Tuesday, August 20, 2013

Kenali Potensi Anak


Tidak semua anak dapat mengungkapkan isi hati. Beberapa kasus kemarahan anak kepada orang tua akibat dari orang tua menuntut, memaksa, dan membanding-bandingkan tanpa melihat kemampuan anak. Nilai 9 dan 10 bukanlah standard kepintaran, mungkin dia mempunyai talenta yang lain. Sering kali tidak melihat talenta anak dan hanya memaksa. Orang tua terlalu sibuk, sehingga tidak tahu perkembangan anak. Perenungan awal yang harus kita ingat yaitu :
1. Melihat anak adalah anugerah Tuhan.
2. Tuhan punya BIG PLAN pada masing-masing anak.
3. Setiap anak berbeda (sifat, cara belajar, kemampuan, bakat, dll).

Andreas dan Petrus bersaudara. Andreas bertobat terlebih dahulu daripada Petrus, tetapi di dalam kitab Perjanjian Baru Petrus lebih banyak tampil. Lalu apakah Yesus pernah membandingkan mereka. Amsal 29:17, Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Dianjurkan untuk mendidik, mengajar, dan mendisiplinkan. Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Jadi apapun yang dikatakan orang tua akan membentuk pribadi anak tersebut.

Harusnya kita menolong anak untuk tetap berada dalam ajaran Tuhan. Menolong anak menemukan potensi dirinya sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan. Menolong anak untuk menjadi seperti yang Tuhan mau. Orang tua lebih keras kepada anak-anak ketika bolos ke sekolah, daripada bolos ke Gereja.

Cara sederhana kita menolong anak menemukan potensi dirinya:
1. Miliki waktu bersamanya untuk melihat tingkah lakunya.
2. Perhatikan kegiatan apa yang sering dilakukannya atau lebih berminat pada hal-hal apa?
3. Memberikan berbagai macam stimulus atau rangsangan pada anak.

Daripada memaksa pada potensi yang tidak mereka punyai, dukunglah potensi yang mereka punya. Kerja sama dengan gurunya untuk melihat potensi anak. Lakukan tes psikologi dan bakat. Yang terakhir ajak ‎​berdoa bersama dan perhatikan cita-cita yang mereka kemukakan dalam doa.  Jangan mudah menghakimi anak bila anak tersebut melakukan kesalahan. Anak adalah anugerah Tuhan alangkah indahnya kalau semua orang dapat mengasuh anaknya untuk menjadi yang terbaik buat Tuhan.

No comments :

Post a Comment