Hidup manusia
ada suatu ruangan kosong yang tak bisa diisi apapun. Ruangan kosong itu tidak
bisa diisi dengan kekayaan, kepandaian, kecantikan atau apapun yang terlihat
menarik di dunia ini. Ruangan kosong itu hanya bisa diisi oleh sang Pencipta
kita sendiri, yaitu Allah. Ketika ruang
kosong itu tidak diisi oleh Allah, maka hidup manusia akan terasa sepi, hampa
dan hopeless.
Apakah Anda tahu
Michael Jackson? Norma Jeane Mortenson
atau yang dikenal dengan nama Marilyn Monroe? Britney Spears? Ketiga Artis
tersebut sangatlah sukses, harta mereka sangat banyak. Tetapi dibalik
kesuksesan mereka, rasa kesepian selalu menghampiri mereka. Michael Jackson
selalu membutuhkan obat tidur bahkan ia meninggal karena overdosis, padahal
dengan bakat, dan harta yang ia miliki, seharusnya ia dapat tidur nyenyak.
Marilyn Monroe, artis yang terkenal dengan kecantikannya, meninggal dunia pada
5 Agustus 1962 karena overdosis. Hidup Britney Spears juga dipenuhi masalah,
mulai dari kasus obat-obatan, asmara ,
dan lainnya. Apa yang menyebabkan hidup mereka terasa kesepian, hampa dan hopeless? Hal ini disebabkan ruangan
kosong itu tidak ada Allah. Sesukses apapun kita di dunia ini, tapi jika hidup
kita tidak ada Allah, hidup akan terasa hampa dan kosong. Berdasarkan Mazmur
63:1-9, kebahagiaan sesungguhnya bersumber dari Allah sendiri.
Bagaimana
ruangan yang kosong itu diisi oleh Allah? Untuk mengisi
ruangan tersebut, kita harus mengalami kehadiran Allah secara pribadi. Bukan
mengenal Tuhan dari orang lain, tapi
benar-benar mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita secara pribadi. Setelah mengalami kehadiranNya, kita mau
bergaul dan mengenalNya dengan baik, apa yang Allah mau dalam hidup kita. Kita
harus menjadikanNya prioritas dalam hidup kita. Setelah mengalami kehadiranNya,
kita tidak boleh menjadi orang Kristen yang ”mandul” atau tidak berbuah. Kita
harus melekat kepada sang Pencipta seperti ranting yang melekat pada pokoknya
(Yoh 15:1-8), begitulah hidup kita, ketika hidup kita melekat pada Allah, kita
akan berbuah. Efesus 2: 10, ”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam
Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di
dalamNya”. Tuhan sangat ingin kita hidup di dalamNya dan mengalami kasihNYA
secara pribadi, bukan orang lain yang mengatakan kasihNYA kepada kita.
No comments :
Post a Comment