Yohanes
19:30, Manusia berada pada suatu jaman yang mengutamakan kebebasan. Hal ini
berdampak terhadap ketaatan manusia pada hukum/peraturan karena pada dasarnya
peraturan/hukum bersifat mengekang sehingga menghilangkan kebebasan manusia
(independensi).
Ketaatan
atau ketertundukan merupakan suatu pengakuan bahwa ada suatu pribadi yang
kedudukannya lebih tinggi dari kita. Ketaatan kita kepada Tuhan membuktikan
bahwa kita percaya bahwa Allah memiliki rencana didalam kehidupan kita.
Ketaatan Kristus yang menyeluruh dan sempurna akan rencana karya keselamatan
Allah merupakan teladan yang dapat kita temukan didalam Alkitab. Kristus taat
kepada Alalh selangkah demi selangkah, bahkan ketika mati di kayu salib.
Didalam Yoh. 4:34, Tuhan Yesus berkata bahwa, "Makanan-Ku ialah melakukan
kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Pada saat di
kayu salib, Kristus mengatakan “Tetelestai”,
yang berasal dari kata kerja teleo, artinya "mencapai tujuan akhir,
menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir
dari sebuah tindakan.
Mengapa
ketaatan begitu penting?
1. Ketaatan Adalah Jalan Pada
Pembenaran.
“Jadi sama seperti oleh
ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula
oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (Roma 5:19)
Adam yang pertama telah jatuh
kedalam dosa dan melalui ketaatan adam kedua semua manusia dibenarkan. Ketaatan
bukanlah pada saat kita menghadapi kelimpahan ataupun kesenangan, tapi juga
dalam kondisi yang paling sukar dan tidak menyenangkan sekalipun, sama seperti
Kristus yang taat menjalankan kehendak Bapa-Nya dengan mati di kayu salib.
Saudara dan saya diciptakan Tuhan dan telah menerima anugrah keselamatan,
apakah ketertundukan/ketaatan kita merupakan keharusan atau tidak?
2. Ketaatan Adalah Jalan Kerendahan
Hati
“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan,
dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku
membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling
membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya
kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh 13:13-15)
“Hendaklah kamu dalam hidupmu
bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya
sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan
manusia. Dan dalam keadaan sebagai
manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati
di kayu salib.” (Flp. 2:5-8).
Manusia memulai karirnya dari bahwa
kemudian lama-lama kedudukannya bertambah tinggi. Hal ini berbeda dengan
Kristus yang berasal dari atas kemudian turun kebawah. Kristus yang adalah
Allah telah merendahkan diri-Nya menjadi seorang hamba dan taat sampai mati. Bahkan,
Kristus membasuh kaki para murid-murid Nya. Seseorang yang memiliki kerendahan
hati dan ketaatan akan menempatkan orang lain lebih tinggi.
Kadang kita diperlakukan tidak
sepantasnya oleh orang lain dan yang kita lakukan adalah melawan. Tetapi Kristus
telah memberikan teladan, ketika Dia diperlakukan tidak sewajarnya, Dia tidak
melawan bahkan Dia mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya dan Dia
ditinggikan oleh Bapa. Pada waktu kita mau taat akan perkara kecil, maka Tuhan
akan mempercayakan perkara yang besar kepada kita.
Bill Hybel, Gembala Gereja Willow
Creek mengatakan: “Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi seorang yang agung,
maka arah yang harus Anda tempuh ialah menurun. Anda harus turun menuju
keagungan.”
3. . Ketaatan Adalah Jalan Berkat
“Jika TUHAN berkenan kepada kita,
maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada
kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah
memberontak kepada TUHAN, ... , sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut
kepada mereka.” (Bil 14:8-9).
“Lalu berkatalah raja kepada Zadok:
"Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia
di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan
melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku
tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa
yang baik di mata-Nya." (2 Sam 15:25-26).
Ketidaktaatan Bangsa Israel telah
mengakibatkan bangsa ini harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Lain
halnya dengan Daud yang taat kepada kehendak Allah walaupun dalam kondisi yang
sulit. Ketaatan Kristus membawa berkat bagi umat manusia.
Allah mengaruniakan berkat-berkat
terbaik-Nya kepada mereka yang berjalan dengan segala kepatuhan atau ketaatan
di hadapan Dia, yaitu mereka yang hanya menginginkan kehendak Tuhan saja yang jadi atas hidup
mereka, mereka yang walau di tengah deraian air mata dan kesulitan hidup namun
dengan segala kekuatan yang dikaruniakan Tuhan tetap sanggup berkata, “Tuhan,
saya mau taat.”(Pdt. Lim Supianto,yen)
No comments :
Post a Comment