Pengajaran Yesus untuk mengasihi
dan mengampuni bukan hanya ketika dia hidup, sampai matipun dia tetap
mengampuni. Salib merupakan hukuman untuk penjahat yang tidak terampuni. Adakah
kesalahan Yesus sehingga dirinya disalibkan (Lukas 23:22)? Pantaskah diri-Nya
disandingkan dengan penjahat seperti Barabas (Lukas 23:19)? Barabas memang
layak mati, tetapi mengapa tidak ada yang membela Yesus. Orang-orang yang dulu
pernah melihat, mendengar, dan merasakan kasih Yesus, berbalik melawan Dia di
dalam pengadilan Pilatus.
Biasanya dalam posisi terancam
seperti itu kita akan berontak, marah, dan mencaci-maki. sedangkan Yesus
menghadapi masalah itu tidak dengan dendam dan amarah, tetapi dengan kasih dan
pengampunan. Yesus berkata (Lukas 23:34): "Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.". Kata “Ya Bapa”
menunjukkan kedekatan hubungan Yesus dengan Bapa di Surga. Sifat Bapa yang
penuh belas kasihan juga ada pada diri Yesus, tapi seringkali tidak ada dalam
diri manusia padahal kita sudah diampuni.
Jadikanlah Yesus sebagai teladan,
maukah serupa dengan Dia. Mengampuni tidaklah mudah, tetapi bukanlah tidak
bisa. Mintalah pertolongan pada Tuhan maka engkau akan dibantu. Mengampuni
lebih baik daripada membalas. Dendam tidak pernah akan menyelesaikan masalah.
Ketika kita mengampuni akan ada sukacita didalam hati. Bukan hak kita untuk
membalas, tetapi hak kita untuk memaafkan. Biarlah kejahatan orang yang
bersalah pada kita itu urusan Tuhan..
Ev.Purwanti
No comments :
Post a Comment