Monday, April 8, 2013

Serupa Yesus dalam Mengasihi


Apakah bisa mengasihi seperti Yesus? Ketika Yesus disalibkan masih bisa mendoakan orang lain, tidak hanya yang menangisi Dia tetapi juga yang menyangkal Dia dan seluruh dunia. Baru setelah itu Yesus memperhatikan Ibu-Nya. 
Tak sekedar mengasihi biasa tetapi harus mempunyai kualitas sama seperti Ia. Kasihilah sesamamu termasuk mereka yang baik dan yang jahat, apakah bisa? (Matius 5:44-45). Kalau ada kasih yang mutunya tinggi pasti ada juga kasih yang rendah mutunya. Ada dua kasih yaitu :
  1. Kasih walaupun. Mengasihi sesama tanpa syarat, tidak terbatas, tidak berubah, dan untuk selamanya. mengasihi yang tidak memandang golongan apapun dan dimanapun.
  2. Kasih karena. Mengasihi sesama dengan syarat, terbatas, berubah, dan sementara. Contoh : kalau seagama atau sesuku baru mengasihi, bila suasana hati senang akan mengasihi, bila suasana hati sedih akan mendendam. 

Mengapa harus kasih? Saling mengasihi? Mengasihi musuhmu? Ada tiga hal yang mendasari :
  1. Merupakan kebutuhan tiap Orang (Markus 12:30-31). Banyak keluarga, persahabatan, persekutuan, dan Gereja rusak karena tidak ada kasih di dalamnya.
  2. Dasar hidup yang penting (1 korintus 13:1-3). Sekalipun kamu punya berbagai kelebihan, bakat, uang, dan kedudukan akan percuma tanpa kasih.
  3. Membuat perkerjaan jadi ringan (1 Yohanes 5:34). Ada kasih pelayanan akan menjadi sukacita. Ada kasih pelayanan akan menjadi menyenangkan. 
Mengasihi seperti Yesus itu tidak berat. Bila kita benar-benar mencintai Dia, maka akan menyenangkan untuk melakukan pelayanan. Ingatlah Yesus menyayangi kita melebihi nyawanya sendiri. Kasih merupakan kuasa yang paling besar (Yohanes 3:16; 15:13). Yesus lahir di dunia menderita dan mati untuk kita.

Bagaimanakah agar kita dapat mengasihi orang yang jahat pada kita? Haruslah kita percaya pada Kasih Tuhan dan berdoalah sesuai kehendak-Nya maka akan dikabulkan (1Yohanes 5:14-15). Mintalah untuk mengasihi orang yang kita benci maka akan diberikan jalan. Mungkin hari ini engkau punya musuh, kebencian, dan dendam, berdoalah dan mengakulah pada Dia maka akan buka jalan. Jadilah serupa Kristus dalam Mengasihi.
Dr.Harry Ratulangi

No comments :

Post a Comment