Wednesday, April 3, 2013

Serupa Kristus dalam Belas Kasihan



Lukas 23:35-43.
Ketika Yesus lahir dipenuhi oleh binatang, ketika Ia mati di kelilingi oleh penjahat. Menariknya lagi salah seorang penjahat yang bersama-Nya di salibkan meminta agar Yesus mengingat dirinya bukan meminta penghormatan atau pembebasan (Lukas 23: 42). Penjahat itu berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Kemudian kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.". Mengapa perkataan Yesus ditujukan pada penjahat, lalu apa tujuannya? Orang tersebut penjahat besar, dibenci, ditakuti, dihina, dilupakan, dan tidak dihiraukan. Tapi Yesus memandang berbeda dari manusia. Manusia lebih menghargai penampilan atau prestasi. Bila ada jemaat datang memakai mobil BMW atau Mercedes Benz disambut dengan baik. Sebaliknya bila yang datang pengemis atau orang kusta seringkali dianggap sampah. Penjahat yang disalib merupakan orang yang dianggap sampah masyarakat tetapi Yesus mengajaknya masuk ke dalam Firdaus.

Sebaliknya seorang lagi dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39). Maka ditolak-Nya penjahat itu untuk ikut kedalam Kerajaan Surga. Bukan besarnya dosa yang menjadi hitungan tapi karena penolakan terhadap Yesus.

Dua Penjahat tersebut mempunyai detik terakhir untuk percaya Yesus, namun hanya satu yang menerima. Bagaimana dengan kita yang tidak tahu kapan kita meninggal. Orang sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak ada kesempatan untuk mendengarkan injil. Semakin lama manusia hidup maka akan semakin sulit menerima Firman Tuhan. Mengapa? Karena semasa hidupnya sudah banyak menerima hal-hal duniawi.

Kenapa orang jaman sekarang sulit menerima Yesus? Karena mereka tertutupi oleh tipu daya kekayaan. Penjahat yang tidak diselamatkan meminta kepada Yesus untuk bebas dari hukuman Salib sehingga Ia dapat kembali mengumpulkan kekayaan dan hidup mapan. Bukan kekayaan itu salah, tapi hati-hati. Kita ada untuk menginjili dunia, bukan dunia yang mempengaruhi kita. Salahnya, manusia sering menganggap kemewahan sebagai symbol dari berkat Tuhan. Siapa yang menangis ketika dompet hilang, saham turun, atau mobil hilang? Siapa yang menangis ketika banyak jiwa masuk ke Neraka?

Hidup berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan banyak jiwa. Engkau berbuat baik dengan memberi makanan, uang, pekerjaan, pakaian, dan hal duniawi lainnya sesungguhnya merupakan kekejaman. Apa gunanya semua itu dibandingkan dengan keselamatan jiwa mereka. Tunjukanlah kerajaan Surga.

Berpikirlah setelah mati mau kemana? Banyak manusia meremehkan dan ketika terjadi itu sudah terlambat. Apa gunanya manusia meninggal meninggalkan banyak harta bagi keluarganya tetapi tidak memberikan jalan keselamatan. Mat 16:26, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.

Jangan semudah yang engkau pikir, pergi ke Gereja sudah pasti masuk Surga. Penjahat yang disalibkan bersama Yesus tidak pernah ke Gereja dan selalu berbuat jahat, tetapi ketika akhir hayatnya Ia percaya Yesus sehingga diselamatkan. Bukalah hatimu agar Dia masuk. Bukan berapa banyak harta atau umur saudara sekalian tapi pikirkan apa setelah engkau meninggal, akan berada bersama Yesus di Surga. Jangan Tunda siapa tahu waktu itu sudah tidak ada.
 Ev.Liem Kha Hok

No comments :

Post a Comment