Wednesday, March 27, 2013

Intregrity, Credibilty, Civility


Di jaman sekarang ini manusia mengalami krisis tiga hal, yaitu :
  • Integritas : Apa yang diperbuat di luar dan didalam harus sama. Contoh : di Gereja baik dan sopan, di tempat kerja seperti “Iblis”. Ada survei di Inggris mengatakan bahwa hanya 40% kepercayaan orang kepada Gereja, 70% kepada pengajar, dan 90% kepada dokter.
  • Kredibilitas : Kepercayaan orang kepada kita. Apakah kita mempunyai nama baik?
  • Civilitas : Sebagai orang Kristiani harus dapat bekerjasama dengan baik antara sesama pemeluk agama lain, ras lain dan bangsa lain.
              
Integritas yang benar menurut Marcus Aurelius (Raja ke 16 dari Kerajaan Romawi), “Jika tindakan itu tidak benar jangan lakukan. Jika berita itu tidak benar, jangan dikatakan”. Memiliki integritas baik itu butuh proses yang tidak mudah. Contoh Tokoh Alkitab yang gagal dalam integritas :
  • Adam dan Hawa (Kejadian 3). Manusia jatuh dalam dosa, dengan memakan buah apel yang dilarang Tuhan.
  • Daud dan Batsyeba (2 Samuel 11 & 27). Daud mengambil istri Uria orang Het.
  • Gehazi, Elisa, dan Namaan (2 Raja-raja 5: 20-27). Gehazi meminta perak kepada Namaan, padahal sebelumnya Elisa (Abdi Allah) telah menolaknya.
  • Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5: 1-11). Mendustai roh kudus dengan menahan sebagian hasil penjualan tanah.

Contoh yang sukses dalam Integritas :
  • Daniel di Gua Singa (Daniel 6), kepercayaan Daniel kepada Tuhan sekalipun di lempar ke Gua Singa.
  • Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Daniel 3). Mereka tidak memuja dewa Nebukadnezar, walaupun dilempar kedalam perapian.
  • Ayub (Ayub). Ayub di dalam pergumulan hidupnya (Kehilangan keluarga dan seluruh hartanya) tetap kembali percaya kepada Tuhan.
  • Yusuf (kejadian 39). Yusuf yang tidak tergoda istri Potifar.
Integritas, Kredibilitas, dan civilitas bergabung menjadi satu untuk mendukung tujuan utama dalam hidup kita yaitu, “Glory to The Lord”.
   
Tujuan Hidup mengatur kehidupan kita. Ada tiga tujuan hidup manusia di dunia, untuk uang, nilai dan Tuhan. Perbandingannya sebagai berikut : 

Faktor
Uang
Nilai
Tuhan
Pusat
Diri Sendiri
Kesenangan
Tuhan
Sukses
Uang banyak
Hidup enak
Mengaplikasikan Iman
Boss
Orang yang punya uang. Menghambakan diri kepadanya
Menyenangkan orang tidak peduli baik atau tidak
Tuhan
Motivasi
Keuntungan
Proses
Manusia
Pekerja
Uang
Menyenangkan orang tidak peduli baik atau tidak
Melayani (Bunda Theresa)
Prinsip
Terima baru berikan
Berikan supaya senang, supaya dapat tenang
Memberi lebih baik daripada menerima



Mulai darimana kita dapat menerapkan tujuan hidup yang benar? Ciptakanlah itu mulai dalam lingkungan keluarga. Ada fakta di dunia yang menyatakan bahwa kehidupan keluarga yang didasari oleh iman akan menjadi warisan yang baik, begitu juga bila kehidupan kita dilandasi dengan uang atau kesenangan maka akan mewariskan kehidupan buruk. 

1703, Jonathan Edwards seorang ahli teologia dan intelektual di Amerika. Didalam hidupnya dilandasi oleh iman, anak-anak dan keturunannya didik dengan baik. Keturunannya banyak menjadi orang sukses di kemudian hari. Daftar keturunannya :
  • Lebih dari 100 pengacara dan 30 hakim.
  • 100 Pendeta, misionaris, dan professor teologia.
  • 80 terpilih bekerja pada Pemerintahan.
  • 75 bekerja di militer..
  • 60 terkenal dengan menerbitkan 135 buku.
  • 3 mayor.
  • 3 gubernur.
  • 3 senator.
  • 1 vice president (Aaron Burr).
Tidak ada satupun dari keturunan Jonathan Edwards yang merugikan. Warisan iman Kristus dari generasi ke generasi jelas-jelas membentuk kehidupan yang benar.

Mark Jukes lahir sekitar tahun 1720-1740, seorang ateis , pemabuk, tidak berpendidikan, dan pelaku tindak kriminal. Ia menikah dengan Wanita tidak baik, melarang anak-anaknya pergi ke Gereja, dan sering masuk penjara. Daftar keturunannya :
  • 310 Gelandangan.
  • 440 Pemabuk.
  • 130 Masuk penjara dengan rata-rata 13 tahun penahanan.
  • 60 Pencuri.
  • 190 menjadi pekerja tuna susila.
  • 300 Meninggal di usia awal.
  • 67 terkena penyakit kelamin.
  • 7  Pembunuh.
Keturunan Mark Jukes merugikan banyak orang dan Negara. Dasar Iman yang tidak benar mempengaruhi kehidupan keluarga dan mewariskan keburukan itu pada seluruh keturunannya.


Dari sini kita melihat pentingnya membangun sebuah keluarga berlandaskan firman Tuhan. Ingat dua bagian firman Tuhan ini, Amsal 13: 22, ”Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar”, dan Mazmur 37: 25, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”. 


Kisah nyata seorang pengusaha besar dari etnis Jerman, Oskar Schindler (1908-1974). Ia mempunyai 1300 buruh pekerja dari orang Yahudi. Di masa awalnya Dia bekerja Oskar hanya memikirkan uang, tetapi seiring perjalanan waktu dia lebih aktif melindungi buruh-buruhnya dari kekejaman Nazi Jerman. Oskar dikejutkan dengan pembantaian orang-orang Yahudi semasa perang dunia ke 2. Dia menggunakan semua kekayaannya untuk menyuap para pejabat Nazi, kemudian memindahkan 1200 buruh pabriknya dan menyuruh mereka bekerja di pabrik amunisi di Brunnlitz (Oktober 1944), yang sekarang menjadi daerah Polandia. Namun amunisi dibuat sangat jelek dengan upaya merugikan militer Jerman.
              
Dia meninggal tanpa uang sepeserpun, tapi dia mendapatkan ucapan terima kasih yang kekal dari keturunan orang Yahudi yang Ia selamatkan. Sekarang namanya di hormati sebagai salah satu orang benar diantara bangsa-bangsa dan sebagai pahlawan. Jenasahnya di kuburkan di Pekuburan Kristen di Mount Zion di Yerusalem. Sekarang lebih dari 7000 keturunan Yahudi yang diselamatkan Oskar hidup di USA dan Eropa. Kisah hidupnya di terbitkan dalam banyak Buku dan di filmkan oleh Seteven Speilberg dengan judul Schindler’s List.

Oskar merupakan salah satu contoh yang mempunyai Integritas baik, Kredibilitas bagus dimata banyak orang, bahkan berani rela bekorban untuk sesama tanpa memandang ras dan kedudukan. Warisan kebaikan yang di tinggalkannya melekat pada keturunan orang-orang yang Ia selamatkan. Bisakah kita seperti Oskar? Bisakah Tujuan Hidupmu untuk memuliakan Tuhan? Berikanlah warisan yang baik untuk keluarga, sahabat dan orang disekitar kita tanpa mengenal suku, kedudukan, dan kepercayaan apapapun itu. 

              

rolly Intan (Rektor Universitas Kristen Petra).
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Jukes_family
http://www.oskarschindler.dk/legacy/content1.html        


No comments :

Post a Comment