Lukas 23:35-43.
Ketika Yesus lahir dipenuhi oleh
binatang, ketika Ia mati di kelilingi oleh penjahat. Menariknya lagi salah
seorang penjahat yang bersama-Nya di salibkan meminta agar Yesus mengingat
dirinya bukan meminta penghormatan atau pembebasan (Lukas 23: 42). Penjahat itu
berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
Raja."
Kemudian kata Yesus kepadanya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada
bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.". Mengapa perkataan Yesus
ditujukan pada penjahat, lalu apa tujuannya? Orang tersebut penjahat besar,
dibenci, ditakuti, dihina, dilupakan, dan tidak dihiraukan. Tapi Yesus
memandang berbeda dari manusia. Manusia lebih menghargai penampilan atau
prestasi. Bila ada jemaat datang memakai mobil BMW atau Mercedes Benz disambut
dengan baik. Sebaliknya bila yang datang pengemis atau orang kusta seringkali
dianggap sampah. Penjahat yang disalib merupakan orang yang dianggap sampah
masyarakat tetapi Yesus mengajaknya masuk ke dalam Firdaus.
Sebaliknya seorang lagi dari
penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau
adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39). Maka
ditolak-Nya penjahat itu untuk ikut kedalam Kerajaan Surga. Bukan besarnya dosa
yang menjadi hitungan tapi karena penolakan terhadap Yesus.
Dua Penjahat tersebut mempunyai
detik terakhir untuk percaya Yesus, namun hanya satu yang menerima. Bagaimana
dengan kita yang tidak tahu kapan kita meninggal. Orang sibuk dengan dunianya
sendiri dan tidak ada kesempatan untuk mendengarkan injil. Semakin lama manusia
hidup maka akan semakin sulit menerima Firman Tuhan. Mengapa? Karena semasa
hidupnya sudah banyak menerima hal-hal duniawi.
Kenapa orang jaman sekarang sulit
menerima Yesus? Karena mereka tertutupi oleh tipu daya kekayaan. Penjahat yang
tidak diselamatkan meminta kepada Yesus untuk bebas dari hukuman Salib sehingga
Ia dapat kembali mengumpulkan kekayaan dan hidup mapan. Bukan kekayaan itu
salah, tapi hati-hati. Kita ada untuk menginjili dunia, bukan dunia yang
mempengaruhi kita. Salahnya, manusia sering menganggap kemewahan sebagai symbol
dari berkat Tuhan. Siapa yang menangis ketika dompet hilang, saham turun, atau
mobil hilang? Siapa yang menangis ketika banyak jiwa masuk ke Neraka?
Hidup berpacu dengan waktu untuk
menyelamatkan banyak jiwa. Engkau berbuat baik dengan memberi makanan, uang,
pekerjaan, pakaian, dan hal duniawi lainnya sesungguhnya merupakan kekejaman.
Apa gunanya semua itu dibandingkan dengan keselamatan jiwa mereka. Tunjukanlah
kerajaan Surga.
Berpikirlah setelah mati mau
kemana? Banyak manusia meremehkan dan ketika terjadi itu sudah terlambat. Apa
gunanya manusia meninggal meninggalkan banyak harta bagi keluarganya tetapi
tidak memberikan jalan keselamatan. Mat 16:26, “Apa gunanya seorang memperoleh
seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya
sebagai ganti nyawanya?”.
Jangan semudah yang engkau pikir,
pergi ke Gereja sudah pasti masuk Surga. Penjahat yang disalibkan bersama Yesus
tidak pernah ke Gereja dan selalu berbuat jahat, tetapi ketika akhir hayatnya
Ia percaya Yesus sehingga diselamatkan. Bukalah
hatimu agar Dia masuk. Bukan berapa banyak harta atau umur saudara sekalian
tapi pikirkan apa setelah engkau meninggal, akan berada bersama Yesus di Surga.
Jangan Tunda siapa tahu waktu itu sudah tidak ada.
Ev.Liem Kha Hok
No comments :
Post a Comment