Pancasila Mempunyai Semboyan
“Bhinneka Tunggal Ika”. Kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau
berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Jawa Kuna berarti "macam". Kata
tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara
harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang
bermakna meskipun beraneka-ragam bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan
ini menggambarkan kemajemukkan Bangsa Indonesia. Semboyan ini merupakan kutipan
dari sebuah kakawin (Syair dalam bahasa Jawa Kuno) Jawa Kuna yaitu kakawin
Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.
Apakah kita berkompromi dengan
kemajemukan itu? Alkitab,
ditulis selama kurang lebih 1500 tahun. Ditulis dengan banyak bahasa, arab, ibrani, yunani kuno, dan aram. Mengandung unsur
dari berbagai daerah dan budaya.
Bukti
Alkitab bersifat majemuk. Pelayanan Yesus di Galilea merupakan pelayanan unuk
segala Bangsa, nama-NYA dan reputasi-NYA terdengar di seluruh negri. Yesus
tidak hanya dapat berkata ibrani, tetapi aram, dan Yunani. Nama Yesus mempunyai
banyak nama dengan berbagai bahasa semasa dia di dunia, contoh: Yeshua Hamasiah
(Aram), Yesus kristus (Latin). Yohanes 19:19-20 “(19) Dan Pilatus menyuruh
memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: ”Yesus, orang Nazret,
raja orang Yahudi. (20) Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab
tempat dimana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis
dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin, dan bahasa Yunani”.
Srimad
Valmiki Ramayana seorang tokoh terkenal pada 300SM menyatakan bahwa Indonesia
mempunyai banyak etnis dan suku. Dari barat sampai timur ada berbagai perbedaan
warna kulit, bahasa, budaya, dan kepercayaan. Oleh karena itu Gereja harus
majemuk, tidak hanya identik dengan bangsa dan suku tertentu. Sekarang, budaya
Gereja Barat mempengaruhi cara beribadah umat Kristiani di Indonesia. Di Timur
tengah tempat mula-mula munculnya umat Kristen mempunyai cara beribadah yang
berbeda. Walaupun budaya berbeda tetapi ESENSINYA
harus benar.
Sebagai
orang Kristiani, mungkin berpikir kenapa banyak di musuhi di Indonesia? Apakah
Pancasila gagal? Anggapan tersebut salah. Justru ketika tidak adanya Pancasila
tambah mengakibatkan kekacauan. Ketika Pancasila ditinggalkan, maka Indonesia
di tinggalkan. Karena itu sebagai umat Kristiani tidak boleh memusuhi terhadap
mereka yang beragama dan suku lain, tetapi bersama membangun Indonesia.
"Bambang Nursena, Pendiri Lembaga
Kristen Sinia dan pengajar Cipta Wacana Malang."
No comments :
Post a Comment