Kematian apakah menakutkan? Apalagi bila menghadapi
vonis sebulan lagi meninggal, bagaimana perasaan anda? Secara naluri, semua
orang takut mati.
Terlebih bila orang yang di kasihinya mati. Siapapun dia setinggi apapun status
di dunia, manusia pasti mati.
Kenapa kematian itu menakutkan? Coba kita analisa
pakai logika. Kematian itu sebuah misteri.
Contoh ketika mendapatkan voucher satu bulan pergi ke luar negri, tapi
tujuannya di rahasiakan. Kita pasti bertanya kemana kita pergi. Tentu kita
bingung, kalau ke Singapore atau ke Perancis kita pasti mau, tetapi kalau ke
Iran, Nigeria, Angola, atau negara penuh konflik pasti tidak akan mau. Cerita
dunia mati selalu di awali dengan istilah katanya.
Katanya di neraka akan disiksa, katanya ada malaikat maut yang membawa
kita nanti, katanya akan di jemput
bidadari, katanya pergi ketempat
putih besar yang indah, katanya ada lembah penyiksaan, dan katanya-katanya yang lain.
Banyak cerita seram
tentang kematian. Di China seorang Misionaris tinggal di suatu pedesaan
dimana seluruh penduduknya belum ada yang percaya Yesus. Selang beberapa waktu
ada seorang Ibu bertobat, tetapi kemudian anaknya meninggal. Para tetangganya
memaksa untuk dikebumikan dengan adat istiadat orang China, dengan membakar uang
atau rumah-rumahan dari kertas. Karena ibu ini sudah percaya Yesus maka di
tolaknya. Tiga hari kemudian setelah anaknya di kubur muncul suara aneh di
rumahnya, seperti suara anaknya yang meminta uang dan rumah, katanya tidak ada
uang dan tempat tinggal di dunia kematian. Suara tersebut marah dan meminta Ibu
tersebut untuk segera membakar uang dan rumah kertas segera, karena sudah
percaya Yesus pergilah Ibu tersebut menemui Misionaris. Memang Misionaris itu
mendengar suara tersebut, kemudian ia mengusirnya, ternyata itu bukan roh
anaknya tetapi roh jahat.
Bila ada orang yang belum percaya pada Yesus, akan sering
kali diganggu. Contohnya Nenek tersayang mati, lalu ketika sesudah hari
pengkuburan ada terdengar suara Nenek datang kembali ke rumah, akibatnya justru kita makin takut. Something
Wrong, kenapa kita takut padahal nenek yang kita sayangi datang kembali, harusnya kita
senang.
Kematian adalah sebuah kesepian. Kematian merupakan suatu hal pribadi, tidak mungkin
ketika kita mau meninggal meminta orang lain untuk menemani kita mati. Ada
perasaan kesepian karena meninggalkan dunia. Suatu saat setiap manusia pasti
mengalami mati sendiri.
Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Yesus.
Kematian tidak lagi menakutkan, kenapa? Karena konsepnya telah diubah oleh
Yesus Kristus. Ia yang satu-satunya pernah menerobos kematian, lalu mengalahkannya,
dan kemudian bangkit. Semua orang sebelum Yesus, kematian merupakan sosok menakutkan.
Sejak Yesus mengalahkan kematian, hal ini seharusnya bukanlah masalah bagi kita
orang percaya. Ada tiga konsep
kematian yang telah diubah Yesus.
Konsep pertama, kematian adalah keuntungan. Filipi 1:21, Karena
bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mengapa untung? Karena akan mendapatkan yang
lebih baik setelah kita meninggal, perbandingannya :
- Dunia vs Surga. Dunia ini sudah indah, apalagi di Surga.
- Penderitaan vs Kenikmatan. Di dunia kita setiap hari menderita melawan cobaan hidup dan dosa, tetapi ketika di Surga penderitaan dan dosa itu tidak ada.
- Sementara vs Kekal. Justru yang baik di dunia ini merupakan penderitaan. Contoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak atau kedudukan tinggi, kemudian munculah ketakutan bila suatu saat hal tersebut hilang atau habis. Inilah ketakutan atas kesementaraan. Bila mereka yang percaya pada Yesus, setelah kematian akan mendapatkan keuntungan kekal. Tetapi sebaliknya akan mengalami penderitaan yang kekal.
Konsep kedua, kematian adalah kemenangan. 2Timotius 4:6-8. Mengenai
diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku
sudah dekat.Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai
garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku
mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil,
pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang
yang merindukan kedatangan-Nya. Kehidupan digambarkan sebagai pertandingan
dan kematian adalah akhir dari pertandingan tersebut. Orang yang percaya Yesus
akan menerima mahkota kehidupan. 1 kor 3
Konsep ketiga, kematian adalah kebahagiaan. Wahyu 14:13, Dan
aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah
orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini."
"Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari
jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.".
Kematian akan melepaskan dari penderitaan dan kesemuan.
Kebahagiaan itu nyata, tapi senyata apa? Contoh
sewaktu kecil kita jalan kaki, ketika melihat teman lain naik sepeda, kita ingin
beli sepeda tersebut. Ketika kita sudah punya sepeda, masih ingin naik motor.
Sudah naik sepeda motor masih pingin setir mobil. Itulah kebahagiaan di dunia,
semua terasa fana. Namun ketika mati masuk Surga barulah kebahagiaan itu kekal.
Bila didalam kehidupan dunia hidup bersama Kristus, maka semakin banyak
keuntungan bagi kita setelah meninggal dan berjumpa dengan-Nya. (rob)