Sunday, August 25, 2013

Kematian tidak Menakutkan


Kematian apakah menakutkan? Apalagi bila menghadapi vonis sebulan lagi meninggal, bagaimana perasaan anda? Secara naluri, semua orang ‎​​‎​​takut mati. Terlebih bila orang yang di kasihinya mati. Siapapun dia setinggi apapun status di dunia, manusia pasti mati.

Kenapa kematian itu menakutkan? Coba kita analisa pakai logika. Kematian itu sebuah misteri. Contoh ketika mendapatkan voucher satu bulan pergi ke luar negri, tapi tujuannya di rahasiakan. Kita pasti bertanya kemana kita pergi. Tentu kita bingung, kalau ke Singapore atau ke Perancis kita pasti mau, tetapi kalau ke Iran, Nigeria, Angola, atau negara penuh konflik pasti tidak akan mau. Cerita dunia mati selalu di awali dengan istilah katanya. Katanya di neraka akan disiksa, katanya ada malaikat maut yang membawa kita nanti, katanya akan di jemput bidadari, katanya pergi ketempat putih besar yang indah, katanya  ada lembah penyiksaan, dan katanya-katanya yang lain.

Banyak cerita seram tentang kematian. Di China seorang Misionaris tinggal di suatu pedesaan dimana seluruh penduduknya belum ada yang percaya Yesus. Selang beberapa waktu ada seorang Ibu bertobat, tetapi kemudian anaknya meninggal. Para tetangganya memaksa untuk dikebumikan dengan adat istiadat orang China, dengan membakar uang atau rumah-rumahan dari kertas. Karena ibu ini sudah percaya Yesus maka di tolaknya. Tiga hari kemudian setelah anaknya di kubur muncul suara aneh di rumahnya, seperti suara anaknya yang meminta uang dan rumah, katanya tidak ada uang dan tempat tinggal di dunia kematian. Suara tersebut marah dan meminta Ibu tersebut untuk segera membakar uang dan rumah kertas segera, karena sudah percaya Yesus pergilah Ibu tersebut menemui Misionaris. Memang Misionaris itu mendengar suara tersebut, kemudian ia mengusirnya, ternyata itu bukan roh anaknya tetapi roh jahat.

Bila ada orang yang belum percaya pada Yesus, akan sering kali diganggu. Contohnya Nenek tersayang mati, lalu ketika sesudah hari pengkuburan ada terdengar suara Nenek datang kembali ke rumah, akibatnya justru‎​​‎​ kita makin takut. Something Wrong, kenapa kita ​​‎​​takut padahal nenek yang kita sayangi datang kembali, harusnya kita senang.

Kematian adalah sebuah kesepian. Kematian merupakan suatu hal pribadi, tidak mungkin ketika kita mau meninggal meminta orang lain untuk menemani kita mati. Ada perasaan kesepian karena meninggalkan dunia. Suatu saat setiap manusia pasti mengalami mati sendiri.

Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Yesus. Kematian tidak lagi menakutkan, kenapa? Karena konsepnya telah diubah oleh Yesus Kristus. Ia yang satu-satunya pernah menerobos kematian, lalu mengalahkannya, dan kemudian bangkit. Semua orang sebelum Yesus, kematian merupakan sosok menakutkan. Sejak Yesus mengalahkan kematian, hal ini seharusnya bukanlah masalah bagi kita orang percaya. Ada tiga konsep kematian yang telah diubah Yesus.

Konsep pertama, kematian adalah keuntungan. Filipi 1:21, Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mengapa untung? Karena akan mendapatkan yang lebih baik setelah kita meninggal, perbandingannya :
  1. Dunia vs Surga. Dunia ini sudah indah, apalagi di Surga.
  2. Penderitaan vs Kenikmatan. Di dunia kita setiap hari menderita melawan cobaan hidup dan dosa, tetapi ketika di Surga penderitaan dan dosa itu tidak ada.
  3. Sementara vs Kekal. Justru yang baik di dunia ini merupakan penderitaan. Contoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak atau kedudukan tinggi, kemudian munculah ketakutan bila suatu saat hal tersebut hilang atau habis. Inilah ketakutan atas kesementaraan. Bila mereka yang percaya pada Yesus, setelah kematian akan mendapatkan keuntungan kekal. Tetapi sebaliknya akan mengalami penderitaan yang kekal.


Konsep kedua, kematian adalah kemenangan. 2Timotius 4:6-8. Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Kehidupan digambarkan sebagai pertandingan dan kematian adalah akhir dari pertandingan tersebut. Orang yang percaya Yesus akan menerima mahkota kehidupan. 1 kor 3

Konsep ketiga, kematian adalah kebahagiaan. Wahyu 14:13, Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.". Kematian akan melepaskan dari penderitaan dan kesemuan.

Kebahagiaan itu nyata, tapi senyata apa? Contoh sewaktu kecil kita jalan kaki, ketika melihat teman lain naik sepeda, kita ingin beli sepeda tersebut. Ketika kita sudah punya sepeda, masih ingin naik motor. Sudah naik sepeda motor masih pingin setir mobil. Itulah kebahagiaan di dunia, semua terasa fana. Namun ketika mati masuk Surga barulah kebahagiaan itu kekal. Bila didalam kehidupan dunia hidup bersama Kristus, maka semakin banyak keuntungan bagi kita setelah meninggal dan berjumpa dengan-Nya. (rob)

Tuesday, August 20, 2013

Kenali Potensi Anak


Tidak semua anak dapat mengungkapkan isi hati. Beberapa kasus kemarahan anak kepada orang tua akibat dari orang tua menuntut, memaksa, dan membanding-bandingkan tanpa melihat kemampuan anak. Nilai 9 dan 10 bukanlah standard kepintaran, mungkin dia mempunyai talenta yang lain. Sering kali tidak melihat talenta anak dan hanya memaksa. Orang tua terlalu sibuk, sehingga tidak tahu perkembangan anak. Perenungan awal yang harus kita ingat yaitu :
1. Melihat anak adalah anugerah Tuhan.
2. Tuhan punya BIG PLAN pada masing-masing anak.
3. Setiap anak berbeda (sifat, cara belajar, kemampuan, bakat, dll).

Andreas dan Petrus bersaudara. Andreas bertobat terlebih dahulu daripada Petrus, tetapi di dalam kitab Perjanjian Baru Petrus lebih banyak tampil. Lalu apakah Yesus pernah membandingkan mereka. Amsal 29:17, Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Dianjurkan untuk mendidik, mengajar, dan mendisiplinkan. Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Jadi apapun yang dikatakan orang tua akan membentuk pribadi anak tersebut.

Harusnya kita menolong anak untuk tetap berada dalam ajaran Tuhan. Menolong anak menemukan potensi dirinya sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan. Menolong anak untuk menjadi seperti yang Tuhan mau. Orang tua lebih keras kepada anak-anak ketika bolos ke sekolah, daripada bolos ke Gereja.

Cara sederhana kita menolong anak menemukan potensi dirinya:
1. Miliki waktu bersamanya untuk melihat tingkah lakunya.
2. Perhatikan kegiatan apa yang sering dilakukannya atau lebih berminat pada hal-hal apa?
3. Memberikan berbagai macam stimulus atau rangsangan pada anak.

Daripada memaksa pada potensi yang tidak mereka punyai, dukunglah potensi yang mereka punya. Kerja sama dengan gurunya untuk melihat potensi anak. Lakukan tes psikologi dan bakat. Yang terakhir ajak ‎​berdoa bersama dan perhatikan cita-cita yang mereka kemukakan dalam doa.  Jangan mudah menghakimi anak bila anak tersebut melakukan kesalahan. Anak adalah anugerah Tuhan alangkah indahnya kalau semua orang dapat mengasuh anaknya untuk menjadi yang terbaik buat Tuhan.

Friday, August 9, 2013

puber kedua


Puber kedua dimulai ketika usia memasuki 40 tahun. Indikasinya para pria enggan tampil tua, mulai tampil gaul, dan bersemangat seperti kembali muda. Sedangkan wanita akan mengalami fase menopause sehingga mulai muncul uban dan keriput. Hal ini perlu diperhatikan ketika suami mulai menganggap sang istri mengalami kemunduran, atau sang istri menganggap pernikahannya mengalami stagnansi.  

Tingkatan Kedewasaan menurut Erick Erickson
o   0-1 tahun, membangun rasa percaya. Kalau dibesarkan seorang ibu, anak itu menangis kemudian ditolong, karena kasih saying ibunya menumbuhkan rasa percaya. Lain persoalan bila ditelantarkan, memang tidak tampak ketika bayi, tetapi ketika besar akan punya perasaan tidak mudah percaya.
o   1-6  tahun, membangun kontrol diri. Yang sukses akan percaya diri, yang gagal akan mudah ragu-ragu dan pemalu.
o   11-20 tahun, penemuan akan identitas. Berkenaaan akan jati diri dan talenta. Akan berprofesi sebagai apa kelak. Bila mengalami kekacauan identitas bisa bahaya. Di fase ini sangat perlu bimbingan orang tua untuk menentukan masa depan dengan tidak adanya paksaan.
o   20-40 tahun, masa pernikahan. Bila tidak jelas identitasnya maka akan terjadi isolasi hubungan.
o   >40 tahun. Kalau identitasnya jelas akan menjadi generativity person. Selalu ingin menjadi berkat bagi orang lain. Contohnya mereka yang mewariskan sesuatu, mempengaruhi banyak orang dan meningkat taraf hidupnya. Akibatnya golongan ini ingin mengenal lawan jenis. Sedangkan golongan yang tidak jelas identitasnya cenderung mengalami stagnansi kehidupan akibatnya ingin mendapatkan pelampiasan melalui seks instant yang tidak mengenal.
o   >55 tahun. Bila betul-betul berhasil, maka hidupnya benar-benar penuh integritas. Kalau  dia gagal, hidupnya akan despair, hidupnya penuh kebohongan, dan penuh penyesalan masa lalu. 

Puber kedua akan menjadi masalah karena kita berkeluarga. Yang terancam adalah relasi suami istri. Pengkotbah 9:9, Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Bila didalam hidupmu ketika umur 40 tahun menikmati hidup dengan pasangannya, maka midlife crisis tidak akan menjadi masalah. Bila hubungan suami istri tidak ada kasih, tapi hanya karena ada ikatan seperti anak, agama, uang, jabatan, dan hal lainnya ITU SANGAT BERBAHAYA.

Hubungan suami istri pada awal pernikahan baik, ketika sudah 10 hingga 15 tahun pernikahan tentu memasuki masa kebosanan. Disinilah bisa masuk orang ketiga. Sangat sulit untuk dihindari. Pakailah batasan contoh: jangan berdua dalam satu mobil dengan mereka yang berbeda jenis, handphone terbuka, dan jangan memberikan sinyal yang mengkondisikan seperti sepasang kekasih, dan jangan mengumbar pujian contoh: bilang sayang, cantik, sexy dan lain-lain. Para suami harus punya batas, ketika wanita lain berusaha masuk jangan berikan respon, begitupula sebaliknya.

Baiknya suami istri memiliki transparasi hidup. Kalau seorang suami mempunyai relasi yang baik dengan istri maka tidak ada masalah. 1 petrus 3:7, Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Ayat ini mengandung arti :
1."hiduplah bijaksana", hubungan dipegang seumur hidup.
2. "Teman pewaris", suami istri bebas. Maksudnya bebas bercerita dan terbuka. Mengungkapkan semua pergumulan.

Marilah ketika sudah pada tahap ini bersyukurlah kepada Tuhan dan tetap pertahankan Identitas diri. Jadilah hamba Tuhan yang baik, pengusaha yang baik, dokter yg baik, atau jadikan semua profesi anda baik. Ketika sudah tua melihat kebelakang perjalanan hidup kita, apakah bangga? Jadilah hidup menjadi berkat bagi banyak orang. (rob)