Thursday, April 11, 2013

Serupa Kristus Dalam Ketaatan



               Yohanes 19:30, Manusia berada pada suatu jaman yang mengutamakan kebebasan. Hal ini berdampak terhadap ketaatan manusia pada hukum/peraturan karena pada dasarnya peraturan/hukum bersifat mengekang sehingga menghilangkan kebebasan manusia (independensi).
              
Ketaatan atau ketertundukan merupakan suatu pengakuan bahwa ada suatu pribadi yang kedudukannya lebih tinggi dari kita. Ketaatan kita kepada Tuhan membuktikan bahwa kita percaya bahwa Allah memiliki rencana didalam kehidupan kita. Ketaatan Kristus yang menyeluruh dan sempurna akan rencana karya keselamatan Allah merupakan teladan yang dapat kita temukan didalam Alkitab. Kristus taat kepada Alalh selangkah demi selangkah, bahkan ketika mati di kayu salib. Didalam Yoh. 4:34, Tuhan Yesus berkata bahwa, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Pada saat di kayu salib, Kristus mengatakan “Tetelestai”, yang berasal dari kata kerja teleo, artinya "mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan.


Mengapa ketaatan begitu penting?
1. Ketaatan Adalah Jalan Pada Pembenaran.

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (Roma 5:19)

Adam yang pertama telah jatuh kedalam dosa dan melalui ketaatan adam kedua semua manusia dibenarkan. Ketaatan bukanlah pada saat kita menghadapi kelimpahan ataupun kesenangan, tapi juga dalam kondisi yang paling sukar dan tidak menyenangkan sekalipun, sama seperti Kristus yang taat menjalankan kehendak Bapa-Nya dengan mati di kayu salib. Saudara dan saya diciptakan Tuhan dan telah menerima anugrah keselamatan, apakah ketertundukan/ketaatan kita merupakan keharusan atau tidak?


2. Ketaatan Adalah Jalan Kerendahan Hati

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh 13:13-15)

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Flp. 2:5-8).

Manusia memulai karirnya dari bahwa kemudian lama-lama kedudukannya bertambah tinggi. Hal ini berbeda dengan Kristus yang berasal dari atas kemudian turun kebawah. Kristus yang adalah Allah telah merendahkan diri-Nya menjadi seorang hamba dan taat sampai mati. Bahkan, Kristus membasuh kaki para murid-murid Nya. Seseorang yang memiliki kerendahan hati dan ketaatan akan menempatkan orang lain lebih tinggi.

Kadang kita diperlakukan tidak sepantasnya oleh orang lain dan yang kita lakukan adalah melawan. Tetapi Kristus telah memberikan teladan, ketika Dia diperlakukan tidak sewajarnya, Dia tidak melawan bahkan Dia mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya dan Dia ditinggikan oleh Bapa. Pada waktu kita mau taat akan perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara yang besar kepada kita.

Bill Hybel, Gembala Gereja Willow Creek mengatakan: “Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi seorang yang agung, maka arah yang harus Anda tempuh ialah menurun. Anda harus turun menuju keagungan.”


3. . Ketaatan Adalah Jalan Berkat

“Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, ... , sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bil 14:8-9).
 “Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya." (2 Sam 15:25-26).
Ketidaktaatan Bangsa Israel telah mengakibatkan bangsa ini harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Lain halnya dengan Daud yang taat kepada kehendak Allah walaupun dalam kondisi yang sulit. Ketaatan Kristus membawa berkat bagi umat manusia.
Allah mengaruniakan berkat-berkat terbaik-Nya kepada mereka yang berjalan dengan segala kepatuhan atau ketaatan di hadapan Dia, yaitu mereka yang hanya menginginkan  kehendak Tuhan saja yang jadi atas hidup mereka, mereka yang walau di tengah deraian air mata dan kesulitan hidup namun dengan segala kekuatan yang dikaruniakan Tuhan tetap sanggup berkata, “Tuhan, saya mau taat.”(Pdt. Lim Supianto,yen)

No comments :

Post a Comment