Friday, January 11, 2013

Pancasila dan Kekristenan


Pancasila Mempunyai Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Jawa Kuna berarti "macam". Kata tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun beraneka-ragam bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini menggambarkan kemajemukkan Bangsa Indonesia. Semboyan ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin (Syair dalam bahasa Jawa Kuno) Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.


Apakah kita berkompromi dengan kemajemukan itu? Alkitab, ditulis selama kurang lebih 1500 tahun. Ditulis dengan banyak bahasa, arab, ibrani, yunani kuno, dan aram. Mengandung unsur dari berbagai daerah dan budaya.


Bukti Alkitab bersifat majemuk. Pelayanan Yesus di Galilea merupakan pelayanan unuk segala Bangsa, nama-NYA dan reputasi-NYA terdengar di seluruh negri. Yesus tidak hanya dapat berkata ibrani, tetapi aram, dan Yunani. Nama Yesus mempunyai banyak nama dengan berbagai bahasa semasa dia di dunia, contoh: Yeshua Hamasiah (Aram), Yesus kristus (Latin). Yohanes 19:19-20 “(19) Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: ”Yesus, orang Nazret, raja orang Yahudi. (20) Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat dimana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin, dan bahasa Yunani”. 


Srimad Valmiki Ramayana seorang tokoh terkenal pada 300SM menyatakan bahwa Indonesia mempunyai banyak etnis dan suku. Dari barat sampai timur ada berbagai perbedaan warna kulit, bahasa, budaya, dan kepercayaan. Oleh karena itu Gereja harus majemuk, tidak hanya identik dengan bangsa dan suku tertentu. Sekarang, budaya Gereja Barat mempengaruhi cara beribadah umat Kristiani di Indonesia. Di Timur tengah tempat mula-mula munculnya umat Kristen mempunyai cara beribadah yang berbeda. Walaupun budaya berbeda tetapi ESENSINYA harus benar.  

              
Sebagai orang Kristiani, mungkin berpikir kenapa banyak di musuhi di Indonesia? Apakah Pancasila gagal? Anggapan tersebut salah. Justru ketika tidak adanya Pancasila tambah mengakibatkan kekacauan. Ketika Pancasila ditinggalkan, maka Indonesia di tinggalkan. Karena itu sebagai umat Kristiani tidak boleh memusuhi terhadap mereka yang beragama dan suku lain, tetapi bersama membangun Indonesia.


"Bambang Nursena, Pendiri Lembaga Kristen Sinia dan pengajar Cipta Wacana Malang."

No comments :

Post a Comment