Apakah bisa mengasihi seperti Yesus?
Ketika Yesus disalibkan masih bisa mendoakan orang lain, tidak hanya yang
menangisi Dia tetapi juga yang menyangkal Dia dan seluruh dunia. Baru setelah
itu Yesus memperhatikan Ibu-Nya.
Tak sekedar mengasihi biasa
tetapi harus mempunyai kualitas sama seperti Ia. Kasihilah sesamamu termasuk
mereka yang baik dan yang jahat, apakah bisa? (Matius 5:44-45). Kalau ada kasih
yang mutunya tinggi pasti ada juga kasih yang rendah mutunya. Ada dua kasih
yaitu :
- Kasih walaupun. Mengasihi sesama tanpa syarat, tidak terbatas, tidak berubah, dan untuk selamanya. mengasihi yang tidak memandang golongan apapun dan dimanapun.
- Kasih karena. Mengasihi sesama dengan syarat, terbatas, berubah, dan sementara. Contoh : kalau seagama atau sesuku baru mengasihi, bila suasana hati senang akan mengasihi, bila suasana hati sedih akan mendendam.
Mengapa harus kasih? Saling
mengasihi? Mengasihi musuhmu? Ada tiga hal yang mendasari :
- Merupakan kebutuhan tiap Orang (Markus 12:30-31). Banyak keluarga, persahabatan, persekutuan, dan Gereja rusak karena tidak ada kasih di dalamnya.
- Dasar hidup yang penting (1 korintus 13:1-3). Sekalipun kamu punya berbagai kelebihan, bakat, uang, dan kedudukan akan percuma tanpa kasih.
- Membuat perkerjaan jadi ringan (1 Yohanes 5:34). Ada kasih pelayanan akan menjadi sukacita. Ada kasih pelayanan akan menjadi menyenangkan.
Mengasihi seperti Yesus itu tidak berat. Bila kita
benar-benar mencintai Dia, maka akan menyenangkan untuk melakukan pelayanan.
Ingatlah Yesus menyayangi kita melebihi nyawanya sendiri. Kasih merupakan kuasa
yang paling besar (Yohanes 3:16; 15:13). Yesus lahir di dunia menderita dan
mati untuk kita.
Bagaimanakah agar kita dapat mengasihi orang yang jahat
pada kita? Haruslah kita percaya pada Kasih Tuhan dan berdoalah sesuai
kehendak-Nya maka akan dikabulkan (1Yohanes 5:14-15). Mintalah untuk mengasihi
orang yang kita benci maka akan diberikan jalan. Mungkin hari ini engkau punya
musuh, kebencian, dan dendam, berdoalah dan mengakulah pada Dia maka akan buka
jalan. Jadilah serupa Kristus dalam Mengasihi.
Dr.Harry Ratulangi
No comments :
Post a Comment