Thursday, October 3, 2013

Berkenan Kepada Tuhan


Apakah motivasimu untuk melayani Tuhan? Setiap pribadi punya jawaban yang berbeda. Ada yang ingin terkenal, untuk mengisi waktu, cari pasangan hidup, cari relasi kerja, dan ada yang benar-benar untuk melayani. Contoh coba kita perhatikan dari seluruh anggota paduan suara, adakah yang benar-benar bergabung dengan tujuan melayani Tuhan, atau karena memang suka menyanyi? Perselesihan antar pekerja ibadah kerap kali terjadi, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak melayani Tuhan. Apapun yang terjadi pelayanan harus Berkenan di Hati Allah (Kisah Para Rasul 13:22; 1Samuel 13:14, Wahyu 2:4)

Artikel dari Christianty Today edisi Mei 1992 berkisah tentang Donald V Seibert. Mengawali kariernya sebagai perajin sepatu, dan pada tahun 1974 dipercaya memimpin perusahaan retail J C Penny dengan lebih dari 2000 cabang di seluruh dunia. Dari awal Ia bekerja hingga sekarang tetap teguh  dengan motto "Excellence for The Glory of God". Semua kebanggan, keunggulan, kebaikan, dan kehidupannya untuk kemuliaan Tuhan. Jangan seperti Saul, awalnya Ia adalah orang hebat. Seiring perjalanan hidupnya, ia tidak menuruti perintah Tuhan. Walaupun sudah memenangkan banyak peperangan, tapi tidak berkenan kepada-Nya. Karena itu Tuhan menurunkan dari kedudukannya (Kisah Para Rasul 13:22).

Dalam mengambil bagian untuk melayani Tuhan, apakah kita berkenan pada-Nya? Hal ini dapat diperhatikan dalam tiga bagian, yaitu:
1. Pertama ketika menghargai panggilan Allah
Ketika kita terpanggil untuk melayani Tuhan, kita harus benar-benar menghargai-Nya. Ketika muda Daud diberikan tanggung jawab yaitu menggembalakan domba. Dia memandang gembala sebagai panggilan hidup dari Allah, walaupun merupakan pekerjaan kelas rendah dan banyak binatang buas mengancam, Ia tetap mati-matian melindungi domba-dombanya.  Bukan sekedar melindungi domba, tapi ia memberikan seluruh hidupnya untuk Tugas yang diberikan Allah. Apakah kita sepemberani Daud? Ataukah anda kabur ketika domba diserang serigala?  Sadarlah jangan main-main terhadap panggilan Allah.

2. Ketika kita dengan segenap hati mengasihi Allah.
Charles Haddon Spurgeon (1834 - 1892) seorang pembabtis dari Inggris. Yang semasa hidupnya sudah membabtis lebih dari 10 juta orang. Salah satu quote terbaiknya, “Jika kasih Kristus menguasai anda, kasih itu akan membuat anda mengasihi sesama, karena kasih-Nya adalah kasih terhadap sesama, kasih terhadap orang-orang yang tidak dapat memberi pelayanan kepada-Nya, yang tidak layak menerima apapun dari Dia”.

Ketika terlibat dalam pelayanan, apakah kamu mengasihi Tuhan dan sesama? Wahyu 2, menjelaskan Efesus merupakan jemaat yang luar biasa, melayani tanpa mengenal lelah. Begitu giat dan tekun melayani, tetapi Tuhan melihat ini adalah suatu pembusukan yang terjadi dari dalam, karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Kasih seperti Yeremia 2:2 dan Yohanes 15:13 yang diinginkan-Nya.

Tuhan mempercayakan pekerjaan ini kepada kita, ingatlah kasih kepada Tuhan. Ketika ada perselisihan, kesedihan, salah-paham, atau tersinggung didalam melakukan pelayanan, tetaplah ingat akan kasih Kristus yang mati untuk kita. Tepatkanlah dirimu sesuai yang Tuhan inginkan. Berangkatlah dari Kasih Kristus yang menguasai.

3, Ketika kita melayani penuh kesetiaan kepada Allah.
Matius 25:21 dan Lukas 19:17, ketika yang dipercayakan mungkin masih sangat sederhana, tetapi ketika engkau setia pada percaya, Tuhan akan memberikan engkau tanggung jawab yang lebih besar. Ada kepercayaan yang lebih besar menanti anda, berkat yang lebih besar yang ‎​siap Tuhan anugerahkan. Daud yang dahulu hanya menggembalakan domba, di perjalanan hidupnya ia menjadi seorang raja.

Ilustrasi, ada seorang Arsitek terkenal sudah lanjut usia, kemudian mengajukan diri untuk pensiun, tapi masih dibutuhkan perusahaan tempat ia bekerja. Pemilik perusahaan mengajukan satu proyek terakhir sebelum ia pensiun. Ia diharuskan untuk membangun sebuah rumah di atas tanah 500 meter persegi dalam waktu satu tahun. Boleh dibangun dengan biaya berapapun dan model apapun. Ternyata arsitek ini menyelesaikan tugasnya dalam waktu enam bulan dengan bahan kelas tiga, dan luas bangunan hanya 100 meter persegi, sisanya cuma tanah lapang. Tibalah hari dimana Arsitek itu pensiun, dan untuk mengenang jasanya, pemilik perusahaan mengadakan pesta dan memberikan proyek terakhir tersebut sebagai hadiah pensiun. Menyesallah ia, karena sudah terlanjur dibangun dengan kualitas rendah.

Kadang berpikir seperti Arsitek ini, pelayanan seadanya, terburu-buru, cepat-cepat agar bisa pulang, malas kerjain yang susah-susah, yang penting jadi, dan lain-lain. Sebenarnya apa yang kita kerjakan hari ini, akan dituai ketika berjumpa dengan-Nya. Adakah pelayanan yang dibangun sampai hari ini benar-benar berkenan kepada Tuhan? Apapun yang kalian lakukan harus dengan semangat Excellence for The Glory of God. Tunjukan kasih setiamu kepada Kristus. Percayalah ada berkat yang lebih besar yang menunggu. (rob)