Monday, June 10, 2013

Pray Until Something Happen




Lukas 18:1-8 - Ketika berbicara tentang doa, apakah kita tempatkan doa itu seperti setir kemudi pada mobil, ataukah seperti ban serep. Ketika kita mengendarai sebuah kendaraan, mau tidak mau setir kemudi harus ada, dengan tujuan untuk menentukan arah. Sedangkan ban serep hanya untuk saat darurat. Ketika kita tidak butuh maka ban itu ditaruh di bawah mobil.

Doa harusnya seperti setir bukan seperti ban serep. Apakah kita sungguh-sungguh berdoa  benar-benar berharap Allah mendengar, atau nothing to lose, mendengar ya tidak apa-apa, tidak didengar ya tidak apa-apa.

Kalau kita datang pada Allah dengan sikap seperti itu, tidak ada ubahnya  doa seperti ban serep. Di ayat pertama Yesus mengatakan "mereka harus selalu". Ini bukan optional tetapi merupakan keharusan. Sadarkah Doa merupakan salah satu berkat terbesar, karena ketika kita ‎​berdoa Allah mengijinkan kita mendekati tahta-Nya. Doa merupakan pergumulan kita yang terbesar, dan menunggu jawaban berdasarkan Iman. Ketika kita menunggu jawaban, sering kali kita tawar hati.

Pada saat belajar berdoa ada dua sisi yang perlu kita lihat. Pertama, Allah berdaulat pada doa kita. Kedua, kita dituntut percaya kapada Allah yang tidak pernah mereka-reka yang jahat pada umat-Nya. Ingatlah Allah tidak perna berharap sesuatu yang buruk pada anak-Nya.

Injil ini melukiskan bagaimana jahatnya hakim ini, mengkontraskan sifatnya daripada Allah. Seorang janda ingin agar haknya dibela kemudian datang menemui Hakim terebut namun ditolak. Namun janda ini tidak berputus asa dan terus-menerus datang. Akhirnya hakim ini menolong agar si janda tidak mengganggunya lagi.

Dari perumpamaan ini mengingatkan bahwa setiap murid-murid Allah ‎​harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Mereka wajib terus berdoa terus sampai anak Allah datang (Ayat 8), Pray Until Something Happen sampai anak Allah datang. Lalu apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan ini?

  1. Berdoaa dengan keteguhan dan kegigihan (Ayat 3-5).  ‎​pada awalnya kita mendoakan, tetapi dalam proses perjalanan waktu, apa yang kita doakan sering kali lupa, akhirnya tidak didoakan lagi. Kita tidak menyadari doa itu dijawab atau tidak, seringkali hanya melewatkannya begitu saja. Kegigihan janda ini (Ayat 7) dihubungkan dengan keteguhan iman orang-orang pilihan Allah yang nyata dalam doa, yang tidak jemu-jemu siang malam berseru kepada Allah.
George Muller (1805-1898) penginjil yang mengabdikan dirinya untuk mendidik dan merawat 120000 anak yatim piatu di Bristol Inggris. Didalam setiap pelayanan dan pergumulannya tidak pernah dia bertanya kepada siapapun kecuali Allah melalui Doa. Goerge pernah berkata demikian, "kegagalan gereja masa kini terletak dari kegigihan dan ketekunan mereka berdoa". Ketika dalam ketekunan kitaa barulah kita tahu Doa itu dijawab.

  1. ‎​Berdoa dengan iman bahwa Allah akan mendengar dan segera menjawab doa tersebut. Ayat 7, “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” Ayat 8a, “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka”. Kita percaya ketika kita berdoa, sebagai umat tebusan Allah kita dapat bersandar kepada kemuliaan Allah.


Apakah ketika Anak Manusia datang kedua kali akan mendapati sikap iman (tercermin melalui doa yang tidak jemu-jemu) dalam diri anak-anak Allah? Ketika kita berdoa tanamkan hal ini, kita dapat bersandar pada janji Allah. Disinlah kita melihat kontrasnya hakim dengan Allah, hakim tidak menjajikan apapun sedangkan Ia menjanjikan keselamatan.

Sikap iman yang Allah inginkan seperti Janda yang terus menerus mengharapkan keadilan. Siapkah iman kita ketika Ia datang? apakah kita tetap tekun dalam berdoa? Ingatlah kesetiaan Allah tidak pernah berubah. Keyakinan, kesetiaan dan janji Allah jadikanlah sebagai tonggak iman doa.

Dalam proses hidup kita, tentunya kita banyak jawaban yang ada, atau ketika ‎​berdoa belum ada jawaban maka teruslah yakin dan Berdoa. Apalagi apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Allah, maka dari itu teruslah ‎​berdoa. Mari kita berdoa dengan satu keyakinan dan kegigihan, kita tahu akan kesetiaan dan janji Allah, berdoa terus sampai anak manusia datang. Ketika kita berdoa dengan kesetiaan dan ketekunan maka saya yakin dan pasti Allah mendengar dan mengkaruniakan yang baik bagi hidup kita.

No comments :

Post a Comment