Monday, December 31, 2012

Living as GOD’s People (Discerning the will of God through the Pentateuch)


Pentateuch berasal dari bahasa Yunani “Pentateukhos” berarti kitab berisi lima kotak, atau terdiri dari lima gulungan (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan).

Hidup Manusia dari dulu hingga sekarang diliputi oleh DOSA, mampukah anda hidup sebagai GOD’s People. Berawal dari Adam dan Hawa (Kejadian 3:6), Kain membunuh Habel (Kejadian 4:8),  menara BABEL (Kejadian 11: 1-9), hingga sekarang seperti hiburan malam, narkotika, mabuk, sex bebas, uang dan lain.

Bila dalam keadaan terhimpit janganlah terjun kedalam dosa, tetapi berteriaklah kepada Tuhan seperti yang dialami bangsa Israel ketika keluar dari Mesir Keluaran 2:23-25. Tuhan mendengar (Mazmur 34:14), melihat (Mazmur 94:9) dan peduli (Keluaran 3:9-10) atas segala permasalahan bangsa Israel pada jaman Musa sampai permasalahan kita saat ini. Living as God’s People bukan hanya menyimpan masalahmu, tetapi bukalah hatimu kepada Tuhan maka hatimu akan dipulihkan.
Hakekat dari dosa adalah manusia ingin menjadi Tuhan itu sendiri. Ditengah segala dosa manusia, Tuhan masih memelihara kita melalui Sepuluh Perintah Tuhan (Keluaran 20:3-17), yaitu :
  1. Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Ku.
  2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun. . . jangan sujud menyembah kepadanya.
  3. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat.
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini apapun yang di punyai sesamamu.

Pembagian sepuluh dasa titah dibagi menjadi dua. Hukum kesatu hingga keempat ditujukan mengatur hubungan dengan Tuhan, sedangkan hukum kelima hingga kesepuluh dipakai untuk mengatur hubungan antar sesama. Hukum kelima “Hormatilah ayahmu dan ibumu” merupakan jembatan atas pengelompokkan dasa titah. Mengapa seperti itu? Bila kita tidak menghormati Orang Tua kita maka mungkin menghormati Tuhan. Keluaran 21:15,17 : “Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati. Siapa yang mengutuk ayahnya atau ibunya, ia pasti di hukum mati”. Hormatilah ayah dan ibumu tanpa syarat, tanpa mereka kita tidak dapat lahir di dunia. Mengapa? Ada tiga alasan, yaitu:
  1. Secara Teologi. Karena mereka wali kita dan mereka tidak bisa memilih. Jikalau mereka diberikan hak memilih, tentu yang dipilih bukan kita tetapi adalah anak sempurna: yang baik, pintar dan juara dalam segala bidang (Sekolah, music, olahraga, dll), kuat, bagus secara fisik, mendengarkan kata orang tua, dan lain-lain.  Tetapi kitalah yang hadir sekarang ini, kalau kita dan orang tua menolak itu sama saja menentang ketetapan Tuhan.
  2. Secara Moral. Kita berhutang kepada mereka. Mereka yang melahirkan, menjaga, mendidik anaknya.
  3. Secara Praktis. Waktu kita untuk menghormati mereka terbatas. Tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil.

Dan untuk para orang tua, janganlah membangkitkan amarah anak-anakmu tetapi didiklah mereka dengan ketetapan Tuhan (Efesus 6:4).

Kebanyakan manusia mencari sesuatu untuk kepentingan dan kemuliaan mereka. Dalam hidup kita harus mencari kemuliaan Tuhan dan ambil bagian dalam rencana-Nya. Keluarlah dari zona nyaman (keluaran 3:10), jangan menjadi manusia egois. Ingatlah segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah milik Dia (Kolose 1:16), ketika manusia meninggal tidak ada sesuatu pun hal duniawi yang dibawa. Lalu perjalanan hidup manusia untuk apa? Lahir dari bayi, sekolah, menikah, punya anak, bekerja, kemudian meninggal. Jadilah panggilan Tuhan untuk melayani.

Panggilan Tuhan bukan berarti menjadi seorang Pendeta. Hal tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bidang. Apapun profesi kita, setiap manusia dapat dipakai untuk menjawab panggilan Tuhan. Rencana Tuhan tidak dapat digagalkan manusia. Ketika engkau di panggil menjadi hambanya, kita tidak bisa lari. Sama seperti Musa ketika dipanggil Tuhan untuk membebaskan orang Israel dari Mesir, Musa selalu memakai alasan-alasan untuk menolak (keluaran 3:10-13, keluaran 4:1). Sekali Tuhan berfirman tiada satupun manusia dapat lari. Kebanyakan manusia hidup egois mencari kemuliaan sendiri. Dalam hidup manusia harus mencari kemuliaan Tuhan dan ambil bagian dalam rencana-Nya.

Martin Luther King berkata, “If a man hasn’t discovered something he is willing to die for, he is not fit to live.”. Jika manusia tidak menemukan tujuan hidup dan siap mati untuk itu, maka apa gunanya hidup. Ready to die and living as a God’s people. < Youth Camp 2012 SAAT>.