3:5, Kristen bukanlah merupakan semua agama saja. Agama memang mengajarkan untuk berbuat baik, tapi bukan perbuatanmu yang menyelamatkanmu. Hanya melalui injil hidupmu mengalami transformasi.

Pernakah kamu mempunyai hutang? Tentunya itu harus dibayar, bila tidak dilunasi Itu tentu tidak baik. Ini sama halnya dengan injil, kita hutang injil (Roma 1:14). Sama seperti Paulus yang merasa berhutang.

Mulai kapan kita memberitakan Injil? Pernahkah ketika engkau merasa amat haus, dan tidak membawa air, kamu kebingungan dan segera mencari air entah itu beli atau meminta. Seperti itulah urgensi pengabaran Injil.

David Livingstone, '' If we wait till we run no risk, the gospel will never be introduced into the interior''.  '' I place no value on anything on possess, except in relation with God''.

Lalu apakah kita sudah menjadi fungsi yang benar di hadapan Tuhan?

Saturday, August 2, 2014

Dedikasi Seorang Pelayan

Kis 23:1, 24:16, 2 Tim 1:3.

Sejauh apa hati nurani itu penting?  Kis 23:1, ketika Paulus mengatakan bahwa hidupnya penuh hati nurani kepada Allah, namun tokoh agama marah dan menampar,  kenapa? Padahal Paulus tidak menghina, tetapi tatapanya mengandung arti bahwa banyak orang disana yang tidak mempunyai hati nurani yang murni.

Paulus dalam pelayanannya mementingkan hati nurani.  Titus 1:15-16.  Banyak orang tercemar, mereka yang melakukan hal yang salah dengan tanpa penyesalan.  Lebih parahnya banyak dari mereka mengaku Kristen, tapi perbuatan sehari-hari mengandalkan diri sendiri,  inilah najis.

Paulus mengatakan pada 1Tim 4:1-2, bahwa ada banyak orang mengikuti ajaran sesat,  dan hati nuraninya tumpul,  tidak hanya pada akhir jaman, tapi juga sekarang.

Mulailah menjaga dan introspeksi. Apakah ketika engkau beribadah, agar dilihat orang?  Karena ketika hidupmu mempunyai hati nurani yang murni,  dapat menarik orang lain untuk mengenal siapa Tuhan kita.

Peranan Roh Kudus dalam Bersaksi

Kisah Para Rasul 1:8

Roh kudus diberikan sebelum Yesus naik ke surga, agar kita dapat menjadi saksi.  Di dalam diri kita ada roh kudus, seharusnya kita bergerak menjadi misi Tuhan.

Semua yang memiliki roh kudus seharusnya menjadi saksi Kristus, apakah kamu sudah? Jika kita punya roh kudus, pastilah dirikita tergerak untuk mengabarkan.

Bersaksi tidak hanya dengan perbuatan baik, tetapi juga dengan kata-kata.  Tiap hari kita pasti bertemu dengan mereka yang belum percaya, tapi apakah kita menggunakan kesempatan itu?

Bersaksi tidak mengkristenisasi orang, tetapi mengenalkan kasih Yesus. Bukan tugas pendeta, tetapi tugas setiap jemaat.  Bukan hanya pendeta yang penting, tetapi semua jemaat di undang menjadi saksi-saksi Kristus.

Berdoalah untuk saudara, teman, rekan bisnis yang mereka belum percaya.

Kenapa tidak ada pertumbuhan jemaat Gereja? Itu karena jemaat tidak bersaksi. Jangan takut gagal atau penolakan.  Walaupun mereka tidak percaya dengan apa yang kita beritakan, itu berarti kita tidak gagal, karena kita sudah menjadi saksi Kristus.

Saturday, July 19, 2014

Dedikasikan Hidupmu


Lukas 8:1-3, Ams 3:9

Sekolompok wanita ini terus mendukung pelayanan Yesus. Disalibkan (luk 23:49) dan dikuburkan (Mrk 16:9, Yoh 20:11-18, Luk 23:55), bahkan ketika dia bangkit.

Ketika Yesus di siksa, mereka mendampingi, sedangkan muridnya lari. Ketika Yesus di salib mereka berada di sampingnya.  Ketika Yesus di kubur mereka membawa rempah-rempah. Ketika Yesus bangkit, Ia menemui para wanita itu.  Lalu bagaimana bisa setia seperti itu?

Pertama,  karena ucapan syukur atas keselamatan. Dicatat dengan jelas bahwa mereka dibebaskan dari roh jahat.

Kedua,  ucapan syukur atas pelayanan pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil dalam catatan 4 kitab injil menekankan akan FIRMAN TUHAN  dan diikuti mujizat(Mat 4:23-25). Karena itu keselamatan menjadi utuh, baik jasmani dan rohani.

Jangan dedikasikan hidupmu kepada Tuhan karena mujizatnya, karena itu salah. Ikutlah Tuhan karena Firmannya.

Thursday, July 10, 2014

Bertumbuh bersama Dia

Yohanes 13:34-35,

Pertumbuhan fisik mudah diketahui, tapi pertumbuhan motivasi terhadap Tuhan susah diketahui. Apalagi motivasi kita terhadap Tuhan, siapa yang tau? Tuhan berkata agar kita mengikut Dia memikul Salib.

Bukan berarti datang kepada Tuhan mencari berkat itu salah, tetapi mengikut Tuhan pasti mengalami penderitaan. Kekristenan yang sejati terlihat dari kehidupan kasih kita di luar Gereja. Apa artinya antusias di Gereja tapi di luar bertindak berbeda. Pertumbuhan iman harus terlihat di dalam lingkungan apapun itu. Kehidupan kita berkutat di dalam KASIH. Itu yang terutama.

Jika engkau memiliki kasih, ada tiga hal yang wajib bertumbuh, yaitu:
1. Sopan santun. Kita boleh mengenal firman Tuhan, tetapi harus santun dalam menyampaikannya. Harus menjadi pribadi yang hangat. Orang yang tidak punya sopan santun, pasti mengalami banyak benturan.

2. Rendah hati. Sikap Yesus yang selalu di hina, namun tetap memaafkan mereka, itulah rendah hati.

3. Mengampuni. Ini yang paling susah. Namun karena Tuhan sudah mengampuni kita, seharusnya kita juga harus bisa mengampuni orang lain (Ef 4:35, Kol 3:13).

Caranya bertumbuh didalam kasih dengan belajar membaca Alkitab setiap hari, berdoa, merenungkan firman Tuhan, dan minta Tuhan memberi rendah hati, sopan santun, dan pengampunan.

Sunday, July 6, 2014

Dedikasikan Hidupmu

Roma 12:1

Dalam kehidupan banyak manusia mendedikasikan hidup kita pada profesi. Marijke Werimon Baker, perempuan Belanda yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani di tanah papua, sudah pulujan tahun. Melepaskan semua kenikmatan duniawi.

Dedikasi adalah pengorbanan tenaga dan pikiran untuk suatu usaha.  Bukankah ini yang di tuntut Yesus kepada kita.  Matius 19:21-22.

Persembahkan TUBUH mu di dalam tangan Tuhan.  Sungguh berat. Hidup bukanlah badan tapi totalitas hidup kita,  pikiran, emosi, arah, dan tujuan hidup kita dipersembahkan. Hidup untuk menempuh kehidupan baru, yang menjauhi dosa.

Hari ini apa yang menghalangi engkau mempersembahkan hidupmu? Dosamu yang kau tumpuk? Kata Yesus, tinggalkan semuanya itu. Bukankah Kristus sudah memberikan dirinya kepadamu? Lalu saat inilah bagi kamu untuk mempersembahkan hidupmu. Roma 14:8.

Dedikasikan Hidupmu

Roma 12:1

Dalam kehidupan banyak manusia mendedikasikan hidup kita pada profesi. Marijke Werimon Baker, perempuan Belanda yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani di tanah papua, sudah pulujan tahun. Melepaskan semua kenikmatan duniawi.

Dedikasi adalah pengorbanan tenaga dan pikiran untuk suatu usaha. Bukankah ini yang di tuntut Yesus kepada kita. Matius 19:21-22.

Persembahkan TUBUH mu di dalam tangan Tuhan. Sungguh berat. Hidup bukanlah badan tapi totalitas hidup kita, pikiran, emosi, arah, dan tujuan hidup kita dipersembahkan. Hidup untuk menempuh kehidupan baru, yang menjauhi dosa.

Hari ini apa yang menghalangi engkau mempersembahkan hidupmu? Dosamu yang kau tumpuk? Kata Yesus, tinggalkan semuanya itu. Bukankah Kristus sudah memberikan dirinya kepadamu? Lalu saat inilah bagi kamu untuk mempersembahkan hidupmu. Roma 14:8.

Dedikasikan Hidupmu

Roma 12:1

Dalam kehidupan banyak manusia mendedikasikan hidup kita pada profesi. Marijke Werimon Baker, perempuan Belanda yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani di tanah papua, sudah pulujan tahun. Melepaskan semua kenikmatan duniawi.

Dedikasi adalah pengorbanan tenaga dan pikiran untuk suatu usaha. Bukankah ini yang di tuntut Yesus kepada kita. Matius 19:21-22.

Persembahkan TUBUH mu di dalam tangan Tuhan. Sungguh berat. Hidup bukanlah badan tapi totalitas hidup kita, pikiran, emosi, arah, dan tujuan hidup kita dipersembahkan. Hidup untuk menempuh kehidupan baru, yang menjauhi dosa.

Hari ini apa yang menghalangi engkau mempersembahkan hidupmu? Dosamu yang kau tumpuk? Kata Yesus, tinggalkan semuanya itu. Bukankah Kristus sudah memberikan dirinya kepadamu? Lalu saat inilah bagi kamu untuk mempersembahkan hidupmu. Roma 14:8.

Tuesday, January 28, 2014

Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu di tahun 2014


Sebuah lembaga Riset melaporkan
-Smartphone 70 persen fiturnya tidak dipakai
-Sebuah mobil mewah 70 persen speednya mubazir
-Sebuah vila yang mewah 70 persen luasnya dibiarkan kosong
-Sebuah universitas, 70 persen materi kuliah tidak diterapkan.
-Seabreg kegiatan sosial masyarakat 70 persen iseng tanpa makna. Hanya ikut-ikutan.
-Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah 70 persen nganggur.
-Seumur hidup cari duit banyak-banyak 70 persen di nikmati ahli waris.

Ini adalah sebuah gambaran, ada begitu banyak hal dan waktu kita sia-siakan. Tidak memaksimalkan waktu di hadapan Tuhan. Jika kita hitung, hidup kita rata-rata 70 tahun, efektifitas hidup cuma 21 tahun, lainnya sia sia. Lalu apakah di tahun 2013 kita membuang waktu selama sembilan bulan? Sungguh sesuatu yang sangat menyedihkan. Ada begitu banyak yang kita sia-siakan. Saat bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, rentang waktu ke tanah Kanaan itu singkat, tapi mereka berputar putar 40 tahun di padang gurun, sungguh membuang waktu. Alkitab mengatakan, ini disebabkan oleh karena ketidak-taatan dan penghianatan.

Tuhan membentuk mereka selama 40 Tahun. Tapi mereka terus memberontak dan tidak taat. Sekarang engkau dan saya sudah mengakhiri tahun 2013, berapa lama waktu yang engkau buang percuma? Ketika memasuki masa peralihan pasti mengalami berbagai masalah yang tidak menentu. Apalagi dihadapkan suatu masa peralihan kepemimpinan (Pemilu) di tahun 2014, sama seperti pengalihan kepemimpinan dari Musa ke Yosua. Ada ketakutan didalam hati Yosua, “Apakah  saya bisa menggantikan posisi Musa?”.

Walaupun kepemimpinan Musa berhenti, tapi Allah tetap menyertai, karena Dia itu hidup. Kematian seseorang tidak akan mengakhiri kepemimpinan Tuhan dalam hidup. Dalam kehidupan pasti menghadapi kondisi keterpisahan dengan orang yang kita kasihi, sering kali kita putus asa, tapi ingatlah penyertaan Allah tidak pernah mati. Penyertaan Allah tidak berarti meniadakan problem atau masalah, justru semakin ada cobaan yang datang.

Selama masa 40 tahun di padang gurun terjadi peralihan, dari generasi yang keluar dari perbudakan di Mesir ke generasi yang lahir selama masa penggembaraan. Generasi baru tersebut tidak pernah mengalami kesusahan ketika di Mesir. Tetapi Yosua yang dahulu mengetahui permasalahan generasi pertama, sekarang memimpin generasi baru, untuk mengatur merupakan tantangan. Apalagi ketika sudah menginjak di tanah Kanaan otomatis harus menyesuaikan pola hidup yang baru.

Ketika masuk di tahun 2014, percayalah Tuhan tetap menyertai kita. Kalau ada kebiasaan yang buruk pada tahun 2013, tanggalkanlah itu, karena engkau akan masuk masa yang baru. Ayat 6, 7, dan 9 mengajarkan agar kita tetap teguh dan menguatkan hati kita, karena Tuhan selalu menyertai kemanapun kita pergi.

Pernahkah engkau memikirkan tahun 2014, inflasi Indonesia 2013 kenaikan sebesar 25.8 persen, Dollar semakin tinggi, dan akan terjadi peralihan kepemimpinan nasional, apakah kamu tidak cemas? Pada waktu itu bagaimana engkau menghadapinya. Di tengah masa seperti itu kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Untuk menguatkan hati kita haruslah tiap-tiap saat merenungkan firman Tuhan dan rajin beribadah (Ayat 8a).

Walaupun di depan ada permasalahan dan kegalauan terhadap 2014, ingatlah janji firman Tuhan, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung ayat 8b. Jangan sampai kecemasan membayangi kita. Tuhan ingin setiap kita untuk merenungkan firman siang dan malam, maka tuhan akan menyertai sesuai janjinya. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.

Saturday, January 25, 2014

Berkenan di Hati Allah


Apakah motivasimu untuk melayani Tuhan? Setiap pribadi punya jawaban yang berbeda. Ada yang ingin terkenal, untuk mengisi waktu, cari pasangan hidup, cari relasi kerja, dan ada yang benar-benar untuk melayani. Contoh coba kita perhatikan dari seluruh anggota paduan suara, adakah yang benar-benar bergabung dengan tujuan melayani Tuhan, atau karena memang suka menyanyi? Perselesihan antar pekerja ibadah kerap kali terjadi, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak melayani Tuhan. Apapun yang terjadi pelayanan harus Berkenan di Hati Allah (Kisah Para Rasul 13:22; 1Samuel 13:14, Wahyu 2:4)

Artikel dari Christianty Today edisi Mei 1992 berkisah tentang Donald V Seibert. Mengawali kariernya sebagai perajin sepatu, dan pada tahun 1974 dipercaya memimpin perusahaan retail J C Penny dengan lebih dari 2000 cabang di seluruh dunia. Dari awal Ia bekerja hingga sekarang tetap teguh  dengan motto "Excellence for The Glory of God". Semua kebanggan, keunggulan, kebaikan, dan kehidupannya untuk kemuliaan Tuhan. Jangan seperti Saul, awalnya Ia adalah orang hebat. Seiring perjalanan hidupnya, ia tidak menuruti perintah Tuhan. Walaupun sudah memenangkan banyak peperangan, tapi tidak berkenan kepada-Nya. Karena itu Tuhan menurunkan dari kedudukannya (Kisah Para Rasul 13:22).

Dalam mengambil bagian untuk melayani Tuhan, apakah kita berkenan pada-Nya? Hal ini dapat diperhatikan dalam tiga bagian, yaitu:
1. Pertama ketika menghargai panggilan Allah
Ketika kita terpanggil untuk melayani Tuhan, kita harus benar-benar menghargai-Nya. Ketika muda Daud diberikan tanggung jawab yaitu menggembalakan domba. Dia memandang gembala sebagai panggilan hidup dari Allah, walaupun merupakan pekerjaan kelas rendah dan banyak binatang buas mengancam, Ia tetap mati-matian melindungi domba-dombanya.  Bukan sekedar melindungi domba, tapi ia memberikan seluruh hidupnya untuk Tugas yang diberikan Allah. Apakah kita sepemberani Daud? Ataukah anda kabur ketika domba diserang serigala?  Sadarlah jangan main-main terhadap panggilan Allah.

2. Ketika kita dengan segenap hati mengasihi Allah.
Charles Haddon Spurgeon (1834 - 1892) seorang pembabtis dari Inggris. Yang semasa hidupnya sudah membabtis lebih dari 10 juta orang. Salah satu quote terbaiknya, “Jika kasih Kristus menguasai anda, kasih itu akan membuat anda mengasihi sesama, karena kasih-Nya adalah kasih terhadap sesama, kasih terhadap orang-orang yang tidak dapat memberi pelayanan kepada-Nya, yang tidak layak menerima apapun dari Dia”.

Ketika terlibat dalam pelayanan, apakah kamu mengasihi Tuhan dan sesama? Wahyu 2, menjelaskan Efesus merupakan jemaat yang luar biasa, melayani tanpa mengenal lelah. Begitu giat dan tekun melayani, tetapi Tuhan melihat ini adalah suatu pembusukan yang terjadi dari dalam, karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Kasih seperti Yeremia 2:2 dan Yohanes 15:13 yang diinginkan-Nya.

Tuhan mempercayakan pekerjaan ini kepada kita, ingatlah kasih kepada Tuhan. Ketika ada perselisihan, kesedihan, salah-paham, atau tersinggung didalam melakukan pelayanan, tetaplah ingat akan kasih Kristus yang mati untuk kita. Tepatkanlah dirimu sesuai yang Tuhan inginkan. Berangkatlah dari Kasih Kristus yang menguasai.

3, Ketika kita melayani penuh kesetiaan kepada Allah.
Matius 25:21 dan Lukas 19:17, ketika yang dipercayakan mungkin masih sangat sederhana, tetapi ketika engkau setia pada percaya, Tuhan akan memberikan engkau tanggung jawab yang lebih besar. Ada kepercayaan yang lebih besar menanti anda, berkat yang lebih besar yang ‎​siap Tuhan anugerahkan. Daud yang dahulu hanya menggembalakan domba, di perjalanan hidupnya ia menjadi seorang raja.

Ilustrasi, ada seorang Arsitek terkenal sudah lanjut usia, kemudian mengajukan diri untuk pensiun, tapi masih dibutuhkan perusahaan tempat ia bekerja. Pemilik perusahaan mengajukan satu proyek terakhir sebelum ia pensiun. Ia diharuskan untuk membangun sebuah rumah di atas tanah 500 meter persegi dalam waktu satu tahun. Boleh dibangun dengan biaya berapapun dan model apapun. Ternyata arsitek ini menyelesaikan tugasnya dalam waktu enam bulan dengan bahan kelas tiga, dan luas bangunan hanya 100 meter persegi, sisanya cuma tanah lapang. Tibalah hari dimana Arsitek itu pensiun, dan untuk mengenang jasanya, pemilik perusahaan mengadakan pesta dan memberikan proyek terakhir tersebut sebagai hadiah pensiun. Menyesallah ia, karena sudah terlanjur dibangun dengan kualitas rendah.

Kadang berpikir seperti Arsitek ini, pelayanan seadanya, terburu-buru, cepat-cepat agar bisa pulang, malas kerjain yang susah-susah, yang penting jadi, dan lain-lain. Sebenarnya apa yang kita kerjakan hari ini, akan dituai ketika berjumpa dengan-Nya. Adakah pelayanan yang dibangun sampai hari ini benar-benar berkenan kepada Tuhan? Apapun yang kalian lakukan harus dengan semangat Excellence for The Glory of God. Tunjukan kasih setiamu kepada Kristus. Percayalah ada berkat yang lebih besar yang menunggu. (rob)

Iman Kristen dan Ekologi


Siapakah pemilik alam semesta ini? Tuhan adalah pencipta (Kej 1:1) dan ditopang oleh karena Firman (Yoh 1:1-3). Tuhan adalah pemilik alam ini (Maz 24:1), dan Allah adalah Tuhan atas bumi ini (Yes 54:5). Tuhan yang menetapkan hukum alam dengan musim-musimnya, dan mengatur seluruh isinya (Maz 19:2-7)

Mandat bagi manusia untuk mengatur alam semesta. Seluruh keturunan manusia membawa Gambar-nya (Kej 5:3). Karena manusia bermoral, seharusnya berbeda dari mahluk ciptaan yang lain. Tuhan menciptakan manusia, untuk berkuasa atas alam ini. Tujuan manusia menaklukan alam semsesta untuk kemuliaan Tuhan.

Kemampuan manusia tidak perlu diragukan sekalipun sudah berdosa (Kej 11:6). Namun manusia harus sadar bahwa dirinya bukan independen tapi dependen, sebagai bagian integral dari alam ini (Manusia diciptakan terakhir setelah semua disediakan). Manusia sebagai penatalayan harus kembali kepada Tuhan. Seluruh alam sudah menantikan pembebasan (Roma 8:18-25) dan penantian langit bumi baru. Artinya manusia harus bertanggung jawab atas dunia.

Pelihara dan pahami ekologi dan alam ini. Pemeliharaan tergantung dari manusia, ekonomi, sains dan teknologi (Dengan perkembangannya sains bunga mawar tidak selalu merah, bisa hitam, ungu, kuning). Sains telah menolong kita banyak, contoh kertas untuk mencetak alkitab. Teknologi juga yang dapat menciptakan aliran perairan yang baik.

Lalu apalagi yang harusnya kita pahami? Pertambahan penduduk yang tidak sebanding dengan pertambahan lahan hijau, mengakibatkan bertambahnya emisi karbon. Hutan-hutan tiap hari di babat habis. Contoh 1 pohon pinus menghasilkan 80500 lembar kertas, dengan Masa tanam 15-20 tahun. 1 pohon akasia usia 5 tahun menghasilkan 1 rim kertas. Kemudian pengambilan mata air yang secara membabibuta, padahal mata air yang baik terbentuk memerlukan waktu 100 tahun. Melihat dari ini semua, marikita berusaha bertanggung jawab.

Mulailah dari contoh sederhana. Pakai ac seperlunya, jangan membuang rokok sembarangan, hematlah kertas, pakai air secukupnya, jangan buang sampah sembarangan, dan banyak contoh sederhana lainnya. Walaupun Cuma tindakan sepele, bila banyak orang melakukan, bumi ini akan menjadi semakin indah.