Tuesday, December 24, 2013

Natal lagi Natal lagi


Lukas 2: 8-20, perayaan Natal sudah demikian bagus, lalu apakah masih merasakan Natal lagi Natal lagi? Bila seperti itu pasti akan mengalami stagnanisasi dalam hidupmu. Lalu apakah tahun depan tidak usah merayakan Natal? Karena merasa gitu-gitu aja, gak ada bedanya. Perasaan ini bisa dialami banyak orang dengan berbagai profesi hidup. Merasa eneg karena tidak ada perbedaaannya, mengulangi sebuah rutinitas. Contoh tiap hari bangun, mandi, makan, bekerja, makan, mandi, pulang, kemudian tidur lagi, sungguh rasanya hidup berputar disana. Ketika tidak ada sesuatu baru yang menyentuh hidup kita, itu pasti terjadi.

8 Juni 2008 di Chiyoda Tokyo Jepang ada sebuah tragedi tak terduga. Seorang pemuda berumur 28 tahun bernama Tomohiro Kato menabrakan truk yang dikemudikannya di tengah kerumunan orang, kemudian turun, dan menusuk orang yang ada di sekitarnya. Ketika tertangkap dan di wawancara, ia mempunyai motif yang mengherankan banyak orang. Katanya, “Hidup Cuma begitu-begitu saja, membosankan. Saya sangat lelah dalam menjalani hidup.”. Apakah kebosanan anda sudah mencapai pada titik si Kato? Bila terus menerus bekerja dalam kondisi seperti itu, dijamin akan mengalami kebosanan.

                     Tomohiro Kato

Coba dibandingkan apa yang kau lakukan saat ini dengan pekerjaan sebagai Gembala pada jaman Yesus, enak mana? Gembala merupakan profesi yang dianggap remeh, dan dipandang sebagai manusia kelas bawah. Setiap harinya mereka bangun subuh, melepaskan domba, mengatur, memberi makan, mengatur domba, kemudian menunggu sampai malam, dan pulang kembali. Bisa dibilang pekerjaan mereka hanya bertemu dengan domba, dan rumput. Tapi ketika para Gembala bertemu dengan bayi Yesus, sejak itu cara hidup mereka berubah, karena ada sukacita, suatu perjumpaan dengan Kristus yang sangat luar biasa. Apakah yang dapat dipelajari melalui peristiwa ini?

Pergilah dari tempat dimana anda sekarang berada. Bukan berarti berpindah lokasi atau profesi dimana anda sekarang berada. Kalaupun tinggal dan bekerja di tempat berbeda pasti juga akan mengalami kebosanan. Yang benar harus keluar dari hidupmu yang lama, dengan berjumpa dengan Kristus, engkau akan menikmati hidupmu. Sejak saat itu hidupmu pasti berubah.

Tak lupa juga menurut ayat 17, untuk membagikan pengalaman hidup pada orang lain. Kenapa kita mengalami perasaaan jenuh? Sering kali kita berpikir hanya kita saja yang merasa jenuh. Padahal semua pasti pernah merasakan. Kalau anda merasa hanya anda saja yang dapat merasa bosan, itu adalah masalah. Ceritakan permasalahanmu itu lebih baik. Hingga suatu saat akan mengalami suatu terobosan hidup seperti para Gembala, memberitakan kesukacitaan bertemu Juru Selamat.

Sesuai dengan ayat 20, penuhilah hidupmu dengan puji-pujian, dan perbuatan yang memuliakan Allah. Setiap kali engkau merayakan Natal, apa yang engkau lihat, dengar, dan lakukan akan mempengaruhi sikap, dan tujuan hidupmu ke depan. Lambat laun kedekatan pada Yesus akan semakin intim, dan akan mempengaruhi cara pandang kita terhadap kehidupan.

Memuliakan Allah itu bagaimana? Ketika engkau mempunyai opini yang baik kepada Tuhan. Itulah memuliakan. Contoh tidak mencurigai sesuatu yang buruk kepada Tuhan. Jadilah seperti Ayub, walaupun segala sesuatu yang ada pada dirinya diambil termasuk semua anak-anaknya, Ayub tidak pernah mencurigai Allah. Umumya kita berpendapat jelek, kalau doa tidak terkabulkan. Walaupun sesudah Gembala bertemu Yesus, profesi mereka ya tetap Gembala, namun tidak ada suatupun opini negatif yang keluar. Allah bekerja didalam segala sesuatu, diluar pemikiran manusia, dan tujuannya untuk kebaikan. Jangan pernah beropini negatif!

Apakah opini saudara tentang Tuhan? Bila engkau mempunyai opini yang baik maka tidak ada perasaan Natal lagi Natal lagi. Engkau datang ibadah Natal? Adakah engkau datang untuk berjumpa dengan Kristus. Perjumpaan dengan-Nya adalah satu satunya jalan untuk keluar dari rutinitas hidup. Tujuan utama perayaan kelahiran Kristus yang tiap tahun dirayakan bukan untuk mengulang, tetapi membuat perubahan kearah hidup yang lebih baik. (rob)


Thursday, October 3, 2013

Berkenan Kepada Tuhan


Apakah motivasimu untuk melayani Tuhan? Setiap pribadi punya jawaban yang berbeda. Ada yang ingin terkenal, untuk mengisi waktu, cari pasangan hidup, cari relasi kerja, dan ada yang benar-benar untuk melayani. Contoh coba kita perhatikan dari seluruh anggota paduan suara, adakah yang benar-benar bergabung dengan tujuan melayani Tuhan, atau karena memang suka menyanyi? Perselesihan antar pekerja ibadah kerap kali terjadi, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak melayani Tuhan. Apapun yang terjadi pelayanan harus Berkenan di Hati Allah (Kisah Para Rasul 13:22; 1Samuel 13:14, Wahyu 2:4)

Artikel dari Christianty Today edisi Mei 1992 berkisah tentang Donald V Seibert. Mengawali kariernya sebagai perajin sepatu, dan pada tahun 1974 dipercaya memimpin perusahaan retail J C Penny dengan lebih dari 2000 cabang di seluruh dunia. Dari awal Ia bekerja hingga sekarang tetap teguh  dengan motto "Excellence for The Glory of God". Semua kebanggan, keunggulan, kebaikan, dan kehidupannya untuk kemuliaan Tuhan. Jangan seperti Saul, awalnya Ia adalah orang hebat. Seiring perjalanan hidupnya, ia tidak menuruti perintah Tuhan. Walaupun sudah memenangkan banyak peperangan, tapi tidak berkenan kepada-Nya. Karena itu Tuhan menurunkan dari kedudukannya (Kisah Para Rasul 13:22).

Dalam mengambil bagian untuk melayani Tuhan, apakah kita berkenan pada-Nya? Hal ini dapat diperhatikan dalam tiga bagian, yaitu:
1. Pertama ketika menghargai panggilan Allah
Ketika kita terpanggil untuk melayani Tuhan, kita harus benar-benar menghargai-Nya. Ketika muda Daud diberikan tanggung jawab yaitu menggembalakan domba. Dia memandang gembala sebagai panggilan hidup dari Allah, walaupun merupakan pekerjaan kelas rendah dan banyak binatang buas mengancam, Ia tetap mati-matian melindungi domba-dombanya.  Bukan sekedar melindungi domba, tapi ia memberikan seluruh hidupnya untuk Tugas yang diberikan Allah. Apakah kita sepemberani Daud? Ataukah anda kabur ketika domba diserang serigala?  Sadarlah jangan main-main terhadap panggilan Allah.

2. Ketika kita dengan segenap hati mengasihi Allah.
Charles Haddon Spurgeon (1834 - 1892) seorang pembabtis dari Inggris. Yang semasa hidupnya sudah membabtis lebih dari 10 juta orang. Salah satu quote terbaiknya, “Jika kasih Kristus menguasai anda, kasih itu akan membuat anda mengasihi sesama, karena kasih-Nya adalah kasih terhadap sesama, kasih terhadap orang-orang yang tidak dapat memberi pelayanan kepada-Nya, yang tidak layak menerima apapun dari Dia”.

Ketika terlibat dalam pelayanan, apakah kamu mengasihi Tuhan dan sesama? Wahyu 2, menjelaskan Efesus merupakan jemaat yang luar biasa, melayani tanpa mengenal lelah. Begitu giat dan tekun melayani, tetapi Tuhan melihat ini adalah suatu pembusukan yang terjadi dari dalam, karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Kasih seperti Yeremia 2:2 dan Yohanes 15:13 yang diinginkan-Nya.

Tuhan mempercayakan pekerjaan ini kepada kita, ingatlah kasih kepada Tuhan. Ketika ada perselisihan, kesedihan, salah-paham, atau tersinggung didalam melakukan pelayanan, tetaplah ingat akan kasih Kristus yang mati untuk kita. Tepatkanlah dirimu sesuai yang Tuhan inginkan. Berangkatlah dari Kasih Kristus yang menguasai.

3, Ketika kita melayani penuh kesetiaan kepada Allah.
Matius 25:21 dan Lukas 19:17, ketika yang dipercayakan mungkin masih sangat sederhana, tetapi ketika engkau setia pada percaya, Tuhan akan memberikan engkau tanggung jawab yang lebih besar. Ada kepercayaan yang lebih besar menanti anda, berkat yang lebih besar yang ‎​siap Tuhan anugerahkan. Daud yang dahulu hanya menggembalakan domba, di perjalanan hidupnya ia menjadi seorang raja.

Ilustrasi, ada seorang Arsitek terkenal sudah lanjut usia, kemudian mengajukan diri untuk pensiun, tapi masih dibutuhkan perusahaan tempat ia bekerja. Pemilik perusahaan mengajukan satu proyek terakhir sebelum ia pensiun. Ia diharuskan untuk membangun sebuah rumah di atas tanah 500 meter persegi dalam waktu satu tahun. Boleh dibangun dengan biaya berapapun dan model apapun. Ternyata arsitek ini menyelesaikan tugasnya dalam waktu enam bulan dengan bahan kelas tiga, dan luas bangunan hanya 100 meter persegi, sisanya cuma tanah lapang. Tibalah hari dimana Arsitek itu pensiun, dan untuk mengenang jasanya, pemilik perusahaan mengadakan pesta dan memberikan proyek terakhir tersebut sebagai hadiah pensiun. Menyesallah ia, karena sudah terlanjur dibangun dengan kualitas rendah.

Kadang berpikir seperti Arsitek ini, pelayanan seadanya, terburu-buru, cepat-cepat agar bisa pulang, malas kerjain yang susah-susah, yang penting jadi, dan lain-lain. Sebenarnya apa yang kita kerjakan hari ini, akan dituai ketika berjumpa dengan-Nya. Adakah pelayanan yang dibangun sampai hari ini benar-benar berkenan kepada Tuhan? Apapun yang kalian lakukan harus dengan semangat Excellence for The Glory of God. Tunjukan kasih setiamu kepada Kristus. Percayalah ada berkat yang lebih besar yang menunggu. (rob)

Sunday, September 8, 2013

Ketika Hal-hal yang Buruk Terjadi Pada Pernikahan yang Baik


Apakah ada perbedaan pada awal pernikahan dengan setelah 25 tahun menikah? Tentu pada awalnya pasti begitu bergairah, seiring perjalanan waktu bagaimana? Cerita awal pernikahan selalu baik. Bisakah kita pertahankan sesuatu yang baik itu? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Ya karena selama kita hidup di dunia ini ada suatu kemauan baik di dalam diri, dan berupaya mempertahankan hal itu. Tidak karena betapapun kita berupaya sampai suatu titik pasti mengalami perpisahan, yaitu kematian. Sejak itu apa yang kita anggap baik itu hilang. Banyak pasangan di dunia ini meneteskan air mata karena persoalan ini. Menghancurkan kebersamaan yang telah mereka bangun, kematian seperti pencuri.

Tentunya pernikahan yang baik ini kita bangun dengan apa? Biasanya menjawab karena saling mencintai. Lalu apakah cinta itu cukup untuk menjadikan suatu pernikahan itu baik? Sebenarnya Cinta itu tidak akan pernah cukup untuk membangun pernikahan yang baik. Memang pada awalnya berdasarkan cinta, tapi secinta-cintanya terhadap pasangan pasti akan terbentur dengan masalah. Manusia tidak mungkin mencintai begitu sempurnanya karena kita manusia berdosa. Mencintai pasangan sepenuhnya mungkin itu tugas kita yang paling berat.

Pada jaman kitab Kejadian, poligami merupakan budaya. Tapi ada satu pasangan Ishak dan Ribka yang tidak mengikuti budaya tersebut. Kejadian 24:67, Ishak sungguh-sungguh mencintainya sepenuh hati. Setelah masa pernikahan, lahirlah dua anak Esau dan Yakub. Pada saat itu pernikahan yang baik itu mulai timbul masalah yaitu Ishak sayang pada Esau, tapi Ribka lebih mengasihi Yakub, dan akhirnya terjadi perebutan hak sulung.

Tidak ada pernikahan sebaik apapun yang kebal terhadap hal-hal buruk. Martin Luther King Jr berkata, “Dimana tidak ada cinta yang mendalam, takkan ada kekecewaan yang mendalam”. Pernah lihat film Titanic? Rose tua berkata, “Mengapa saat-saat yang indah itu tidak aku alami sekarang?” Coba kita perhatikan kisah cinta mereka di kapal itu begitu indah.

Mengapa awal-awal yang baik, akhirnya seperti itu? Alasannya:
1.     Harapan yang tak terpenuhi. Harapan menikah tentu bahagia selama-lamanya. Sekarang tanyakan apakah kalian bahagia? Tentunya didalam pernikahan tidak berhenti pada itu saja, karena tentu saja banyak harapan yang lain. Berapa banyak harapan di awal yang sudah diraih? Jangan kaget akan banyak hal yang belum dicapai.

2.     Tidak memeriksa diri. Kehidupan yang tidak pernah intropeksi, tidak layak dijalani. Pertama, diri yang buta, dikenali oleh pasangan anda, tetapi kita sendiri tidak pernah menyadari. Kedua, diri yang tersembunyi, apa yang kita tahu tentang diri sendiri, tetapi pasanganmu tidak tahu. Betapa banyak dalam pasangan setelah menikah di buat kaget! Bila kita menjalani kehidupan seperti itu, maka tidak baik. Karena dari itu kita harus intropeksi.

3.     Pasangan yang kurang terampil. Contoh, keluarga dalam kesulitan keuangan, penghasilan hanya habis bulan lepas bulan. Hal ini ketika kita jalani begitu saja tanpa ada perubahan cara kerja kita, pasti akan menjadi masalah. Seringkali membiarkan dan tidak mau belajar. Kalau kita tahu diri kita kurang dalam terampil, belajarlah sedikit. Kenapa kita tidak mencoba, bila itu dapat membuat hubungan lebih baik.

4.     Pilihan-pilihan yang tidak sehat. Setiap hari kita mengambil pilihan, dan pilihan yang  diambil menentukan jalan hidup. Contoh sederhana, pilihan berlibur tujuannya untuk bersenang-senang bukan? Belum tentu! Kadang kita cekcok masalah baju, tempat makan, hotel dan macam-macam hal bisa terjadi. Padahal di dalam hidup kita ada banyak pilihan yang tingkatannya lebih tinggi. Pada waktu terpilih yang salah, itu bisa berbahaya. Perhatikan, sesusah atau semudah apapun yang dipilih harus benar-benar dengan tujuan memuliakan Tuhan.

5.     Keadaan-keadaan yang tidak dapat diprediksikan. Bagaimanapun kita memprediksi dan menata masa depan, manusia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di depan. Contoh kecelakaan, kematian, penyakit, terjerumus, dan lain-lain.

Ishak dan Ribka juga mengalami hal-hal seperti diatas. Kita hanya bisa berdoa meminta bimbingan dan kekuatan dari Tuhan. Mulailah untuk menata hidup saudara dengan lebih baik, walaupun kita tidak tahu kapan maut datang. Ada satu tips, kita harus mencoba melihat situasi ketika bertengkar, ada kalanya salah satu diam, ketika yang satu marah jangan dilawan, ketika agak tenang baru di bicarakan. Kalau hanya memaksakan pada satu pihak saja itu tidak baik. (rob)


Sunday, August 25, 2013

Kematian tidak Menakutkan


Kematian apakah menakutkan? Apalagi bila menghadapi vonis sebulan lagi meninggal, bagaimana perasaan anda? Secara naluri, semua orang ‎​​‎​​takut mati. Terlebih bila orang yang di kasihinya mati. Siapapun dia setinggi apapun status di dunia, manusia pasti mati.

Kenapa kematian itu menakutkan? Coba kita analisa pakai logika. Kematian itu sebuah misteri. Contoh ketika mendapatkan voucher satu bulan pergi ke luar negri, tapi tujuannya di rahasiakan. Kita pasti bertanya kemana kita pergi. Tentu kita bingung, kalau ke Singapore atau ke Perancis kita pasti mau, tetapi kalau ke Iran, Nigeria, Angola, atau negara penuh konflik pasti tidak akan mau. Cerita dunia mati selalu di awali dengan istilah katanya. Katanya di neraka akan disiksa, katanya ada malaikat maut yang membawa kita nanti, katanya akan di jemput bidadari, katanya pergi ketempat putih besar yang indah, katanya  ada lembah penyiksaan, dan katanya-katanya yang lain.

Banyak cerita seram tentang kematian. Di China seorang Misionaris tinggal di suatu pedesaan dimana seluruh penduduknya belum ada yang percaya Yesus. Selang beberapa waktu ada seorang Ibu bertobat, tetapi kemudian anaknya meninggal. Para tetangganya memaksa untuk dikebumikan dengan adat istiadat orang China, dengan membakar uang atau rumah-rumahan dari kertas. Karena ibu ini sudah percaya Yesus maka di tolaknya. Tiga hari kemudian setelah anaknya di kubur muncul suara aneh di rumahnya, seperti suara anaknya yang meminta uang dan rumah, katanya tidak ada uang dan tempat tinggal di dunia kematian. Suara tersebut marah dan meminta Ibu tersebut untuk segera membakar uang dan rumah kertas segera, karena sudah percaya Yesus pergilah Ibu tersebut menemui Misionaris. Memang Misionaris itu mendengar suara tersebut, kemudian ia mengusirnya, ternyata itu bukan roh anaknya tetapi roh jahat.

Bila ada orang yang belum percaya pada Yesus, akan sering kali diganggu. Contohnya Nenek tersayang mati, lalu ketika sesudah hari pengkuburan ada terdengar suara Nenek datang kembali ke rumah, akibatnya justru‎​​‎​ kita makin takut. Something Wrong, kenapa kita ​​‎​​takut padahal nenek yang kita sayangi datang kembali, harusnya kita senang.

Kematian adalah sebuah kesepian. Kematian merupakan suatu hal pribadi, tidak mungkin ketika kita mau meninggal meminta orang lain untuk menemani kita mati. Ada perasaan kesepian karena meninggalkan dunia. Suatu saat setiap manusia pasti mengalami mati sendiri.

Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Yesus. Kematian tidak lagi menakutkan, kenapa? Karena konsepnya telah diubah oleh Yesus Kristus. Ia yang satu-satunya pernah menerobos kematian, lalu mengalahkannya, dan kemudian bangkit. Semua orang sebelum Yesus, kematian merupakan sosok menakutkan. Sejak Yesus mengalahkan kematian, hal ini seharusnya bukanlah masalah bagi kita orang percaya. Ada tiga konsep kematian yang telah diubah Yesus.

Konsep pertama, kematian adalah keuntungan. Filipi 1:21, Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mengapa untung? Karena akan mendapatkan yang lebih baik setelah kita meninggal, perbandingannya :
  1. Dunia vs Surga. Dunia ini sudah indah, apalagi di Surga.
  2. Penderitaan vs Kenikmatan. Di dunia kita setiap hari menderita melawan cobaan hidup dan dosa, tetapi ketika di Surga penderitaan dan dosa itu tidak ada.
  3. Sementara vs Kekal. Justru yang baik di dunia ini merupakan penderitaan. Contoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak atau kedudukan tinggi, kemudian munculah ketakutan bila suatu saat hal tersebut hilang atau habis. Inilah ketakutan atas kesementaraan. Bila mereka yang percaya pada Yesus, setelah kematian akan mendapatkan keuntungan kekal. Tetapi sebaliknya akan mengalami penderitaan yang kekal.


Konsep kedua, kematian adalah kemenangan. 2Timotius 4:6-8. Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Kehidupan digambarkan sebagai pertandingan dan kematian adalah akhir dari pertandingan tersebut. Orang yang percaya Yesus akan menerima mahkota kehidupan. 1 kor 3

Konsep ketiga, kematian adalah kebahagiaan. Wahyu 14:13, Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.". Kematian akan melepaskan dari penderitaan dan kesemuan.

Kebahagiaan itu nyata, tapi senyata apa? Contoh sewaktu kecil kita jalan kaki, ketika melihat teman lain naik sepeda, kita ingin beli sepeda tersebut. Ketika kita sudah punya sepeda, masih ingin naik motor. Sudah naik sepeda motor masih pingin setir mobil. Itulah kebahagiaan di dunia, semua terasa fana. Namun ketika mati masuk Surga barulah kebahagiaan itu kekal. Bila didalam kehidupan dunia hidup bersama Kristus, maka semakin banyak keuntungan bagi kita setelah meninggal dan berjumpa dengan-Nya. (rob)

Tuesday, August 20, 2013

Kenali Potensi Anak


Tidak semua anak dapat mengungkapkan isi hati. Beberapa kasus kemarahan anak kepada orang tua akibat dari orang tua menuntut, memaksa, dan membanding-bandingkan tanpa melihat kemampuan anak. Nilai 9 dan 10 bukanlah standard kepintaran, mungkin dia mempunyai talenta yang lain. Sering kali tidak melihat talenta anak dan hanya memaksa. Orang tua terlalu sibuk, sehingga tidak tahu perkembangan anak. Perenungan awal yang harus kita ingat yaitu :
1. Melihat anak adalah anugerah Tuhan.
2. Tuhan punya BIG PLAN pada masing-masing anak.
3. Setiap anak berbeda (sifat, cara belajar, kemampuan, bakat, dll).

Andreas dan Petrus bersaudara. Andreas bertobat terlebih dahulu daripada Petrus, tetapi di dalam kitab Perjanjian Baru Petrus lebih banyak tampil. Lalu apakah Yesus pernah membandingkan mereka. Amsal 29:17, Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Dianjurkan untuk mendidik, mengajar, dan mendisiplinkan. Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Jadi apapun yang dikatakan orang tua akan membentuk pribadi anak tersebut.

Harusnya kita menolong anak untuk tetap berada dalam ajaran Tuhan. Menolong anak menemukan potensi dirinya sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan. Menolong anak untuk menjadi seperti yang Tuhan mau. Orang tua lebih keras kepada anak-anak ketika bolos ke sekolah, daripada bolos ke Gereja.

Cara sederhana kita menolong anak menemukan potensi dirinya:
1. Miliki waktu bersamanya untuk melihat tingkah lakunya.
2. Perhatikan kegiatan apa yang sering dilakukannya atau lebih berminat pada hal-hal apa?
3. Memberikan berbagai macam stimulus atau rangsangan pada anak.

Daripada memaksa pada potensi yang tidak mereka punyai, dukunglah potensi yang mereka punya. Kerja sama dengan gurunya untuk melihat potensi anak. Lakukan tes psikologi dan bakat. Yang terakhir ajak ‎​berdoa bersama dan perhatikan cita-cita yang mereka kemukakan dalam doa.  Jangan mudah menghakimi anak bila anak tersebut melakukan kesalahan. Anak adalah anugerah Tuhan alangkah indahnya kalau semua orang dapat mengasuh anaknya untuk menjadi yang terbaik buat Tuhan.

Friday, August 9, 2013

puber kedua


Puber kedua dimulai ketika usia memasuki 40 tahun. Indikasinya para pria enggan tampil tua, mulai tampil gaul, dan bersemangat seperti kembali muda. Sedangkan wanita akan mengalami fase menopause sehingga mulai muncul uban dan keriput. Hal ini perlu diperhatikan ketika suami mulai menganggap sang istri mengalami kemunduran, atau sang istri menganggap pernikahannya mengalami stagnansi.  

Tingkatan Kedewasaan menurut Erick Erickson
o   0-1 tahun, membangun rasa percaya. Kalau dibesarkan seorang ibu, anak itu menangis kemudian ditolong, karena kasih saying ibunya menumbuhkan rasa percaya. Lain persoalan bila ditelantarkan, memang tidak tampak ketika bayi, tetapi ketika besar akan punya perasaan tidak mudah percaya.
o   1-6  tahun, membangun kontrol diri. Yang sukses akan percaya diri, yang gagal akan mudah ragu-ragu dan pemalu.
o   11-20 tahun, penemuan akan identitas. Berkenaaan akan jati diri dan talenta. Akan berprofesi sebagai apa kelak. Bila mengalami kekacauan identitas bisa bahaya. Di fase ini sangat perlu bimbingan orang tua untuk menentukan masa depan dengan tidak adanya paksaan.
o   20-40 tahun, masa pernikahan. Bila tidak jelas identitasnya maka akan terjadi isolasi hubungan.
o   >40 tahun. Kalau identitasnya jelas akan menjadi generativity person. Selalu ingin menjadi berkat bagi orang lain. Contohnya mereka yang mewariskan sesuatu, mempengaruhi banyak orang dan meningkat taraf hidupnya. Akibatnya golongan ini ingin mengenal lawan jenis. Sedangkan golongan yang tidak jelas identitasnya cenderung mengalami stagnansi kehidupan akibatnya ingin mendapatkan pelampiasan melalui seks instant yang tidak mengenal.
o   >55 tahun. Bila betul-betul berhasil, maka hidupnya benar-benar penuh integritas. Kalau  dia gagal, hidupnya akan despair, hidupnya penuh kebohongan, dan penuh penyesalan masa lalu. 

Puber kedua akan menjadi masalah karena kita berkeluarga. Yang terancam adalah relasi suami istri. Pengkotbah 9:9, Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Bila didalam hidupmu ketika umur 40 tahun menikmati hidup dengan pasangannya, maka midlife crisis tidak akan menjadi masalah. Bila hubungan suami istri tidak ada kasih, tapi hanya karena ada ikatan seperti anak, agama, uang, jabatan, dan hal lainnya ITU SANGAT BERBAHAYA.

Hubungan suami istri pada awal pernikahan baik, ketika sudah 10 hingga 15 tahun pernikahan tentu memasuki masa kebosanan. Disinilah bisa masuk orang ketiga. Sangat sulit untuk dihindari. Pakailah batasan contoh: jangan berdua dalam satu mobil dengan mereka yang berbeda jenis, handphone terbuka, dan jangan memberikan sinyal yang mengkondisikan seperti sepasang kekasih, dan jangan mengumbar pujian contoh: bilang sayang, cantik, sexy dan lain-lain. Para suami harus punya batas, ketika wanita lain berusaha masuk jangan berikan respon, begitupula sebaliknya.

Baiknya suami istri memiliki transparasi hidup. Kalau seorang suami mempunyai relasi yang baik dengan istri maka tidak ada masalah. 1 petrus 3:7, Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Ayat ini mengandung arti :
1."hiduplah bijaksana", hubungan dipegang seumur hidup.
2. "Teman pewaris", suami istri bebas. Maksudnya bebas bercerita dan terbuka. Mengungkapkan semua pergumulan.

Marilah ketika sudah pada tahap ini bersyukurlah kepada Tuhan dan tetap pertahankan Identitas diri. Jadilah hamba Tuhan yang baik, pengusaha yang baik, dokter yg baik, atau jadikan semua profesi anda baik. Ketika sudah tua melihat kebelakang perjalanan hidup kita, apakah bangga? Jadilah hidup menjadi berkat bagi banyak orang. (rob)

Friday, July 5, 2013

Sukses Ala Anak Tuhan


Apa itu sukses? Konsep dunia tentang kesuksesan yaitu :
1. Egoisme, Ditentukan oleh diri sendiri.
2. Pragmatis. Ditentukan oleh hasil akhir, proses tidaklah penting.
3. Materialisme. Diukur dari berapa banyak harta.

Pelajaran Alkitab, Pengkhotah 11:9 - 12:14
Pengkhotbah adalah orang yang bekerja keras dalam hidupnya dan mempunyai cita-cita luhur (Ayat 9). Menyusun setiap rencana hidupnya namun menemui semuanya sia-sia belaka. Kenapa Dia sudah serius dan merancang cita-cita tetap tidak cukup? Ada tiga alasan yaitu:
1. Ia sadar Tuhan sang pencipta. Kerja keras tanpa ingat pencipta itu percuma.
  • Tuhan yang paling tahu untuk apa kita sebagaimana kita ada.
  • Dia ingin kita belajar menerima diri apa adanya.
  • Dia mau kita menjadi seperti apa yang dia rencanakan.

Mungkin kita berpikir mengapa kita tidak diciptakan seperti orang itu, sukses seperti dia, kaya seperti dia, cenderung akhirnya menyalahkan sang pencipta. Taukah anda bahwa Sang Pencipta itu terlalu baik, dan tidak pernah menciptakan yang salah. Menjadi seperti yang Tuhan desainkan itulah kesuksesan, dan menjadi apapun diluar yang Tuhan desainkan itulah kegagalan.

2. Ia sadar bahwa Tuhan sang hakim kehidupan (Pengkhotbah 11:9).
  • Tuhan yang paling berkuasa mengevaluasi hidup kita.
  • Dia ingin kita bisa belajar memperhatikan Firman-Nya.
  • Dia mau kita menjadi seperti yang dia kehendaki.
Bukan mereka yang berseru-seru memanggil nama Tuhan, tetapi yang melakukan kehendak Bapa. Banyak orang yang datang ke gereja untuk mendapatkan kesuksesan. Menjadikan tuhan sebagai hamba.

3. Ia sadar bahwa Tuhan sang pemberi nilai terbesar.
  • Yeremia 9:23-24. Tuhan yang paling absah memberi penilian kekal
  • Mat 5. Dia ingin kita belajar berfokus pada kekekalan.
  • Dia mau kita menjadi seperti yang pandang berharga.

Tanyakan apa yang kau mau Tuhan? Jalankan itu dan jangan lupa, dunia boleh menganggap kita gagal, tapi Tuhan menganggap kita berhasil itulah SUKSES ALA ANAK TUHAN.

Saturday, June 22, 2013

Keluarga Beriman


Maleaki 4:4-6, banyak keluarga mengalami banyak masalah hingga terpecah.  Banyak pendeta bermasalah apalagi jemaatnya. Perkataan terakhir Tuhan untuk umatnya sebelum masa hening 400 tahun. Di dalam ayat terakhir pada perjanjian lama tuhan mengingatkan untuk pemulihan kondisi keluarga. Apabila keluarga itu retak maka hancurlah kerajaan Tuhan. Tuhan mengingatkan kita akan tiga hal, yaitu :

  1. Ayat 4, Mengingat Firman Tuhan. Jangan sekedar menghafal tetapi dengan otomatis melakukan firman Tuhan dalam Hidup kita. Kita mungkin lupa apa yang kita dengar apa yang kita baca, tetapi kelakuan kita haruslah berubah. Karena itu setiap kita diajarkan untuk membaca firman Tuhan, dan memakan itu tiap hari. Dengan melakukan hal itu akan membuat kerohanian kita bertumbuh.

  1. Ayat 5, Mengingat Hari Tuhan. Kedatangan Tuhan ada dua tahap. Kedatangan pertama yaitu Yesus di Perjanjian Baru. Dan kedatangan kedua yang sekarang di tunggu-tunggu. Kite tentu ingat Yesus datang pertama kali untuk menghapus dosa kita, tetapi Apakah kita tetap mengingat Yesus akan datang kedua kalinya? Sadarlah rumah kita yang asli di SURGA, jangan cari kenyamanan diri sendiri. Bekerja dan jadi pintar bukan untuk diri sendiri tetapi untuk melayani Tuhan dengan lebih baik. Itu artinya kita mengingat hari Tuhan. Apakah kita ingin di puji Tuhan atau manusia? Yang membedakan Tuhan kita dengan Tuhan agama lain yaitu apapun yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan.

  1. Ayat 6, Mengingat Perintah Tuhan. Para ayah dapat memiliki hati yang berpaling dari anakmu dengan engkau bekerja, melecehkan, membanding-bandingkan dan menganggap mereka bodoh. Sesungguhnya engkau tidak dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Kemudian anak-anak akan berpaling kepada engkau. Ayat 6, mengijinkan hati diubah oleh Tuhan. Sekarang mau tidak hati kita dibuka Tuhan? Berbaliklah pada Anak-anakmu sekarang. Dan kepada anak-anak, berbaliklah, ingatlah, dan pedulilah kepada nasihat ayah ibumu. Apapun yang diperbuat mereka janganlah kau dendam, haruslah kau lepas dendam itu walaupun sulit.

Apakah sudah kita Mengingat Firman, Hari, dan Perintah Tuhan? Ingatlah bahwa Tuhan sudah membalikkan hatinya di dalam Yesus kristus, karena itu janganlah menolak Tuhan, dan Ia tidak pernah menaruh dendam pada kita.

Hidup Seorang Ibu


Pekerjaaan seorang ibu merupakan pekerjaan paling berat didunia. Menjadi seorang istri dan menjadi ibu merupakan hal yang istimewa. Ketika mereka melakukan hal itu dengan tulus itu merupakan hal yang istimewa.

Kisah seorang wanita. Tempat tinggal dia ada masalah, sehingga harus pindah. Pindah negara, bukan hal yang mudah. Tau sulitnya pindah? Apalagi pindah negara? Bagi seorang ibu ini lebih sulit lagi. Karena seorang ibu ingin mendapatkan kestabilan hidup dan ketentraman. Ibu tersebut memerlukan harapan. Tetapi ketika tiba disana, harapannya tidak ada. Masalah demi masalah silih berganti datang. Habis tenaga, mental, materi, dll. Di negri yang asing itu ia mendapatkan suaminya meninggal. Lalu bagaimana dia hidup bersama anaknya di tanah asing? Tak hanya suaminya, kemudian kedua anaknya pun meninggal. Sehingga hanya tinggal dia bersama kedua menantunya. Kisah Rut dan Naomi pada kitab Rut Perjanjian Lama.

Persistiwa tersebut pun kadang terjadi di dunia ini. Bagaimanakah perasaan saudara? Rut 1: 20, Naomi menolak menyebut dirinya suka cita, tetapi Mara yang artinya pahit. Berangkat dengan tangan penuh, pulang dengan tangan hampa. Anda tahu didalam hidup ini memang berat untuk mendapatkan jawaban sesuai hidup kita. Itu bukan berarti di dalam hidup ini tidak ada pengharapan. Sekalipun ada banyak pertanyaan yang tidak dijawab, tetapi ada penjelasan yang ditawarkan oleh firman Allah. Kisah hidup Naomi memberitahukan pada kita bahwa hidup bersama Tuhan, tidak selalu enak, tetapi bergelombang.

Ibrani 11:36-37, mereka yang menderita merupakan orang yang beriman didalam Tuhan. Kemudian  apakah semua anak Tuhan mengalami hal tersebut? Tidak, baca Ibrani :10. Kenapa bila dalam jalur berkat kita tidak bertanya, kenapa aku yang kau berikan berkat melimpah ini? Tetapi dalam jalur tertekan justru banyak pertanyaan?  Hanya Tuhan yang bisa menjawab itu nanti.

Yang harus kita ingat adalah apakah kita orang kristen bisa mengalami hidup sebatang kara? Kehilangan semuanya? Bisakah? Sesungguhnya didalam saat itu Tuhan hadir di dekat kita. Tuhan hadir dan bekerja pada segala sesuatu, baik atau buruk hidup kita. Apa yang dilakukan Tuhan semata-mata untuk kebaikan hidup kita.

Lalu untuk kebaikan apa itu? Jika kita melihat kisah Naomi selanjutnya kita mulai melihat terang yang muncul pasal dua dan tiga. Dia kebetulan berada di tanah milik Boas. Sekalipun ia tidak menyadari dia berada di tanah milik Boas, tangan siapa yang membuat Rut berada di tanah Boas? Didalam kesulitan dan kepaitan ada tangan Tuhan yang menopang. Pasal 3, Boas menikahi Rut kemudian Ia mempunyai anak. Rut 4:14, lalu anak itu diasuh oleh Naomi. Taukah anda keturunan dari Rut tersebut turun menurun mulai dari Obed - isai - daud hingga lahirnya Yesus Kristus sang juru selamat. Siapa yang mengira bukan? Naomi pun tidak tahu kisah hidupnya dari anaknya yang diasuh, lahir seorang juru selamat. Naomi di masa hidupnya tidak tahu, tapi ketika disurga dia tahu dan bersukacita disana.

Dari paparan diatas, kita tahu mungkin jawaban tidak diberikan pada waktu kita hidup tetapi dijawab  pada pasal-pasal selanjutnya dari hidup kita. Lihatlah gambaran yang utuh itu ketika di Surga. Hidup kita cuma pasal pertama, masih banyak kisah hidup kita yang lain, Tuhan tidak menutup kisah hidup kita. Percayalah kasih Tuhan dan bapa yang menyertai hidup kita. Ketika yang jahat yang tidak baik terjadi pada hidupmu, percayalah dan kuatkan dirimu karena itu semua terjadi karena untuk suatu tujuan Baik

Monday, June 10, 2013

Pray Until Something Happen




Lukas 18:1-8 - Ketika berbicara tentang doa, apakah kita tempatkan doa itu seperti setir kemudi pada mobil, ataukah seperti ban serep. Ketika kita mengendarai sebuah kendaraan, mau tidak mau setir kemudi harus ada, dengan tujuan untuk menentukan arah. Sedangkan ban serep hanya untuk saat darurat. Ketika kita tidak butuh maka ban itu ditaruh di bawah mobil.

Doa harusnya seperti setir bukan seperti ban serep. Apakah kita sungguh-sungguh berdoa  benar-benar berharap Allah mendengar, atau nothing to lose, mendengar ya tidak apa-apa, tidak didengar ya tidak apa-apa.

Kalau kita datang pada Allah dengan sikap seperti itu, tidak ada ubahnya  doa seperti ban serep. Di ayat pertama Yesus mengatakan "mereka harus selalu". Ini bukan optional tetapi merupakan keharusan. Sadarkah Doa merupakan salah satu berkat terbesar, karena ketika kita ‎​berdoa Allah mengijinkan kita mendekati tahta-Nya. Doa merupakan pergumulan kita yang terbesar, dan menunggu jawaban berdasarkan Iman. Ketika kita menunggu jawaban, sering kali kita tawar hati.

Pada saat belajar berdoa ada dua sisi yang perlu kita lihat. Pertama, Allah berdaulat pada doa kita. Kedua, kita dituntut percaya kapada Allah yang tidak pernah mereka-reka yang jahat pada umat-Nya. Ingatlah Allah tidak perna berharap sesuatu yang buruk pada anak-Nya.

Injil ini melukiskan bagaimana jahatnya hakim ini, mengkontraskan sifatnya daripada Allah. Seorang janda ingin agar haknya dibela kemudian datang menemui Hakim terebut namun ditolak. Namun janda ini tidak berputus asa dan terus-menerus datang. Akhirnya hakim ini menolong agar si janda tidak mengganggunya lagi.

Dari perumpamaan ini mengingatkan bahwa setiap murid-murid Allah ‎​harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Mereka wajib terus berdoa terus sampai anak Allah datang (Ayat 8), Pray Until Something Happen sampai anak Allah datang. Lalu apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan ini?

  1. Berdoaa dengan keteguhan dan kegigihan (Ayat 3-5).  ‎​pada awalnya kita mendoakan, tetapi dalam proses perjalanan waktu, apa yang kita doakan sering kali lupa, akhirnya tidak didoakan lagi. Kita tidak menyadari doa itu dijawab atau tidak, seringkali hanya melewatkannya begitu saja. Kegigihan janda ini (Ayat 7) dihubungkan dengan keteguhan iman orang-orang pilihan Allah yang nyata dalam doa, yang tidak jemu-jemu siang malam berseru kepada Allah.
George Muller (1805-1898) penginjil yang mengabdikan dirinya untuk mendidik dan merawat 120000 anak yatim piatu di Bristol Inggris. Didalam setiap pelayanan dan pergumulannya tidak pernah dia bertanya kepada siapapun kecuali Allah melalui Doa. Goerge pernah berkata demikian, "kegagalan gereja masa kini terletak dari kegigihan dan ketekunan mereka berdoa". Ketika dalam ketekunan kitaa barulah kita tahu Doa itu dijawab.

  1. ‎​Berdoa dengan iman bahwa Allah akan mendengar dan segera menjawab doa tersebut. Ayat 7, “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” Ayat 8a, “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka”. Kita percaya ketika kita berdoa, sebagai umat tebusan Allah kita dapat bersandar kepada kemuliaan Allah.


Apakah ketika Anak Manusia datang kedua kali akan mendapati sikap iman (tercermin melalui doa yang tidak jemu-jemu) dalam diri anak-anak Allah? Ketika kita berdoa tanamkan hal ini, kita dapat bersandar pada janji Allah. Disinlah kita melihat kontrasnya hakim dengan Allah, hakim tidak menjajikan apapun sedangkan Ia menjanjikan keselamatan.

Sikap iman yang Allah inginkan seperti Janda yang terus menerus mengharapkan keadilan. Siapkah iman kita ketika Ia datang? apakah kita tetap tekun dalam berdoa? Ingatlah kesetiaan Allah tidak pernah berubah. Keyakinan, kesetiaan dan janji Allah jadikanlah sebagai tonggak iman doa.

Dalam proses hidup kita, tentunya kita banyak jawaban yang ada, atau ketika ‎​berdoa belum ada jawaban maka teruslah yakin dan Berdoa. Apalagi apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Allah, maka dari itu teruslah ‎​berdoa. Mari kita berdoa dengan satu keyakinan dan kegigihan, kita tahu akan kesetiaan dan janji Allah, berdoa terus sampai anak manusia datang. Ketika kita berdoa dengan kesetiaan dan ketekunan maka saya yakin dan pasti Allah mendengar dan mengkaruniakan yang baik bagi hidup kita.

Thursday, May 9, 2013

Serupa Kristus Dalam Kemenangan Atas Maut


Lukas 23:56b-24:12, Ketika Yesus mati Ia masuk kedalam maut, yaitu kematian (Musuh Manusia). Masuk kedalam kekuasan musuh menghancurkan tembok pertahanan Mereka lalu menggantikan dengan panji kemenangan. Lalu bangkit dari kematian. Itu membuktikan Dia menang atas kematian. Sejak kebangkitan, Yesus menjamin kehidupan kita setelah kematian.

Kisah kematian Yesus tidak mendadak. Sudah lama di nubuatkan di kitab Musa, kitab Daud, dan Para Nabi dan Yesus sendiri tiga kali menceritakan kepada para murid. Sebenarnya Yesus pernah berkata pada murid-murid-Nya bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya, namun kenapa pada hari ketiga Mereka masih datang membawa rempah-rempah untuk orang meninggal?

Didalam benak murid Yesus, Yesus masih dalam keadaan mati di kuburan tersebut. Mereka masih pergi dengan perasaan duka cita. Ketika tiba disana, kubur-Nya sudah terbuka (Lukas 4:4) Mereka kaget, cemas, kuatir, bingung. Mayat Yesus ada dimana? Maria Magdalena lari kepada Petrus, mengatakan ada seseorang yang mengambil mayat Yesus. Mengapa Mereka berkata seperti itu? Karena di dalam benak Mereka, Yesus tidak bangkit dari kematian tetapi mayat Yesus hilang diambil orang. Walaupun Yesus bangkit pada hari itu, tidak memberikan pengaruh apapun.

Lukas 24:17, Para murid berjalan ke Emaus dengan muka muram. Mereka tidak tahu dan tidak merasakan kebangkitan Yesus. Sekarang apakah anda juga tidak merasakan? Bertahun-tahun merayakan Paskah, apakah peristiwa tersebut menyentuh pada diri kita? Harus kita akui hingga saat ini, kebangkitan Yesus belum berarti pada diri kita, karena ada kesedihan dan kecemasan ketika ada pergumulan. Seringkali berpikir berpikir tidak ada harapan bila menghadapi masalah. Mengapa kebangkitan Yesus tidak berdampak apa-apa pada hidup kita? Karena :

1. Lupa (ayat 6). Sesuai yang dikatakan Malaikat, mengapa mencari Dia yang hidup ditengah orang mati? Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kami. Kita diingatkan Yesus bangkit ketika dalam perayaan paskah saja, kenyataan kita sering lupa bahwa Yesus menjamin hidup kita.

2. Tidak percaya (ayat 11). Perkataan itu cuma omong kosong. Kalau kita tidak percaya maka makna kebangkitan, maka Yesus tidak ada pada kita.

Serupa Kristus atas kemenangan-Nya atas maut akan bisa kita alami ketika percaya dan tidak lupa atas peristiwa ini. Itu sangat berbahaya karena menentukan hidup dan mati kita.

Lalu setengah-setengahkah kita percaya dan ingatkah dalam kehidupan sehari-hari? Ketika Para Wanita dan Murid-Nya percaya, kehidupan Mereka berubah. Terjadi transformasi, yaitu :

1. Berubah dari penakut menjadi pemberani. Yesus ditangkap Murid-murid lari. Dan Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Ketika Yesus bangkit dan naik ke Surga, para Murid kembali ke Yerusalem dan berubah.

2. Mereka merubah hidupnya dari dukacita jadi sukacita. Ketika Maria melihat mayat Yesus hilang Ia menangis. Namun ketika Malaikat mengabarkan Yesus bangkit, sukacitalah Ia, lalu mengabarkan berita itu kepada para Murid. Haruslah dapat juga merubah kita, ketika dulu kita suka bersungut-sungut hidup dalam kesedihan, tanpa harapan. Haruslah kebangkitan Yesus menjadi sesuatu yang berbeda, karena didalam hidupnya ada pertolongan dan harapan.

3. Duniawi menjadi Surgawi. Matius 24;56b, Murid Yesus kembali menjadi sebagai nelayan. Pekerjaan lama Mereka sebagai orang duniawi. Ketika Yesus menampakan dirinya kembali, fokus Mereka langsung menjadi pada kerajaan Allah. Harus mementingkan mencari kerajaan Allah dahulu.

4. Mengubah konsep atas kematian. Ketika Murid-murid melihat Yesus bangkit. Sejak itulah Mereka tidak ‎​​‎​​takut akan kematian siksaan, karena Mereka tahu apa yang Mereka pekerjakan di dunia untuk kekekalan di Surga. Hidup menderita atau tidak itu tidak masalah yang penting untuk kekekalan Tuhan.

Kalau benar masuk Surga hidupnya enak, kenapa orang Kristen ‎​​‎​​takut mati? Kalau dalam Yesus ada keselamatan mengapa orang Kristen takut mati? Kenyataan memang seperti itu, kita tahu ada Surga, tapi kita ‎​​‎​​takut mati. Padahal ketika Yesus bangkit murid-Nya berani menghadapi itu.  Yesus bangkit bermakna kekalan dan berdampak pada kekinian.

Roma 6:4;9-11, kita melihat Yesus bangkit tidak kembali mati lagi, sejak itu maut tidak berkuasa lagi pada kita. Serupa kristus dalam kemenangan atas maut harus di mulai dengan percaya. Perubahan itu harus dapat secara riil dan dapat dilihat oleh lingkungan. Ubahlah fokus kita tidak untuk dunia ini tapi untuk kerajaan Surga. Kebangkitan Yesus harus berdampak pada segala aspek hidup.

Thursday, April 18, 2013

Serupa Kristus dalam Kemenangan Atas Pencobaan


Jika Yesus jatuh dalam dosa apakah mungkin bangkit? Upah Dosa adalah maut. Yesus adalah utusan Tuhan kalau berdosa tidak dapat dipersembahkan. Puncak kemenangan tidak ketika Dia bangkit dari kematian tetapi juga perjalanan-Nya dalam hidup yang banyak pencobaan.

Serupa Kristus dalam Kemenangan Atas Pencobaan

Sebagai anak Tuhan kita hidup dalam peperangan. Seberapa kuat diri kita dan musuh kita? Musuh sesungguhnya tidak kasat mata dan berupa spiritual yang memiliki kuasa. Lalu siapakah kita? Manusia bukan mahluk yang berkuasa dan lemah. Tetapi bagaimana bisa menang melawan iblis? Apakah ada hal yang dapat membuat kita menang?

Matius 4:1-11, Yesus juga mendapatkan cobaan yang sama. Ada tiga cobaan yang Ia hadapi, yaitu :
  1. Kebutuhan Dasar Manusia (Ayat 3). Sebagai manusia Yesus dapat merasakan lapar. Lalu apa salahnya Yesus melakukan itu? Karena itu merupakan solusi yang diberikan oleh iblis, dan sebagai eksistensi-Nya sebagai manusia Yesus juga harus menyelesaikan rasa lapar dengan cara manusia juga.
  2. Popularitas dan Pujian (Ayat 5-6). Pada jaman Yesus pusat kehidupan sosial, politik dan agama terletak di Bait Allah. Bila pada saat itu Yesus menjatuhkan diri di pusat keramaian Bait Allah dan malaikat benar-benar menangkap diri-Nya, seketika itu juga Yesus akan terkenal sampai keseluruh dunia karena Dia jatuh dihadapan orang banyak dengan dikelilingi Malaikat. Tapi Yesus tidak mau melakukan jalan pintas yang diperintahkan oleh Iblis dan lebih memilih jalan Salib.
  3. Harta dan Kekayaan (Ayat 8-9). Kita hidup pada jaman yang banyak menawarkan cara cepat untuk menjadi kaya. Cara kaya menurut iblis lebih mudah, hanya dengan menyembah iblis. Yesus menolak dan menyembah pada Allah Bapa, karena hal Itu lebih penting daripada harta di dunia ini. 


Yesus menghadapi tiga pencobaan yang sama dengan manusia, bedanya kita jatuh dalam keinginan dunia. Coba perhatikan segala keinginan hidup kita untuk terpenuhi, lalu apakah salah? Itu tidak salah, sama seperti Yesus yang ingin menghilangkan rasa lapar, ingin dikenal, di muliakan, dilayani, dan dihormati. Tapi yang membedakan antara Yesus dengan manusia adalah Yesus mendapatkan semua itu karena ditawarkan oleh Allah Bapa, sedangkan manusia diberikan oleh dunawi. Hasilnya Yesus di muliakan dan dikenal hingga saat ini sampai akhir jaman nanti.


Apa strategi Yesus untuk menang atas pencobaan. Ada tiga hal, yaitu:
  1. Yesus menguasai Firman Tuhan.
  2. Dipimpin dan dipenuhi oleh roh kudus (Matius 4:1, Lukas 4:1).
  3. Mengutamakan kehendak Allah Bapa (Yohanes 4:34).





Thursday, April 11, 2013

Serupa Kristus Dalam Ketaatan



               Yohanes 19:30, Manusia berada pada suatu jaman yang mengutamakan kebebasan. Hal ini berdampak terhadap ketaatan manusia pada hukum/peraturan karena pada dasarnya peraturan/hukum bersifat mengekang sehingga menghilangkan kebebasan manusia (independensi).
              
Ketaatan atau ketertundukan merupakan suatu pengakuan bahwa ada suatu pribadi yang kedudukannya lebih tinggi dari kita. Ketaatan kita kepada Tuhan membuktikan bahwa kita percaya bahwa Allah memiliki rencana didalam kehidupan kita. Ketaatan Kristus yang menyeluruh dan sempurna akan rencana karya keselamatan Allah merupakan teladan yang dapat kita temukan didalam Alkitab. Kristus taat kepada Alalh selangkah demi selangkah, bahkan ketika mati di kayu salib. Didalam Yoh. 4:34, Tuhan Yesus berkata bahwa, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Pada saat di kayu salib, Kristus mengatakan “Tetelestai”, yang berasal dari kata kerja teleo, artinya "mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan.


Mengapa ketaatan begitu penting?
1. Ketaatan Adalah Jalan Pada Pembenaran.

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (Roma 5:19)

Adam yang pertama telah jatuh kedalam dosa dan melalui ketaatan adam kedua semua manusia dibenarkan. Ketaatan bukanlah pada saat kita menghadapi kelimpahan ataupun kesenangan, tapi juga dalam kondisi yang paling sukar dan tidak menyenangkan sekalipun, sama seperti Kristus yang taat menjalankan kehendak Bapa-Nya dengan mati di kayu salib. Saudara dan saya diciptakan Tuhan dan telah menerima anugrah keselamatan, apakah ketertundukan/ketaatan kita merupakan keharusan atau tidak?


2. Ketaatan Adalah Jalan Kerendahan Hati

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh 13:13-15)

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Flp. 2:5-8).

Manusia memulai karirnya dari bahwa kemudian lama-lama kedudukannya bertambah tinggi. Hal ini berbeda dengan Kristus yang berasal dari atas kemudian turun kebawah. Kristus yang adalah Allah telah merendahkan diri-Nya menjadi seorang hamba dan taat sampai mati. Bahkan, Kristus membasuh kaki para murid-murid Nya. Seseorang yang memiliki kerendahan hati dan ketaatan akan menempatkan orang lain lebih tinggi.

Kadang kita diperlakukan tidak sepantasnya oleh orang lain dan yang kita lakukan adalah melawan. Tetapi Kristus telah memberikan teladan, ketika Dia diperlakukan tidak sewajarnya, Dia tidak melawan bahkan Dia mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya dan Dia ditinggikan oleh Bapa. Pada waktu kita mau taat akan perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara yang besar kepada kita.

Bill Hybel, Gembala Gereja Willow Creek mengatakan: “Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi seorang yang agung, maka arah yang harus Anda tempuh ialah menurun. Anda harus turun menuju keagungan.”


3. . Ketaatan Adalah Jalan Berkat

“Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, ... , sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bil 14:8-9).
 “Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya." (2 Sam 15:25-26).
Ketidaktaatan Bangsa Israel telah mengakibatkan bangsa ini harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Lain halnya dengan Daud yang taat kepada kehendak Allah walaupun dalam kondisi yang sulit. Ketaatan Kristus membawa berkat bagi umat manusia.
Allah mengaruniakan berkat-berkat terbaik-Nya kepada mereka yang berjalan dengan segala kepatuhan atau ketaatan di hadapan Dia, yaitu mereka yang hanya menginginkan  kehendak Tuhan saja yang jadi atas hidup mereka, mereka yang walau di tengah deraian air mata dan kesulitan hidup namun dengan segala kekuatan yang dikaruniakan Tuhan tetap sanggup berkata, “Tuhan, saya mau taat.”(Pdt. Lim Supianto,yen)

Monday, April 8, 2013

Serupa Yesus dalam Mengasihi


Apakah bisa mengasihi seperti Yesus? Ketika Yesus disalibkan masih bisa mendoakan orang lain, tidak hanya yang menangisi Dia tetapi juga yang menyangkal Dia dan seluruh dunia. Baru setelah itu Yesus memperhatikan Ibu-Nya. 
Tak sekedar mengasihi biasa tetapi harus mempunyai kualitas sama seperti Ia. Kasihilah sesamamu termasuk mereka yang baik dan yang jahat, apakah bisa? (Matius 5:44-45). Kalau ada kasih yang mutunya tinggi pasti ada juga kasih yang rendah mutunya. Ada dua kasih yaitu :
  1. Kasih walaupun. Mengasihi sesama tanpa syarat, tidak terbatas, tidak berubah, dan untuk selamanya. mengasihi yang tidak memandang golongan apapun dan dimanapun.
  2. Kasih karena. Mengasihi sesama dengan syarat, terbatas, berubah, dan sementara. Contoh : kalau seagama atau sesuku baru mengasihi, bila suasana hati senang akan mengasihi, bila suasana hati sedih akan mendendam. 

Mengapa harus kasih? Saling mengasihi? Mengasihi musuhmu? Ada tiga hal yang mendasari :
  1. Merupakan kebutuhan tiap Orang (Markus 12:30-31). Banyak keluarga, persahabatan, persekutuan, dan Gereja rusak karena tidak ada kasih di dalamnya.
  2. Dasar hidup yang penting (1 korintus 13:1-3). Sekalipun kamu punya berbagai kelebihan, bakat, uang, dan kedudukan akan percuma tanpa kasih.
  3. Membuat perkerjaan jadi ringan (1 Yohanes 5:34). Ada kasih pelayanan akan menjadi sukacita. Ada kasih pelayanan akan menjadi menyenangkan. 
Mengasihi seperti Yesus itu tidak berat. Bila kita benar-benar mencintai Dia, maka akan menyenangkan untuk melakukan pelayanan. Ingatlah Yesus menyayangi kita melebihi nyawanya sendiri. Kasih merupakan kuasa yang paling besar (Yohanes 3:16; 15:13). Yesus lahir di dunia menderita dan mati untuk kita.

Bagaimanakah agar kita dapat mengasihi orang yang jahat pada kita? Haruslah kita percaya pada Kasih Tuhan dan berdoalah sesuai kehendak-Nya maka akan dikabulkan (1Yohanes 5:14-15). Mintalah untuk mengasihi orang yang kita benci maka akan diberikan jalan. Mungkin hari ini engkau punya musuh, kebencian, dan dendam, berdoalah dan mengakulah pada Dia maka akan buka jalan. Jadilah serupa Kristus dalam Mengasihi.
Dr.Harry Ratulangi

Wednesday, April 3, 2013

Serupa Kristus dalam Belas Kasihan



Lukas 23:35-43.
Ketika Yesus lahir dipenuhi oleh binatang, ketika Ia mati di kelilingi oleh penjahat. Menariknya lagi salah seorang penjahat yang bersama-Nya di salibkan meminta agar Yesus mengingat dirinya bukan meminta penghormatan atau pembebasan (Lukas 23: 42). Penjahat itu berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Kemudian kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.". Mengapa perkataan Yesus ditujukan pada penjahat, lalu apa tujuannya? Orang tersebut penjahat besar, dibenci, ditakuti, dihina, dilupakan, dan tidak dihiraukan. Tapi Yesus memandang berbeda dari manusia. Manusia lebih menghargai penampilan atau prestasi. Bila ada jemaat datang memakai mobil BMW atau Mercedes Benz disambut dengan baik. Sebaliknya bila yang datang pengemis atau orang kusta seringkali dianggap sampah. Penjahat yang disalib merupakan orang yang dianggap sampah masyarakat tetapi Yesus mengajaknya masuk ke dalam Firdaus.

Sebaliknya seorang lagi dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39). Maka ditolak-Nya penjahat itu untuk ikut kedalam Kerajaan Surga. Bukan besarnya dosa yang menjadi hitungan tapi karena penolakan terhadap Yesus.

Dua Penjahat tersebut mempunyai detik terakhir untuk percaya Yesus, namun hanya satu yang menerima. Bagaimana dengan kita yang tidak tahu kapan kita meninggal. Orang sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak ada kesempatan untuk mendengarkan injil. Semakin lama manusia hidup maka akan semakin sulit menerima Firman Tuhan. Mengapa? Karena semasa hidupnya sudah banyak menerima hal-hal duniawi.

Kenapa orang jaman sekarang sulit menerima Yesus? Karena mereka tertutupi oleh tipu daya kekayaan. Penjahat yang tidak diselamatkan meminta kepada Yesus untuk bebas dari hukuman Salib sehingga Ia dapat kembali mengumpulkan kekayaan dan hidup mapan. Bukan kekayaan itu salah, tapi hati-hati. Kita ada untuk menginjili dunia, bukan dunia yang mempengaruhi kita. Salahnya, manusia sering menganggap kemewahan sebagai symbol dari berkat Tuhan. Siapa yang menangis ketika dompet hilang, saham turun, atau mobil hilang? Siapa yang menangis ketika banyak jiwa masuk ke Neraka?

Hidup berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan banyak jiwa. Engkau berbuat baik dengan memberi makanan, uang, pekerjaan, pakaian, dan hal duniawi lainnya sesungguhnya merupakan kekejaman. Apa gunanya semua itu dibandingkan dengan keselamatan jiwa mereka. Tunjukanlah kerajaan Surga.

Berpikirlah setelah mati mau kemana? Banyak manusia meremehkan dan ketika terjadi itu sudah terlambat. Apa gunanya manusia meninggal meninggalkan banyak harta bagi keluarganya tetapi tidak memberikan jalan keselamatan. Mat 16:26, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.

Jangan semudah yang engkau pikir, pergi ke Gereja sudah pasti masuk Surga. Penjahat yang disalibkan bersama Yesus tidak pernah ke Gereja dan selalu berbuat jahat, tetapi ketika akhir hayatnya Ia percaya Yesus sehingga diselamatkan. Bukalah hatimu agar Dia masuk. Bukan berapa banyak harta atau umur saudara sekalian tapi pikirkan apa setelah engkau meninggal, akan berada bersama Yesus di Surga. Jangan Tunda siapa tahu waktu itu sudah tidak ada.
 Ev.Liem Kha Hok