Yoh 6: 67, yang
isinya “Maka kata Yesus kepada kedua
belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?””. Banyak dari kita mengidolakan
Tuhan, tetapi banyak yang tidak mengerti. Manusia itu terbatas, sering
menganggap diri kita baik dan benar, semua masalah dianggap mudah, padahal
tidak seperti itu. Mengikuti Mesias bukan karena kenikmatan fisik, atau karena
enak maka ikut Tuhan. Dari dulu hingga sekarang banyak yang datang untuk
mencari kenikmatan rohani di Gereja. Firman Tuhan sering dinyatakan, tetapi
tidak dilakukan akibatnya banyak orang yang meninggalkan Tuhan (Yoh 6: 66). “Akulah
pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku
dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab
di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”, Yoh 15: 5. Apakah kita akan
pergi meninggalkan-Nya juga?
Arti hidup yang
sebenarnya tidak ditemukan hanya dengan mengenal Yesus sebagai Juru selamat
(seindah apapun hal itu). Makna hidup yang sebenarnya ditemukan ketika orang
mulai berjalan mengikuti Kristus sebagai murid-Nya, belajar dari Dia,
menggunakan waktu bersama dengan Dia dalam FirmanNya, Alkitab, bersekutu dengan
Dia dalam doa, dan berjalan denganNya dalam ketaatan kepada perintah-perintah-Nya.
Singkat cerita
di Tahun 1960, Russel dan Istrinya melakukan misionaris di tanah Papua. Mereka
sudah melayani sekian lama dan berkeluarga disana. Suatu saat ketika Russel
bersama istri dan keempat anaknya naik perahu menuju tempat untuk pelayanan, tiba-tiba
ombak besar datang dan menyapu perahu Russel. Akibat kecelakaan itu Russel
harus kehilangan dua anaknya. Walaupun kehilangan dan duka dia tetap melakukan
pelayanan di tempat yang dituju dengan suka cita dan masih melayani di tanah
papua dalam waktu yang lama. Inilah komitmen yang benar dihadapan Tuhan.
Mengutamakan Bapa di Surga.
Siapakah yang
paling anda cintai di dunia ini? 1 Yohanes 2:15 menjabarkan “janganlah kamu
mengasihi Dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia,
maka kasih Bapa tidak akan ada di dalam orang itu”. Di ingatkan bahwa di dalam
hidup kita harus mengutamakan Tuhan. Alasannya karena Bapa terlebih dahulu
mengasihi kita dan Dia satu-satunya harta yang paling berharga (Mat 13: 44-46,
Fil 3: 7-8).
No comments :
Post a Comment