Friday, August 9, 2013

puber kedua


Puber kedua dimulai ketika usia memasuki 40 tahun. Indikasinya para pria enggan tampil tua, mulai tampil gaul, dan bersemangat seperti kembali muda. Sedangkan wanita akan mengalami fase menopause sehingga mulai muncul uban dan keriput. Hal ini perlu diperhatikan ketika suami mulai menganggap sang istri mengalami kemunduran, atau sang istri menganggap pernikahannya mengalami stagnansi.  

Tingkatan Kedewasaan menurut Erick Erickson
o   0-1 tahun, membangun rasa percaya. Kalau dibesarkan seorang ibu, anak itu menangis kemudian ditolong, karena kasih saying ibunya menumbuhkan rasa percaya. Lain persoalan bila ditelantarkan, memang tidak tampak ketika bayi, tetapi ketika besar akan punya perasaan tidak mudah percaya.
o   1-6  tahun, membangun kontrol diri. Yang sukses akan percaya diri, yang gagal akan mudah ragu-ragu dan pemalu.
o   11-20 tahun, penemuan akan identitas. Berkenaaan akan jati diri dan talenta. Akan berprofesi sebagai apa kelak. Bila mengalami kekacauan identitas bisa bahaya. Di fase ini sangat perlu bimbingan orang tua untuk menentukan masa depan dengan tidak adanya paksaan.
o   20-40 tahun, masa pernikahan. Bila tidak jelas identitasnya maka akan terjadi isolasi hubungan.
o   >40 tahun. Kalau identitasnya jelas akan menjadi generativity person. Selalu ingin menjadi berkat bagi orang lain. Contohnya mereka yang mewariskan sesuatu, mempengaruhi banyak orang dan meningkat taraf hidupnya. Akibatnya golongan ini ingin mengenal lawan jenis. Sedangkan golongan yang tidak jelas identitasnya cenderung mengalami stagnansi kehidupan akibatnya ingin mendapatkan pelampiasan melalui seks instant yang tidak mengenal.
o   >55 tahun. Bila betul-betul berhasil, maka hidupnya benar-benar penuh integritas. Kalau  dia gagal, hidupnya akan despair, hidupnya penuh kebohongan, dan penuh penyesalan masa lalu. 

Puber kedua akan menjadi masalah karena kita berkeluarga. Yang terancam adalah relasi suami istri. Pengkotbah 9:9, Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Bila didalam hidupmu ketika umur 40 tahun menikmati hidup dengan pasangannya, maka midlife crisis tidak akan menjadi masalah. Bila hubungan suami istri tidak ada kasih, tapi hanya karena ada ikatan seperti anak, agama, uang, jabatan, dan hal lainnya ITU SANGAT BERBAHAYA.

Hubungan suami istri pada awal pernikahan baik, ketika sudah 10 hingga 15 tahun pernikahan tentu memasuki masa kebosanan. Disinilah bisa masuk orang ketiga. Sangat sulit untuk dihindari. Pakailah batasan contoh: jangan berdua dalam satu mobil dengan mereka yang berbeda jenis, handphone terbuka, dan jangan memberikan sinyal yang mengkondisikan seperti sepasang kekasih, dan jangan mengumbar pujian contoh: bilang sayang, cantik, sexy dan lain-lain. Para suami harus punya batas, ketika wanita lain berusaha masuk jangan berikan respon, begitupula sebaliknya.

Baiknya suami istri memiliki transparasi hidup. Kalau seorang suami mempunyai relasi yang baik dengan istri maka tidak ada masalah. 1 petrus 3:7, Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Ayat ini mengandung arti :
1."hiduplah bijaksana", hubungan dipegang seumur hidup.
2. "Teman pewaris", suami istri bebas. Maksudnya bebas bercerita dan terbuka. Mengungkapkan semua pergumulan.

Marilah ketika sudah pada tahap ini bersyukurlah kepada Tuhan dan tetap pertahankan Identitas diri. Jadilah hamba Tuhan yang baik, pengusaha yang baik, dokter yg baik, atau jadikan semua profesi anda baik. Ketika sudah tua melihat kebelakang perjalanan hidup kita, apakah bangga? Jadilah hidup menjadi berkat bagi banyak orang. (rob)

No comments :

Post a Comment