Apakah motivasimu untuk melayani Tuhan? Setiap pribadi
punya jawaban yang berbeda. Ada yang ingin terkenal, untuk mengisi waktu, cari
pasangan hidup, cari relasi kerja, dan ada yang benar-benar untuk melayani. Contoh
coba kita perhatikan dari seluruh anggota paduan suara, adakah yang benar-benar
bergabung dengan tujuan melayani Tuhan, atau karena memang suka menyanyi?
Perselesihan antar pekerja ibadah kerap kali terjadi, tapi jangan dijadikan
alasan untuk tidak melayani Tuhan. Apapun yang terjadi pelayanan harus Berkenan di Hati Allah (Kisah Para
Rasul 13:22; 1Samuel 13:14, Wahyu 2:4)
Artikel dari Christianty
Today edisi Mei 1992 berkisah tentang Donald V Seibert. Mengawali kariernya
sebagai perajin sepatu, dan pada tahun 1974 dipercaya memimpin perusahaan
retail J C Penny dengan lebih dari 2000 cabang di seluruh dunia. Dari awal Ia
bekerja hingga sekarang tetap teguh
dengan motto "Excellence for The Glory of God". Semua
kebanggan, keunggulan, kebaikan, dan kehidupannya untuk kemuliaan Tuhan. Jangan
seperti Saul, awalnya Ia adalah orang hebat. Seiring perjalanan hidupnya, ia tidak
menuruti perintah Tuhan. Walaupun sudah memenangkan banyak peperangan, tapi
tidak berkenan kepada-Nya. Karena itu Tuhan menurunkan dari kedudukannya (Kisah
Para Rasul 13:22).
Dalam mengambil bagian untuk melayani Tuhan, apakah
kita berkenan pada-Nya? Hal ini dapat
diperhatikan dalam tiga bagian, yaitu:
1. Pertama ketika menghargai panggilan Allah
Ketika kita terpanggil untuk melayani
Tuhan, kita harus benar-benar menghargai-Nya. Ketika muda Daud diberikan
tanggung jawab yaitu menggembalakan domba. Dia memandang gembala sebagai panggilan
hidup dari Allah, walaupun merupakan pekerjaan kelas rendah dan banyak binatang
buas mengancam, Ia tetap mati-matian melindungi domba-dombanya. Bukan sekedar melindungi domba, tapi ia
memberikan seluruh hidupnya untuk Tugas yang diberikan Allah. Apakah kita
sepemberani Daud? Ataukah anda kabur ketika domba diserang serigala? Sadarlah jangan main-main terhadap panggilan
Allah.
2. Ketika kita dengan segenap hati mengasihi Allah.
Charles Haddon Spurgeon (1834 -
1892) seorang pembabtis dari Inggris. Yang semasa hidupnya sudah membabtis
lebih dari 10 juta orang. Salah satu quote
terbaiknya, “Jika kasih Kristus menguasai anda, kasih itu akan membuat anda
mengasihi sesama, karena kasih-Nya adalah kasih terhadap sesama, kasih terhadap
orang-orang yang tidak dapat memberi pelayanan kepada-Nya, yang tidak layak
menerima apapun dari Dia”.
Ketika terlibat dalam
pelayanan, apakah kamu mengasihi Tuhan dan sesama? Wahyu 2, menjelaskan Efesus
merupakan jemaat yang luar biasa, melayani tanpa mengenal lelah. Begitu giat
dan tekun melayani, tetapi Tuhan melihat ini adalah suatu pembusukan yang
terjadi dari dalam, karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula.
Kasih seperti Yeremia 2:2 dan Yohanes 15:13 yang diinginkan-Nya.
Tuhan mempercayakan pekerjaan
ini kepada kita, ingatlah kasih kepada Tuhan. Ketika ada perselisihan,
kesedihan, salah-paham, atau tersinggung didalam melakukan pelayanan, tetaplah
ingat akan kasih Kristus yang mati untuk kita. Tepatkanlah dirimu sesuai yang
Tuhan inginkan. Berangkatlah dari Kasih Kristus yang menguasai.
3, Ketika kita melayani penuh kesetiaan kepada Allah.
Matius 25:21 dan Lukas 19:17, ketika
yang dipercayakan mungkin masih sangat sederhana, tetapi ketika engkau setia
pada percaya, Tuhan akan memberikan engkau tanggung jawab yang lebih besar. Ada
kepercayaan yang lebih besar menanti anda, berkat yang lebih besar yang siap Tuhan anugerahkan. Daud
yang dahulu hanya menggembalakan domba, di perjalanan hidupnya ia menjadi
seorang raja.
Ilustrasi, ada seorang
Arsitek terkenal sudah lanjut usia, kemudian mengajukan diri untuk pensiun,
tapi masih dibutuhkan perusahaan tempat ia bekerja. Pemilik perusahaan
mengajukan satu proyek terakhir sebelum ia pensiun. Ia diharuskan untuk
membangun sebuah rumah di atas tanah 500 meter persegi dalam waktu satu tahun. Boleh
dibangun dengan biaya berapapun dan model apapun. Ternyata arsitek ini
menyelesaikan tugasnya dalam waktu enam bulan dengan bahan kelas tiga, dan luas
bangunan hanya 100 meter persegi, sisanya cuma tanah lapang. Tibalah hari
dimana Arsitek itu pensiun, dan untuk mengenang jasanya, pemilik perusahaan
mengadakan pesta dan memberikan proyek terakhir tersebut sebagai hadiah
pensiun. Menyesallah ia, karena sudah terlanjur dibangun dengan kualitas rendah.
Kadang berpikir seperti Arsitek
ini, pelayanan seadanya, terburu-buru, cepat-cepat agar bisa pulang, malas
kerjain yang susah-susah, yang penting jadi, dan lain-lain. Sebenarnya apa yang
kita kerjakan hari ini, akan dituai ketika berjumpa dengan-Nya. Adakah
pelayanan yang dibangun sampai hari ini benar-benar berkenan kepada Tuhan? Apapun
yang kalian lakukan harus dengan semangat Excellence for The Glory of God. Tunjukan kasih setiamu
kepada Kristus. Percayalah ada berkat yang lebih besar yang menunggu. (rob)
No comments :
Post a Comment